Showing posts with label bimbingan konseling. Show all posts
Showing posts with label bimbingan konseling. Show all posts

Wednesday, February 20, 2013

perfeksionis


aduh, lupa ni kuambil dr mana ^^ mohon maap ga cantumin alamat ye..

16 Hal yang Dilakukan Seorang yang Perfeksionis

1. Terlalu berlebihan dalam memberikan komitmen.
2. Jarang mendelegasikan tugas kepada orang lain.
3. Susah sekali dalam mengambil keputusan.
4. Selalu merasa ingin memegang kendali.
5. Bersaing dengan sangat keras.
6. Datang terlambat karena selalu saja ada satu hal yang masih harus dikerjakan.
7. Selalu melakukan sesuatu pada menit-menit terakhir.
8. Terlalu mempermasalahkan hal-hal detail.
9. Sepertinya tidak pernah puas atas pekerjaannya.
10. Selalu menyibukkan diri dengan sesuatu.
11. Seringkali mengkritik orang lain.
12. Menolak untuk mendengarkan kritik atas diri mereka sendiri.
13. Menaruh perhatian yang berlebih kepada hal-hal negatif daripada hal-hal yang positif.
14. Selalu memeriksa pekerjaan yang dilakukan orang lain.
15. Menyebut diri sendiri “bodoh” saat mereka melakukan sesuatu secara tidak sempurna.
16. Suka menunda-nunda pekerjaan.

16 Hal yang Dipikirkan Seorang yang Perfeksionis

1.   “Kalau aku tidak bisa melakukannya secara sempurna, buat apa donk?”
2.   “Aku harus berhasil dalam apapun yang aku lakukan.”
3.   “Aku harus selalu lebih selangkah ketimbang orang lain.”
4.   “Aku harus menyelesaikan apa yang aku lakukan sebelum memulai pekerjaan yang lainnya.”
5.   “Setiap detail pekerjaan haruslah sempurna.”
6.   “Segala sesuatu seharusnya dikerjakan dengan benar dari awalnya.”
7.   “ Hanya ada satu cara yang benar dalam melakukan suatu pekerjaan.”
8.   “Aku adalah orang yang hebat kalau hasilnya baik; aku adalah orang yang payah kalau hasilnya jelek.”
9.   “Aku tidak pernah bisa mengerjakannya dengan sempurna.”
10. “Aku orang yang bodoh.”
11. “Aku tidak bisa mengerjakannya dengan baik.”
12. “Aku tidak disenangi orang lain.”
13. “Sebaiknya aku tidak berbuat kesalahan di sini, atau orang-orang akan berpikir bahwa aku tidak (pintar, bagus, mampu).”
14. “Kalau aku melakukan kesalahan, pasti ada yang salah dengan diriku.”
15. “Orang-orang tidak boleh mengkritik diriku.”
16. “Semuanya harus jelas hitam putihnya. Abu-abu adalah tanda-tanda pikiran yang kebingungan.”

15 Perasaan Seorang Perfeksionis

1.   Merasa sangat malu akan kesalahan yang telah mereka lakukan.
2.   Merasa jijik atau marah atas diri sendiri saat mereka mendapatkan kritik.
3.   Gelisah saat menyampaikan pendapatnya kepada orang lain.
4.   Sangat mengkhawatirkan akan hal-hal yang detail.
5.   Marah kalau kebiasaan rutinnya terganggu.
6.   Gugup saat hal-hal di sekelilingnya tampak kacau.
7.   Ketakutan atau gelisah setiap saat.
8.   Capek dan tidak bisa beristirahat.
9.   Dihantui dengan perasaan membenci diri sendiri.
10. Takut kelihatan bodoh.
11. Takut kelihatan tidak mampu.
12. Takut akan penolakan.
13. Malu karena punya rasa takut.
14. Tidak berani.
15. Merasa bersalah kalau membuat orang lain kecewa.

Saturday, November 17, 2012

contoh bimbingan konseling part I


Note : jangan pernah lupakan tahapan-tahapan dalam konseling (wawancara awal, proses konseling, pengertian dan tindakan dan yang terakhir adalah akhir konseling)

contoh konseling ini dilakukan untuk mengetahui apa sebenarnya akar permasalahan konseli dan membuat konseli lega setelah datang pada kita. dan selalu ingat bahwa setiap kali ada klien yang datang, maka merekalah yang sebenarnya bermasalah dan bukan orang lain yang ada di sekelilingnya. jadi tiap kali klien menceritakan tentang permasalahannya dengan orang lain dan selalu menuduh orang lain adalah biang keladi dalam permasalahannya, justru kita harus cepat membalikkan fokus kita pada klien.karena kalau sampai kita mengikuti ke arah mana klien cerita maka kita akan tersesat dan tidak mendapat data yang akurat.

K : konseli/klien
H : Hadassa (konselor)

WAWANCARA AWAL :
dibina raport (artinya membuat klien nyaman bercerita, menatap matanya, dan cerita yg panjang), jelaskan aturan, buat komitmen dan kontrak (jelaskan berapa biaya yang diminta).

H : selamat siang ibu K, apa kabarnya hari ini?
K : yah begini ini miss, agak kacau,,
H : oh, haha, tapi ibu kelihatan cerah sepertinya, tadi kesasar ga waktu ke rumah saya?
K : iya miss, banyak belokannnya jadi saya sempet nyasar... tapi untung ada bpk-bpk yang langsung tunjukin ke sini,katanya karena miss rumah yg jual lele jadi banyak yang tau...
H : ihaha..iya miss soalnya bpk saya udah banyak pelanggannya jadi banyak yg tau kalo kami juga jual lele, mungkin ntar pulang ibu bisa bawa juga kalo mau...
K : wah asyik ya bu... boleh??
H : boleh saja, tapi maaf musti self servis, soalnya saya juga takut sama lele..geliii..
K : hahaha... oke
H : baik bu, kemarin ibu katakan ingin bertemu dengan saya mungkin ada yang bisa saya bantu?

PROSES KONSELING :
menggali permasalahan, membangun hubungan yang kondusif bagi proses pemulihan, menolong mengarahkan klien untuk mengerti akar permasalahan yang sebenarnya, menerimanya dan alternatif pemecahannya. usahakan agar pertanyaan yg diajukan oleh konselor pada klien tidak meloncat-loncat sehingga konselor mendapat data yang akurat.dan selalu usahakan membuat parafrase bila konselor tidak tau mau mengajukan pertanyaan apa selanjutnya. tinggal ulang lagi pertanyaan dari informasi yang didapat dari informasi yang klien ceritakan sebelumnya.

K : iya miss, saya ini sebenarnya ada masalah, tapi saya ga tau musti gimana karena saya merasa masalah saya sepertinya ga ada jalan keluarnya
H : baik bu, saya akan berusaha untuk membantu ibu semaksimal mungkin, kira-kira permasalahan apa yang sedang ibu hadapi sekarang yang membuat ibu merasa tidak nyaman dan sepertinya tidak ada jalan keluar?
K : begini bu, saya merasa tiap kali berada dengan orang-orang yang jauh lebih baik dari saya, saya akan merasa sangat minder dan kecil.
H : hm... tadi ibu bilang orang-orang yang jauh lebih baik dari ibu, contohnya seperti apa bu?apakah menyangkut fisik atau intelektual atau apa bu, bisa ibu jelaskan supaya saya tau akar permasalahan ibu yang sebenarnya di mana.
K : setiap kali saya ketemu atau ada acara seperti kumpul dengan orang-orang yang kelihatannya lebih hebat dari saya, saya selalu rasanya ingin cepat-cepat melarikan diri dan ga pingin ada di situ karena buat saya itu sangat menyiksa
H : orang yang lebih hebat itu yang seperti apa ya bu..
K : ya orang yang lebih sukses dari saya, orang yang lebih kaya dari saya, orang yang lebih cantik dari saya, orang yang lebih berhasil dan orang yg pandai. saya sangat ga nyaman kalau ketemu orang yang kaya dan pandai langsung rasanya ciut sekali dan minder sepertinya saya ini ga punya keahlian apapun yg bisa saya banggakan (klien tampak suara bergetar dan hampir menitikkan air mata)
H : baik bu, ibu sangat tertekan sepertinya, tampak dari suara ibu yang bergetar dan ibu sepertinya berusaha untuk menahan agar airmata ibu tidak jatuh. kalau saya boleh tau, dari skala 1-10, berapa perasaan ini mengganggu ibu ini?
K : 8
H : wow, dari 1-10 ternyata di angka 8, berarti ibu sangat terganggu dengan perasaan ini ya..ibu sangat tersiksa dengan perasaan ini ya. baik bu, saya akan bantu ibu.
K : iya
H : baik bu, tadi ibu katakan ibu tidak nyaman bertemu dengan orang yang lebih baik dari ibu dan ibu sebutkan bermacam-macam kriteria,bisa ibu beritau skala 1-10 kriteria tidak nyaman ibu pada skala berapa. ketika ibu bertemu dengan orang yg lebih sukses dari ibu berapa skalanya bu
K : 8, saya ga nyaman dengan orang yang kelihatannya pekerjaannya sangat mapan dan lebih mapan dari saya.rasanya seperti saya ini kok ga bisa memaksimalkan potensi yang saya punya dan kok saya ga bisa mengembangkan apa yang saya punya sepertinya saya ga punya kesempatan seperti yang orang lain dapatkan misalnya koneksi, atau kedekatan atau apalah seolah saya ini terlalu biasa saja dibanding hidup mereka (suara bergetar,dan diam agak lama)
H: baik, ibu mungkin bisa tenangkan diri dulu, ambil nafas dalam-dalam bu, dan buang perlahan... sudah lebih baik?
K : ya bu, sudah lbh baik.
H : baik, kita mulai lagi ya bu, skarang kalau dengan orang yang lebih kaya dari ibu berapa skalanya
K : 9, saya sangat tidak nyaman berada dengan orang yang sangat kaya meskipun mereka low profile, tapi tetap dalam hati saya ingin rasanya cepat pergi dan menghindari dan melarikan diri dari mereka
H : baik, kalau dengan bertemu orang yang berpenampilan lebih oke dari ibu berapa skalanya
K : 6-8, tergantung juga kalo saat itu saya berpenampilan tidak memalukan ya saya akan merasa sedikit lebih nyaman.tapi kalo mereka udah bawa gadget yang saya ga ngerti itu apa dan saya ga pernah pegang rasanya saya sangat ga nyaman dan pengen menghindari dan jauh-jauh dari mereka (terkesan geram dan sedikit emosi)
H : baik ibu, kalau ibu berada dekat dengan orang yang memiliki kemampuan akademis lebih pandai dari ibu berapa skalanya?
K : 9 saya sangat tidak suka berada dengan orang yang lebih pandai dari saya dan saya sangat takut terlihat bodoh di depan mereka karena kebanyakan orang yg pandai selalu ingin merendahkan orang yang bodoh
H : okey, baik ibu, dari data yang ibu sebutkan tadi ibu mengalami kecemasan yang luar biasa, bisa ibu ceritakan kejadian apa yang baru-baru ini ibu alami sehingga ibu sampai merasa ibu sedang berada di tengah mereka dan ibu mengalami kecemasan setinggi ini
K : beberapa bulan yang lalu saya reuni SMP dan saya bertemu dengan teman-teman SMP saya dulu dan setelah pulang reuni itu saya merasa saya sangat kecil dan tidak punya apapun yang bisa saya banggakan dalam diri saya
H : baik, kalau saya boleh bertanya berkaitan dengan reuni, apakah ada beberapa orang di tempat reuni itu yang ibu temui dan membuat ibu sangat tidak nyaman di reuni tersebut ?
K : ya, saya merasa saya diabaikan karena saya bukanlah seorang yang sukses tidak seperti mereka.
H : berapa orang yang mengabaikan ibu ?
K : banyak hampir semua mengabaikan saya, hanya 2 orang yg mengajak saya datang ke reuni yg mengajak saya bicara dan selebihnya saya pun ga ngerti apa yang akan saya bicarakan karena emang saya lost kontak dengan mereka dan tiba-tiba saya dipaksa teman saya untuk datang ke acara ini.dan saya sangat ga nyaman
H : baik bu, berarti hampir seluruh teman ibu mengabaikan ibu dan seolah menganggap ibu tidak ada dan ibu tidak ada satu orang pun yang diajak bicara karena kebanyakan dari mereka adalah orang sukses,orang yang penampilannya wah, membawa gadget bgs dan mahal dan mereka jauh lebih pandai dari ibu.
K : (menangis, agak lama menghela nafas) ya...
H : boleh saya tahu di mana SMP ibu dulu?
K : di SMP 3
H : ow, SMP 3 terkenal sekolah yang sangat bagus ya bu, tempat anak pejabat dan terkenal muridnya pandai semua.
K : ya
H : dan ibu tidak nyaman bersekolah di sana?
K : ya
H :hm.. kalau boleh tau siapa dulu yang menyarankan agar ibu bersekolah di SMP 3 ? apakah ayah, ibu, atau diri ibu sendiri
K : ayah dan ibu saya
H : ibu tidak nyaman dan tidak ingin bersekolah di sana?
K : ya
H : boleh saya tau apa yang membuat ibu waktu kecil tidak ingin sekolah di sana?
K : ya karena saya tau kemampuan saya dan saya ga akan bisa sekolah disana karena saat itu nem saya ga cukup untuk bersekolah di sana
H : oh, jadi ayah dan ibu memaksa ibu untuk bersekolah di sana padahal tau ibu ga bisa,
K : ya nyogok dan saya sangat ga mau waktu itu.bener bener rasanya saya sangat minder karena saya tau pasti kemampuan saya tidak sebagus semua orang yang bersekolah di sana dan kebetulan kelas saya benar benar berisi hampir separo kelas kristiani dan berisi anak anak orang kaya dan orang yang pinter-pinter diantara semua kalas yang lain. kelas sayalah yang isinya orang yang paling pinter.dan sudah pasti saya ada di ranking yang 3 terbawah paling banter 10 dari bawah padahal smua satu kelas isinya 43 anak
H : hm..baik,tadi ibu katakan bahwa ibu berada di kelas terbaik, bagaimana ibu bisa tau bahwa ibu berada di kelas yang terbaik diantara semua kelas yang lain?
K : ya karena banyak guru yang mengatakan seperti itu dan ranking paralel 1-3 ada di kelas saya smua baru setelah itu dari kelas lain. dan saya selalu yang terbawah di kelas itu
H : hm... baik, tadi ibu bilang ibu di kelas terbaik, dan ibu di ranking terendah tapi taukan ibu bahwa ibu belum tentu terburuk di sekolah itu. berapa jumlah paralel di sekolah ibu waktu itu
K : sampai F (6 kelas paralel)
H  : wow, 6 kelas paralel dan ibu berada di kelas terbaik dan rankingnya bukan ranking terendah di kelas no 3 dari bawah tapi taukah ibu bahwa mungkin di kelas lain ibu jadi yang terpandai? yah paling tidak rata-rata lah tidak serendah di kelas ibu?? yang itu artinya bahwa ibu tidak sebodoh yang ibu kira. tadi ibu berkata bahwa ibu yang terburuk dan terbodoh di kelas tapi belum tentu juga karena siapa tau di kelas lain rata-rata nilainya tidak sebaik di kelas ibu dan rata-rata ibu mungkin saja tidak seburuk yang ibu fikirkan
K :  (menangis seperti ada guyuran es batu di kepalanya yang sejuk) ya mungkin ibu benar saya tidak sebodoh yang saya pikir
H : baik,saya sudah mendapatkan kunci mengapa ibu merasa tidak nyaman berhubungan dengan prestasi atau kepandaian. di kelas ibu karena ibu merasa terburuk di sekolah ibu tapi ternyata apa yang ibu pikirkan selama ini belum tentu benar bahwa ibu yang terburuk di sekolah tersebut. sekarang saya bertanya apakah di kelas ibu ada yang sudah menghina ibu entah itu menyinggung kekayaan orang tua sehingga ibu merasa minder berada di kerumunan mereka?
K : ya kebanyakan dari mereka selalu membanggakan kekayaan orang tua mereka dan mereka selalu memamerkan dan saat kemarin ketemu reuni mereka pun sukses karena mereka pinter dan pastilah orang kaya akan dengan mudah mendapat koneksi dari orang-orang yang dekat dengan mereka. dan saya semakin merasa ga nyaman dengan mereka. kebanyakan dari mereka selalu mencibir temen yang miskin dan bodoh seperti saya.meskipun waktu itu ibu saya kepala sekolah di tempat lain tapi saya  tidak disekolahkan di sekolah mereka karena ibu dan bpk saya ingin saya ga manja dan memperoleh tempat yang terbaik.dulu bpk saya juga kepala sekolah tapi dipensiun dini waktu saya kelas 6.jadi saya masuk di SMP tersebut dengan perasaan minder bahwa orangtua saya ga bekerja lagi dan orang tua saya tidak sekaya dulu. itu semakin membuat saya merasa kecil. walaupun di kelas tersebut banyak yg lebih miskin dari saya, tapi saya mau bergaul dengan mereka tapi kelas masih bisa menerima mereka karena mereka pinter.setidak nya kepandaian mereka setaraf lebih tinggi dari saya dan ada yg bisa dibanggain
H : hm... tadi ibu bilang setidaknya dari mereka ada yang bisa dibanggakan.. karena mereka pinter walaupun miskin. tapi coba ibu balik mereka seri ddengan ibu, karena ibu lebih kaya dari bbrp dari mereka sehingga ibu tidak perlu merasa minder dengan mereka. bahwa ibu jauh lebih baik dibanding beberapa dari mereka yang ketika sekolah pun harus berjuang dan mereka berhasil mengalahkan minder mereka dengan semangat untuk belajar lebih giat agar berhasil. berarti ibu seharusnya bersyukur karena waktu itu meskipun ayah sudah tidak bekerja tapi masih ada yang dibanggakan dibandingkan mereka yang jauh di bawah ibu
K : (menangis lega) iya mungkin saya tidak bisa bersyukur
H : berarti permasalahan tentang minder ada di antara orang yg lebih pandai dan kaya sudah teratasi.sekarang kita coba selesaikan permasalahan menyangkut fisik, apakah ibu pernah dihina karena fisik ibu yang mungkin gemuk atau bagaimana
K : iya dulu waktu SD saya pernah diejek karena waktu itu belum musim behel, saya pake behel karena saya giginya ga teratur temen saya cuma tanya karena mereka pingin tau kenapa saya pakai behel tapi saya pulang nangis merasa berbeda dari teman yang lain padahal sebenarnya mereka tidak ngejek saya tapi saya sendiri yang seolah takut diejek karena berbeda
H : kalau begitu sebenarnya ibu tidak diejek tapi karena ibu sendiri yang berfikir dan seolah olah dalam pikiran ibu ibu ketakutan orang menghina dan tidak menerima ibu. apakah ada peristiwa yang mungkin membuat ibu merasa tidak diterima dan terhina?
K : ya saya pernah dipukul ibu saya dan saya dijewer dari ujung gang rumah saya dibawain sapu malem-malem entah perkaranya apa saya lupa tapi saya inget saya dikejar dan dijewer dan itu sekitar umur saat saya pakai behel dan saya merasa takut dipermalukan lagi (menangis lega)
H : nah sekarang tentang kecemasan ibu ketika bertemu dengan orang yang lebih berhasil dibanding ibu. apakah baru baru ini ibu mengalami hal yang mungkin membuat ibu merasa tidak nyaman ketika berada dengan orang yang lebi berhasil dalam karir dibanding ibu?
K : (menahan menangis)saya pernah dikeluarkan dari pekerjaan saya karena saya dianggap tidak dapat bekerja sama dengan rekan dalam tim dan saya seorang yang mudah panik dan kepanikan saya membuat teman dalam tim merasa stres. dan sejak itu saya merasa saya sebagai orang yang gagal. meskipuns ekarang saya bekerja di tempat yang saya merasa nyaman tapi terkadang teman saya pun merasa stres karena saya mudah panik dan moody. tapi mereka masih bisa menerima saya apa adanya dan penerimaan mereka terhadap saya sangat besar jadi saya merasa aman berada diantara mereka
H : situasi apa yang mebuat ibu panik sehingga ibu membuat sekeliling ibu stres
K : kalau di tempat kerja yang lama saya selalu merasa panik ketika saya tidak dapat mengerjakan suatu tugas dan saya tidak menguasai bagian saya tapi kalau di tmpat kerja saya yang sekarang saya tidak bermasalah dengan pekerjaan tapi yang bermasalah adalah denan mood saya. ketika saya ada masalah di rumah selalu saya kehilangan mood. dan membuat orang di sekeliling saya menjadi sasaran untuk kemarahan dan emosi saya dan wajah saya bisa berubah drastis tanpa senyum dingin dan mengerikan dan itu membuat teman jadi stress karena mereka merasa takut seolah mereka salah pada saya padahal sebenarnya tidak begitu
H : nah kepanikan ibu itu bisa dihilangkanm kalau ibu merasa tugas tidak dapat diselesaikan dengan baik apa yang musti dilakukan?
K : ya saya musti persiapan jauh hari sebelum acara berlangsung dan saya musti mengembangkan diri lebih lagi untuk mengasah dan mengerti apa kebisa'an dan kemampuan saya
H : nah untuk menghilangkan mood ibu, bagaimana caranya?apakah orang yang tidak melakukan kesalahan pada ibu juga berhak mendapat perlakuan yang tidak baik dari ibu?bagaimana kalau ibu berada di posisi mereka apakah ibu tidak akan merasa sedih kalau diperlakukan sama?
K : iya saya akan berusaha untuk bersikap baik dan tidak memperlihatkan wajah saya yang ditekuk-tekuk pada orang yang tidak seharusnya menerima perlakuan ini.dan saya pun akan merasa sedih kalau saya diperlakukan buruk oleh orang lain yang tidak melakukan kesalahan apapun

PENGERTIAN KE TINDAKAN :
merumuskan langkah-langkah dan tindakan yang akan dilakukan untuk menanggulangi masalah tersebut

H : nah sekarang ibu sudah mengerti akar permasalahan dalam diri ibu, sekarang apa yang akan ibu putuskan untuk langkah ke dpn sehingga ibu tidak lagi mengalami kecemasan seperti ini
K : saya akan lebih menggali semua potensi diri saya, saya akan lebih bersyukur bahwa saya memiliki banyak hal yang saya ga pernah ngerti sebelumnya, saya akan berusaha untuk tidak membuat orang lain kena dampak atas perlakuan saya yg buruk karena ego saya karena kemarahan saya karena situasi yang tidak bersangkutan dengan mereka

AKHIR KONSELING :
kesanggupan klien untuk menjalankan apa yang telah disepakati, munculnya perasaan lega, serta dukungan dari konselor

H : baik bu sepertinya saya lihat sudah banyak perubahan di diri ibu dan sepertinya ibu sudah merasa lega.apakah ibu sekarang sudah merasa jauh lebih baik dibanding saat awal ibu datang pada saya?
K : ya sangat lega setidaknya saya jadi tau apa yang terjadi pada diri saya
H : nah sekarang dari skala 1-10, berapa kecemasan dan kelegaan yang ibu alami?
K : hm... sepertinya jauh berkurang jadi 3
H : saya senang ibu merasa jauh lebih baik.dan untuk kedepan, ibu jalankan apa yang menjadi kesepakatan yang telah ibu buat sendiri baru saja.
K : baik bu, saya akan usahakan menepati apa yg jadi komitmen saya baru saja. terimakasih untuk segala bantuan ibu.saya jadi lega dan tenang sekarang.
H : baik bu, senang saya bisa membantu ibu. Tuhan memberkati

Tuesday, October 16, 2012

macam-macam konflik batin manusia

ada 4 macam jenis konflik dalam batin manusia  :
1. ini adalah konflik yang dialami sejak manusia lahir ke dunia. bayi akan merasa bahwa  "aku tidak oke dan kamu oke". pada saat itu konflik batin yang terjadi adalah, bayi ini merasa bahwa mereka tidak berdaya hanya bisa menangis dan hanya bisa meminta bantuan saja. dan bayi ini merasa bahwa dunia lah yang lbh baik dari dirinya karena ia adalah sosok yang tak berdaya. manusia hidup telah menghidupi tema yang telah diwariskan oleh orangtua dan lingkungan mereka, atau kita lebih mengenalnya dengan sebutan dosa keturunan. konseling menolong orang agar mengerti tema hidupnya sendiri dan tidak lagi mewarisi tema orangtuanya atau lingkungan masa lalunya. bila manusia dewasa hidup dalam masa lalunya dan menganggap bahwa dia tidak oke tapi dunia ini oke, maka ia akan selalu merasa tidak pernah puas dengan apa yang dia dapatkan. karena ia akan selalu merasa perfeksionis dan berusaha keras agar dirinya sempurna seperti pandangannya sendiri. 

2. konflik yang dialami ketika bayi ini beranjak usia balita. ia akan mengalami kebingungan karena sikap tidak konsisten yg dilakukan oleh orangtuanya. ia merasa "aku tidak oke dan kamu juga ga oke" konflik ini terjadi ketika seorang anak merasa bahwa bahwa saya selalu melakukan kesalahan karena aturannya selalu berkata bahwa aku salah dan orang lain juga selalu berbuat salah. contohnya ketika seorang balita umur 3tahun dia ngompol, pertama kali orangtuanya akan diam saja. setelah ngompol 2x maka orang tuanya akan marah dan teriak agar jangan ngompol. dan ketika dia 3x ngompol, orangtuanya akan memukulnya. jadi dia merasa bahwa aku tidak oke dan selalu berbuat salah dan kamu juga ga oke karena kamu sudah mukul aku. bila manusia dewasa merasa "aku tidak oke dan kamu juga tidak oke" maka mereka adalah tipe orang-orang yang tau mereka punya kemampuan tapi mereka ga pernah puas akan hidup mereka dan selalu menganggap senasib sepenanggungan adalah hal yang baik. karena ia akan merasa bahwa kita sama-sama ga oke dan mereka juga ga oke. contohnya adalah segerombolan pegawai yang tak pernah puas pada pimpinan. 

3. konflik ketiga ini adalah konflik terberat karena dalam konflik ini berkata "saya oke, tapi kamu ga oke" orang dewasa yang mengalami konflik ini adalah orang-orang yang mengalami pengalaman-pengalaman traumatik dalam hidup. dan orang dewasa yang mengalami konflik yang ketiga ini adalah seorang psikopat, orang gila, pembunuh berantai. 

4. "saya oke dan kamu oke" ini adalah sikap dan perasaan yang seharusnya kita miliki. orang dewasa yang sampai pada tahap ini adalah seorang yang bisa mengerti dan memahami bahwa dirinya bukan seorang sempurna dan orang lain pun bukan manusia sempurna. sehingga wajar jika kita melakukan kesalahan. dan tidak tenggelam dalam masa lalu tapi hidup di masa kini untuk bisa melakukan yang terbaik dan maximal untuk masa depan.

kebutuhan seorang konselor yang harus diwaspadai


Sebagai seorang konselor, kita bukanlah pribadi yang sempurna. Ada beberapa hal yang perlu kita waspadai agar kita terhindar dari segala macam hal yang akan membuat kita sendiri jatuh. Sebagai seorang konselor pun, kita tak luput dari kesalahan masa lalu dan memiliki doktrin yang telah diterapkan oleh orangtua kita. Itu sebabnya kita harus sedapat mungkin tidak mentransferkan apa yang ada dalam diri kita pada klien dan harus mengenali diri kita sendiri sebagai konselor dan menganggap bahwa diri kita sudah OKE dan dunia sekeliling kita juga OKE.  di bawah ini akan diuraikan beberapa kebutuhan konselor yang harus diwaspadai, ciri-ciri konselor yang terapeutik, masalah yang sering dihadapi konselor pemula dan beberapa ketrampilan dasar seorang konselor.

Kebutuhan konselor yang perlu diwaspadai :
1. konselor memiliki nilai-nilai dan filsafat hidup sendiri. nilai-nilai yang kadang kita anggap penting, belum tentu penting untuk klien. jadi jangan pernah mentransfer nilai-nilai yang kita miliki pada klien. 
2. konselor terkadang memiliki titik buta/distorsi/ prasangka terhadap realita yang ada. kadang secara sengaja atau tidak, sebagai konselor kita telah memberi cap/label pada klien dan itu tidak diperbolehkan.
3. kebutuhan konselor akan kontrol dan kuasa. jangan buat klien tergantung pada kita. karena seharusnya kita adalah seorang pembebas dan bukan membuat klien jadi ketergantungan pada kita. kita harus siap melepas klien ketika kita rasa klien telah dapat menjadi lebih baik dan dapat keluar dari masa depresinya. seharusnya sebagai seorang konselor yang baik, kita harus bahagia ketika klien tidak datang kembali pada kita. karena itu tandanya bahwa klien telah sembuh. 
4. kebutuhan konselor untuk membantu, menasihati dan mengasuh. jangan sekali-kali memberi nasihat karena kita harus membiarkan klien menjadi dirinya sendiri, membuat keputusan sendiri. kita sebagai konselor hanya mengarahkan agar klien dapat mengambil keputusan yang melegakan diri mereka sendiri.
5. kebutuhan untuk mengubah orang lain. sebagai seorang konselor terkadang kita  dapat melihat sisi yang baik dimana seharusnya jalan inilah yang seharusnya dilalui oleh klien dan terkadang itu membuat konselor ingin agar klien berubah seperti apa yang konselor inginkan. kita tidak dapat mengubah klien seperti yang kita mau karena kebutuhan tiap individu klien berbeda-beda. 
6. kebutuhan untuk dihargai. sebagai seorang konselor tak jarang kita memiliki perasaan ingin dihargai. dan ketika klien kita telah sehat dan tidak datang pada kita lagi, membuat kita kehilangan dan merasa kita tidak dihargai. kebutuhan ini yang harus kita sadari dan tidak boleh terjadi. 
7. kebutuhan untuk merasa mampu/berhasil. sebagai seorang konselor, kita tidak boleh menetapkan sebuah target yang akan membuat kita merasa gagal. karena sekali lagi, setiap individu klien memiliki keputusan mereka sendiri dan kita tidak berhak ikut campur. kita hanya bertugas mengarahkan saja. 

kita mengenal ada jendela Jauhari. ada 4 jendela yang perlu kita ketahui, jendela itu adalah :
1. "aku tau dan  orang lain tau". pada jendela ini, masyarakat mengetahui secara umum bagaimana kita. contohnya, aku sifatnya periang, orang lain tau kalau aku periang. 
2. "aku tau dan orang lain tidak tau" pada jendela ini, adalah seberapa banyak hal pribadi dan rahasia yang kita simpan. jika jendela ini terlalu besar, maka kita adalah seorang yang introvert. 
3. "aku tidak tau dan orang lain tau" pada jendela ini kita  berada di area buta. dimana kita membiarkan semua orang tau semua tentang hidup kita tapi bahkan kita sendiri tidak mengetahui diri kita ini seperti apa menurut pandangan orang lain. dan bila jendela ini terlalu besar maka kita membiarkan semua hal dalam hidup kita menjadi konsumsi publik. maka bila area dalam jendela ini lebih besar, kita adalah seorang yang extrovert.
4. "aku tidak tau dan orang lain tidak tau" pada jendela ini kita berada di area gelap. dimana kita tidak tau seperti apa kita menurut pandangan orang lain dan kita tidak mengenal seperti apakah diri kita sendiri. dan bila ini yang terjadi, maka menjurus pada sebuah kegilaan. dan psikopat, pembunuh berdarah dingin, orang gila ada di area ini. 

oleh sebab itu, dengan melihat jendela Jauhari, kita dapat mengenali seperti apa diri kita sendiri. dan kita harus memperlebar area yang pertama yaitu "orang lain tau dan aku tau". orang lain mengenal siapa dan seperti apa kita dan kita pun mengenal diri kita sendiri. bila kita memperlebar area ini, bukan berarti bahwa kita akan membuka aib sendiri pada orang lain. tapi memang seorang konselor harus berani membuka diri dan sharing hidup kita pada klien agar hidup kita dapat menjadi berkat bagi orang lain.



Monday, October 8, 2012

teknik konseling

Ada 3 teknik dalam konseling yang perlu diperhatikan agar klien dapat nyaman dan mau menceritakan semua bebannya dan dapat melepaskan semua yg mengganjal di hatinya. 3 teknik tersebut adalah  :

1.       Teknik bertanya
·         Cara bertanya tidak boleh seperti menginterogasi.
·         Ajukan pertanyaan yang bersifat eksplorasi atau bertanya menggunakan kata tanya “bagaimana”
·         Ajukan pertanyaan sesuai dengan alur yang diceritakan klien atau pertanyaan dikaitkan dengan apa yang dinyatakan klien sebelumnya.
·         Usahakan memberi pertanyaan terbuka yang menimbulkan jawaban yang panjang
·         Hindari pertayaan menggunakan kata “mengapa” karena biasanya klien akan memberi jawaban klise dan hanya akan mendapatkan jawaban singkat dan pendek sehingga kita tidak dapat mendapat banyak informasi tentang klien.
·         Sambil bertanya, lakukanlah observasi, lihat gerakan-gerakan yang dilakukan klien, apakah pada saat klien ditanya suatu hal, mata klien berkaca-kaca, terlihat kesal, dll.
2.       Teknik mendengar
·         Usahakan tatap klien yang sedang bercerita. Karena dengan menatapnya, itu memberi tanda bahwa anda memperhatikan dan memperdulikannya dan semua yang ia ceritakan
·         Condongkan badan ke arah klien dan perlihatkan bahwa kita sedang mendengar dengan penuh perhatian
·         Ajukan pertanyaan yang relevan dengan isi pembicaraan dan usahakan jangan meloncat dari alur pembicaraan.
·         Ikuti topik klien dan jangan memotong atau menyela.
·         Sebutlah nama akrabnya agar klien merasa nyaman.
3.       Teknik mendengar aktif
·         Pertajam ketrampilan untuk meringkas isi pembicaraan
·         Pertajam kemampuan untuk menyimpulkan apa yang “dirasakan” oleh klien

Teknik relaksasi

Relaksasi sangat diperlukan setelah klien selesai melakukan konseling agar setelah klien diaduk-aduk perasaannya setelah bercerita panjang-lebar, klien dapat kembali menjadi tenang dan perasaannya setidaknya dapat kembali seperti saat dia datang untuk konseling. Berikut beberapa alasan diperlukan relaksasi dan cara-cara relaksasi.

Mengapa kita perlu berlatih relaksasi?
1.       Otak manusia berada diantara masa lalu, masa kini dan masa depan. Sebaiknya kita mengoptimalkan untuk memikirkan apa yang ada di masa kini. Karena kalau kita memusatkan pada masa lalu, maka kita tidak dapat mengoptimalkan apa yg kita lakukan untuk masa depan. Dan bila teralu berandai-andai, maka kita tidak dapat maksimal dalam bekerja dan berusaha. Otak manusia berbeda dengan otak binatang. Otak binatang tidak terbagi-bagi. Berbeda dengan otak manusia. manusia akan memikirkan banyak hal dan bercabang-cabang. Contohnya, kalau kucing jatuh dan kakinya patah, maka proses pemulihannya mungkin hanya dlm waktu 1 minggu. Sedangkan manusia butuh waktu lebih dari 6 bulan. Kucing dapat segera sembuh karena otaknya akan memusatkan pada pemulihan kakinya yg patah. Berbeda dengan otak manusia yang bercabang-cabang dan memikirkan banyak hal.
2.       Manusia tidak memiliki sensor alami untuk mengatasi stress
3.       Stress verdanoak oada kesehatan fisik dan psikis.
4.       Relaksasi merupakan lawan dari stress.
5.       Kita perlu berlatih relaksasi sebagai cara terbaik dan alami untuk mengatasi stress

Ada 2 cara berelaksasi :
1.       Nafas
·         Tarik nafas dalam-dalam, keluarkan lewat mulut, dan lakukan beberapa kali
·         Bernafas dengan lembut tanpa tenaga, konsentrasi di nafas

2.       Imajinasi
·         Tarik nafas dalam-dalam, keluarkan lewat mulut, beberapa kali
·         Bernafas lembut, teratur, tanpa tenaga, fokus di nafas.
·         Bayangkan suatu tempat yang membuat anda menjadi damai, tenang dan bahagia. Bayangkan tempat itu sehidup-hidupnya, perhatikan detailnya, lakukan kegiatan yg paling disukai di tempat itu dan rasakan setiap menarik dan menghembuskan nafas, tubuh menjadi semakin tenang, damai dan bahagia. 

Monday, September 17, 2012

karakteristik relationship addictive - part II


"Pecandu Hubungan" hidup di dunia paradoks yang membuat mereka merasa mereka tidak memiliki jalan keluar. Mereka sangat ingin dapat dekat dengan seseorang, namun berakhir dengan seseorang yang membuat sebuah kedekatan menjadi mustahil. Mereka mencari keamanan, namun berakhir dengan seseorang yang selalu meninggalkan pintu belakang terbuka untuk cepat-cepat pergi.

Pecandu Hubungan mendambakan cinta tanpa syarat, tetapi hidup dalam ketakutan ditinggalkan jika mereka tidak hidup sampai standar mereka sendiri tidak mungkin. Mereka ingin bebas untuk mencintai, tetapi sering menjebak diri dalam hubungan, dengan menjadi hamil atau dengan menenun beberapa jenis lain dari jaring laba-laba emosional. Tenggelam dalam pusaran emosi mereka sendiri, mereka beralih ke penyelamat yang tidak bisa berenang.

Banyak karakteristik umum dapat ditemukan pada orang yang menderita bentuk kecanduan hubungan.

1. Awal kekurangan. Hubungan pecandu sering ditolak atau ditinggalkan di masa kecil, dan mungkin telah menjadi korban kekerasan fisik atau psikologis.

2. Merasa tidak dicintai atau ditolak oleh dunia. Melihat kehidupan melalui lensa pengalaman pahit mereka, pecandu menganggap bahwa dunia hanya satu keluarga disfungsional besar.

3. Tidak aman. Pecandu penuh rasa takut dan ragu, kewalahan oleh tekanan hidup sehari-hari. Satu-satunya cara mereka melihat untuk bertahan hidup adalah dengan melekatkan diri pada orang lain.

4. Mencoba untuk mendapatkan cinta. Hubungan pecandu menjadi perfeksionis terhadap diri mereka sendiri, menetapkan standar mereka tidak pernah bisa berharap untuk mencapai. Mereka percaya bahwa mereka harus "cukup baik" untuk dicintai oleh orang lain.

5. Mencoba untuk "memperbaiki" orang lain. Pecandu Hubungan mencoba berulang kali untuk "memperbaiki" orang lain, biasanya orang-orang yang tidak ingin diperbaiki. Tapi dorongan untuk menyelamatkan seseorang menyebabkan pecandu untuk menggantung ke hubungan lama setelah orang lain akan meninggalkan.

6. Tertarik kepada orang-orang yang sangat membutuhkan. Siapapun dengan kebutuhan yang jelas, kurang menjadi magnet: yang semakin membutuhkan mereka, semakin besar kemungkinan mereka perlu diperbaiki.

7. Tertarik pada orang kasar atau emosional. Pecandu sering tertarik pada orang yg spt cetakan yang sama dengan orang tua mereka sendiri, sering kali dalam upaya untuk secara simbolis memenangi hati orang tua dan cinta. Dengan cara yang sama, pecandu seringkali tidak nyaman di sekitar orang sehat yang mungkin cukup kuat untuk hidup tanpa mereka.

8. Bergerak cepat dari daya tarik untuk lampiran. Pecandu "menempel" pada seseorang dengan kecepatan yang luar biasa, dengan harapan penyemenan hubungan.

  9. Tujuan utama dari hubungan adalah untuk menjaga itu terjadi. Mungkin hubungan bencana dan destruktif, tetapi tampaknya lebih baik daripada pecandu ada hubungan sama sekali. Selama itu masih hidup, masih ada harapan bahwa itu akan meningkat.

10. Sebuah adanya mencolok dari keseluruhan, orang sehat dalam hidup mereka. Daftar nama dari hubungan masa lalu dan kenalan diisi hampir secara eksklusif dengan orang-orang yang rusak dan membutuhkan, berbeda dengan yang pecandu dapat tampil sehat dan normal.

11. Berjalan di atas kulit telur. Pecandu Hubungan takut goyang perahu. Mereka luar biasa berhati-hati tentang segala sesuatu yang mereka lakukan, dalam upaya untuk menghindari murka orang lain.

12. Tampak memenuhi kebutuhan orang lain terlebih dahulu. Namun pada kenyataannya, pecandu semua lakukan, bahkan hal-hal yang terlihat paling kurban, yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri untuk dicintai dan dibutuhkan. Mereka tampak tidak egois, tetapi sebenarnya bersedia untuk membiarkan orang lain menghabiskan seumur hidup dalam kesusahan jika menjamin peran mereka sebagai "fixer."

13. Kegagalan untuk mengenali kebutuhan mereka sendiri. Hubungan pecandu tidak dapat melihat keegoisan motif mereka sendiri. Mereka mungkin percaya bahwa mereka perlu lebih tegas, padahal apa yang mereka butuhkan adalah untuk menyelesaikan kebutuhan egois mereka sendiri yang akan dibutuhkan.

14. Ledakan amarah. Pecandu Hubungan mencoba untuk menjaga kemarahan mereka atas botol. Tapi mereka tidak bisa melakukannya selamanya. Cepat atau lambat terpendam mereka meledak marah. Ledakan tersebut diikuti oleh periode penyesalan yang mendalam dan mencoba untuk membuat hal yang benar lagi - untuk mencegah pengabaian ditakuti.

15. Jangan pernah meminta bantuan. Daripada mencari bantuan, pecandu memilih untuk melawan masalah mereka sendiri. Mereka tidak bisa mengambil risiko ketahuan - memungkinkan orang lain untuk melihat hakikat dan tingkat masalah mereka.

16. Ketidaknyamanan pada memiliki orang lain melakukan sesuatu untuk mereka. Hal ini hanya menyebabkan rasa bersalah pecandu lebih, dan ketakutan yang lebih besar tidak "mengukur sampai."

  17. Tidak ada harapan untuk menemukan hubungan yang benar-benar mencintai. Pengalaman masa kanak-kanak dini telah meyakinkan mereka bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi.

18. Banyak sekali kesabaran. kecanduan mencengangkan teman-teman mereka dengan kemampuan mereka untuk "menggantung di" selama bertahun-tahun tanpa secercah harapan samar untuk perubahan dalam hubungan mereka merusak.

19. Euforia pada awal hubungan baru. Pecandu Hubungan terus meyakinkan dirinya dan orang lain bahwa kali ini akan menjadi berbeda. Harapan berlebihan dan harapan yang melekat pada setiap prospek baru.

20. Merasa bertanggung jawab atas semua masalah. Pecandu menilai segala sesuatu yang terjadi dalam hal upaya mereka sendiri. Jika ada yang tidak beres, pasti kesalahan mereka.

21. Defensive tentang segala sesuatu. Pecandu menempatkan tekanan kinerja begitu banyak pada diri mereka sendiri bahwa mereka benci upaya dirasakan untuk menambah lebih banyak.

22. Perasaan tidak mampu. Pecandu Hubungan tidak pernah melihat kanan, menimbang jumlah yang tepat, atau mengatakan hal yang benar. Mereka merasa tidak mungkin untuk memenuhi harapan mereka sendiri.

23. Terasing dari orang lain. Pecandu merasa seperti orang buangan - seolah-olah orang lain tetapi mereka telah diberikan petunjuk tentang bagaimana untuk membuat pekerjaan kehidupan manusia.

24. Kelaparan untuk penegasan. Pecandu menggambar apa sedikit harga diri yang mereka miliki dari arti bahwa mereka berusaha keras dan melakukan pekerjaan yang baik. Mereka berpesta komentar orang lain 'tentang bagaimana setia dan pasien mereka.

25. Seks dipandang rendah. Seks adalah hanya sarana untuk mencapai tujuan, bukan sumber kegembiraan dan kesenangan dalam dirinya sendiri. Hal ini akan bertahan, tidak pernah menikmati, jika itu adalah harga untuk mempertahankan hubungan.

26. Pengendalian adalah suatu kebajikan. Pecandu akan mencari orang-orang miskin yang mereka mampu memanipulasi dan mendominasi. Mereka mungkin tampak tunduk kepada pasangan mendominasi. Pada kenyataannya, bagaimanapun, adalah mereka yang memiliki tangan di atas.

27. Pernah berakhir mencari kebahagiaan. Hubungan pecandu adalah martir. Mereka jadi membiasakan diri untuk mengejar kebahagiaan ternyata harapan bahwa mereka benar-benar menolak menemukan itu.

28. Masters manipulasi. Pecandu akan berinvestasi dalam jumlah yang luar biasa waktu dan energi menentukan apa pola perilaku akan menghasilkan efek yang diinginkan pada orang lain. Mereka belajar bagaimana untuk mendapatkan perhatian, bagaimana untuk mendapatkan kasih sayang, bahkan bagaimana untuk memperoleh kemarahan.

29. Sering tertekan. Karena penolakan masa lalu mereka dan ditinggalkan, pecandu hubungan emosional yang memiliki sumber daya yang sedikit untuk menarik pada saat stres. Sebaliknya, mereka hanya ditutup.

30. Beberapa perilaku kompulsif. Gejolak emosi yang menyertai kecanduan hubungan tidak bisa tertidur. Sering menemukan ekspresi dalam masalah lain, seperti makan berlebihan kompulsif, belanja, atau perjudian. Pola-pola perilaku kompulsif menjadi semakin terjalin.

31. Keraguan diri. Pecandu Hubungan terganggu oleh rasa tidak aman dan tidak pernah percaya diri. Mereka terus-menerus terombang-ambing dalam bahkan keputusan yang paling rutin.

32. Melihat diri mereka sendiri dan orang lain sebagai korban. Jika pasangan mereka adalah pecandu seks, itu karena orang lain telah deviously merayunya. Jika ia adalah seorang pecandu alkohol, itu karena orang lain stres telah menempatkan dia di bawah.

33. Hidup adalah tindakan kompensasi. Pecandu Hubungan mencoba untuk mengkompensasi apa yang mereka tidak memiliki sebagai seorang anak dengan memanipulasi orang lain untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka mengimbangi kelemahan dengan bertindak yang kuat. Mereka mengimbangi keegoisan dengan menciptakan penampilan mementingkan diri sendiri.

34. Membaca pikiran. Karena cara untuk menemukan penerimaan adalah untuk menyenangkan orang lain dan memenuhi harapan mereka, pecandu terlibat dalam permainan pikiran yang tidak pernah berakhir: Apa orang lain benar-benar ingin? Untuk langsung datang dan meminta akan ke ujung tangan mereka.

35. Kemarahan atas kebutuhan yang tak terpenuhi. Pecandu tidak pernah mengekspresikan kebutuhan mereka sendiri. Memang, mereka mungkin sebagian besar dari mereka tidak menyadari. Tapi mereka menjalani hidup dengan rasa samar yang "ditipu."

Pecandu Hubungan menemukan diri mereka mencoba untuk memperbaiki seluruh dunia, satu hubungan pada suatu waktu. Setiap kali akan menjadi yang terakhir kalinya, mereka memberitahu diri mereka sendiri, karena setiap kali mereka yakin bahwa "Ini adalah salah satu yang akan bekerja." Atau, dalam kasus kodependen yang kembali lagi dan lagi untuk hubungan destruktif yang sama, "kali ini akan berbeda."

Akhirnya mereka datang ke akhir kekuatan mereka sendiri dan mencari Tuhan untuk menyelesaikan sakit dari masa lalu dan membantu mereka fokus otentik pada kebutuhan orang lain. Terlepas dari seperti intervensi spiritual dan bergerak ke arah fokus tulus pada orang lain, pecandu hubungan ditakdirkan untuk siklus penderitaan dan kesia-siaan. Mereka tidak pernah bisa memperbaiki apa hanya Tuhan yang bisa memperbaikinya. Mereka harus mengakui bahwa itu adalah di kedalaman hati mereka sendiri patah yang Tuhan ingin untuk memulai proses pemulihan.

relationship addiction (posesif terhadap seseorang) -Part I

hm.. sebuah judul yang mungkin terdengar aneh. tapi ternyata ini bukan hanya isapan jempol semata atau bahkan bukan pula sebuah gurauan. relationship addiction bisa menghinggapi siapapun. apa sih yang dimaksud relationship addiction???

mungkin kita lebih mengenal relationship addiction dengan kecanduan terhadap sebuah hubungan. dan dapat pula diartikan seperti posesif terhadap pasangan. tapi sebenarnya tidak sesimple itu ternyata jauh lebih kompleks...  


Mengapa tiba-tiba saya mengupas tentang tema ini?? ya, karena saya sendiri mengalaminya. itu sebabnya saya mengupasnya agar kita dapat belajar mengapa hal ini bisa terjadi dan pada siapakah hal ini terjadi dan apa ciri-cirinya dan bagaimana menyelesaikan masalah ini. 


Sekitar awal bulan september, tiba-tiba saya teringat pada seorang kakak kelas saya waktu kuliah dulu. sebut saja inisialnya HP. entah kenapa ketika saya ingat beliau tiba-tiba saya menangis. seperti merasakan beliau sedang sedih yang teramat sangat.  dan bertepatan dengan rencana reuni, maka saya harus menghubungi beliau untuk menanyakan kesediaan beliau untuk datang ke acara reuni kami.  lalu sms dan saling bertelp pun terjadi. dan ternyata dengan sangat mencengangkan, beliau masih tetap mencintai saya dengan kadar yang sama seperti 12 tahun yang lalu saat kami kuliah dulu... Hmm.. GILA!! pikir saya... kok bisa dia begitu mencintai saya seperti itu.. sedikit tersanjung.. wajar lah.. cewe mana yang ga menangis haru ketika ada yg mencintainya "begitu tulus".. (pikir saya waktu itu..) tapi.. setelah saya usut usut lagi dan coba cari informasi di mbah google.. ternyata apa yang dia alami bukanlah sebuah ketulusan mencintai tapi lebih mengarah pada PTSD (Post-traumatic stress disorder) 


sedikit pengantar cerita : beliau adalah kekak kelas saya waktu kuliah dulu. tahun 1999 beliau ikut sebuah acara kerohanian kampus dan di sanalah kami bertemu. tidak ada sesuatu yang spesial menurut saya. seingat saya, yang saya lakukan hanya menawari dan mengajak beliau makan dan beliau menolaknya karena beliau begitu pemalu. dan peristiwa itu membuatnya terus mengingat saya dan terus membuatnya merasa bahwa sayalah sosok yang beliau cari selama ini untuk dijadikan pendamping hidup.. hm.. menurut beliau, saya adalah seorang yg cantik, pendiam(karena saya sering bergaul dngn tmn dekat saya ber-4 dan jarang gaul dngn yg lain), dan baik hati. waktu berlalu dan tiba-tiba saya mendapat sebuah surat dari seseorang yang tak mencantumkan identitas diri pengirim. surat tersebut menyatakan kekaguman beliau terhadap saya. surat tersebut sangat singkat padat dan hm.. sudah pasti dapat saya tebak siapa pengirimnya meskipun anoname. tapi saya tetap bersikap cuek saja.   
dan tiba-tiba beredar rumors dan gosip kalau beliau sangat tergila-gila pada saya dan ingin bertemu dengan saya. hal yang aneh adalah beliau tidak berani bertemu muka dengan saya. tidak berani memandang saya. bahkan ketika saya dekat, beliau akan menjauh ratusan meter. jantungnya berdegup kencang bahkan keringat dingin, dan sesak nafas. awalnya saya pikir mungkin begini lah cinta pandangan pertama,.. tapi sekarang saya tau ada kelainan pada dirinya. pertengahan 1999 beliau mulai berani berkunjung ke kost saya. dan sempat kami ngobrol 1-2x di kost. carita yang sangat singkat dan saat itu saya sedang getol dan berburu Tuhan, saya tidak mengijinkan apapun mengusik perjuangan saya mencari Tuhan.. dan setelah 2x pertemuan, saya putuskan saya tidak ingin berpacaran dengannya. dan tiba-tiba dia menghilang dari peredaran karena harus PPL dan 2002 beliau wisuda. tidak berhenti di situ, ternyata beliau selalu mencari semua hal tentang saya bahkan tak jarang beliau selalu menguntit saya waktu saya di bus, tau semua aktivitas saya tanpa sepengetahuan saya. tiap kali saya keluar kost dan kuliah beliau selalu berjuang menarik perhatian saya dari jauh. saya tahu tapi saya diam saja karena beliau selalu menjauh dari saya. 3x ke rumah saya yg di kontrakan, tapi tidak pernah berani masuk. 3x ke rumah saya yg baru dan tidak berani masuk. dan beliau melamar kerja jadi guru di SMA tempat saya sekolah dulu.. waw... gila kan.. smua hal tentang saya, beliau tau. beliau mencari tau tentang saya dari guru SMA saya. dan beliau mengaku-ngaku saya adalah pacarnya dulu. hm... gila ga tuh... yang terparah adalah setelah beliau mengetahui saya sudah menikah beliau stress berat, tidak makan 3hari dan memutuskan tidak akan menikah. beliau sangat ingin menikah tapi yang terparah adalah beliau hanya mau menikah dengan orang yg saya setujui dan saya pilihkan bahkan orang yg akan dia nikahi adalah sahabat saya yang berwajah mirip dengan saya dan hanya figur pengganti saja tapi hatinya tetap kosong dan menginginkan saya.. wow... yang lebih gila lagi adalah... beliau memutuskan tidak mau menikah dan memilih mengadopsi bayi dari anak jalanan hanya untuk mengusir sepi dan membiarkan figur saya tidak tergantikan dalam hidupnya..

bisa dibayangkan betapa terobsesinya beliau memiliki saya dan menjadikan saya sebagai ilah dalam hatinya.. bahkan saya bisa menggantikan posisi Tuhan dalam hidupnya.. jujur saya ngeri ketika bertemu dengannya. bukan karena saya takut dengan dia atau jijik dengan dia, tapi saya sangat takut pada murka Tuhan. saya tau Tuhan sangat cemburu dan bisa jadi murkaNya menyambar saya.. Tuhan ingin saya membantu menyembuhkannya tapi Tuhan pun tidak mau saya terlalu dekat dengannya.. bahkan saya mual dan muntah-muntah ketika bertemu dengannya. kepala saya pusing.. saya tau ada yang bertentangan dalam Roh, batin dan tubuh saya.. tapi saya tau ini musti dihadapi dan diselesaikan dengan tuntas.Finish Strong.. 


mengapa beliau bisa sangat tergila-gila pada saya?? karena saya hanyalah sebuah figur pengganti yang dia butuhkan. karena beliau memiliki trauma masa kecil yang sangat menyakitkan sehingga beliau membutuhkan figur yg membuatnya merasa nyaman dan aman. pada part II, saya akan ceritakan mengapa dan trauma apa yang membuat beliau menjadi seorang seperti ini. 


Sunday, September 9, 2012

bagaimana menjadi seorang konselor yang baik -part I

konseling "tidak sama dengan" pemberian nasihat
konseling "sama dengan" mendengar
nasihat "sama dengan " berbicara
ketika kita berbicara = memberi nasihat,  maka kita tidak bisa berempati kepada klien
konseling "sama dengan " keterbukaan
posisi sejajar antara konselor dengan klien membuat pemulihan sebuah hubungan

terkadang sebagai konselor, kita terjebak pada situasi dan kondisi yang membuat kita "terpaksa" memberikan nasihat pada para klien/sahabat yang sedang curhat. ternyata konseling dan memberi nasihat itu sangatlah berbeda. sebagai seorang konselor, kita tidak diperbolehkan memberikan nasihat. karena ketika kita memberi nasihat maka kita akan lebih banyak bicara sedangkan klien kita akan banyak diam. karena kriteria menjadi seorang konselor yang baik adalah semakin sedikitnya kita berbicara. konselor hanya membuka jalan untuk terjadinya sebuah pemulihan dan konselor tidak harus tau segalanya.

lho..?? jadi bagaimana sih?? cara kita meng-konselor klien?? kalau kita tidak boleh memberi nasihat..lalu apa yang harus kita lakukan?? simple saja, yang harus kita lakukan sebagai seorang konselor hanya perlu :
1. bertanya
2. mendengar
so simple.. hanya saja perlu berbagai macam trik yang bisa membuat seseorang bisa mengungkapkan semua perasaan yang terpendam yang menyebabkan dia terluka dan setelah itu membuat dia mau keluar dari cangkangnya.. itu saja.. kita hanya memberikan pilihan pilihan yang kalau dia melakukan ini, maka konsekwensinya ini, dan kalau dia melakukan itu, maka konsekwensinya ya dia akan tanggung sendiri. jadi kita tidak boleh memberi nasihat dan memaksa klien untuk mematuhi nasihat kita, karena sebagian besar klien tidak akan mentaati apa yang dikatakan konselor dan hanya akan terjadi pemulihan sementara. oleh karena itu yang perlu dilakukan konselor hanya mengarahkan dan memberi gambaran apa yang akan terjadi bila klien memilih jalan yang ini atau itu. selanjutnya keputusan kita serahkan pada klien. bila keputusan klien keliru dan tidak sejalan dengan kita, sebagai konselor kita tidak boleh memaksakan kehendak kita. yang penting kita telah memberitau semua konsekwensi yang akan ditanggung dan hanya sebatas itu saja.

tujuan konseling adalah :
1. memperkuat motivasi klien
2. mengurangi tekanan emosi seseorang (bila saat klien bercerita lalu ia menangis/memukul tembok/teriak bisa membuat klien merasa lega, jangan khawatir..biarkan mereka melepaskan semua hingga tuntas..jangan dihalangi..biarkan sampai klien merasa lega)
3. membantu klien mengembangkan potensi diri yang mereka miliki
4. mengubah struktur kognitif ( orang bermasalah ketika dalam pemikiran mereka tidak sesuai/berbeda dengan kondisi kenyataan atau realita. maka kita harus membantu mereka untuk mengubah cara pandang mereka dengan mengkonfrontasi hal-hal yang tidak selaras dalam pikiran klien)
5. meningkatkan pengetahuan dan kapasitas untuk mengambil keputusan dengan tepat.
6. meningkatkan pengetahuan diri/insight
7. meningkatkan hubungan antar pribadi
8. mengubah lingkungan sosial individu (terutama klien anak-anak)

fungsi konseling :
1. menyadarkan kekuatan yang dimiliki klien
2. menemukan hal-hal yang merintangi menggunaan kekuatan-kekuatan tersebut dan setelah menemukan, bila klien merasa tidak mampu untuk melewati rintangan tersebut, maka konselor harus mendampingi klien agar klien dapat melewati rintangan tersebut. (misal klien ketakutan berada di keramaian, maka konselor harus menemani klien pergi ke sebuah mall dan membantu agar klien tidak ketakutan lagi, dengan cara memberi penomoran pada skala ketakutan klien dan mengatakan di tempat ini skala ketakutan ku  berapa..(skala 1-10)  lalu ajak ambil nafas, berhenti sebentar, lalu setelah klien merasa nyaman, maka bisa kembali berjalan di dalam mall sampai klien berhasil menghilangkan ketakutannya. )
3. memperjelas menjadi pribadi macam apa yang mereka inginkan. (dalam hal ini maka konselor mengarahkan dan memberi berbagai macam gambaran dan pilihan-pilihan bila klien mengambil keputusan ini maka konsekwensi apa yang akan ditanggung oleh klien. bila klien telah membuat sebuah keputusan, maka konselor telah menyelesaikan tugasnya. meskipun tampaknya kita tidak berhasil atau hasil yang dilakukan oleh klien tidak memuaskan, tapi bila itu keputusan akhir para klien dan mereka merasa nyaman, maka biarlah mereka dengan keputusan mereka)

Tugas seorang konselor adalah :
1. memberikan dukungan dan kehangatan (pastikan klien merasakan dalam kondisi yang nyaman dan memiliki relasi yang baik dengan konselor)
2. menantang dan mengkonfrontasikan hal-hal yang tidak selaras (hal ini bisa dilakukan ketika seorang konselor telah memiliki kedekatan relasi dengan klien)



Saturday, September 8, 2012

dasar konseling kristen - part I

08.09.2012

begitu banyak orang yang datang pada saya dan curhat, tapi saya tak pernah dapat memberikan sebuah jalan keluar yg bisa membuat mereka keluar dari cangkang mereka dan bergerak maju. beberapa minggu yang lalu saya mendapat tawaran dari sekolah untuk mengikuti 4 sesi bimbingan konseling setara dengan 13 kali pertemuan S2 psikologi (tiap pertemuan 3sks). tanpa berpikir panjang, saya mengajukan diri untuk ikut ambil bagian dalam pelatihan bimbingan konseling tersebut. dan saya akan sarikan beberapa hal penting yang saya peroleh pada pertemuan pertama ini.

landasan pemikiran/ dasar konseling kristen :

1. Yesus menjadi teladan utama dalam konseling karena Ia adalah konselor sejati. hal ini dapat dilihat dari konsistensiNya dalam sikapNya terhadap Petrus dan Yudas. (Lukas 22:31-34 dan Yohanes 21-30)
disini dapat disimpulkan bahwa Yesus membiarkan murid-muridNya memutuskan apa yang akan mereka lakukan sekali pun Ia tau apa yang dilakukan muridNya itu salah. Ia tidak memaksa sang murid untuk melakukan atau menjadi seperti apa yang Yesus mau, tapi Ia membiarkan murid-muridNya memilih jalan hidup mereka sendiri. Ia hanya memberitahu, dan mengingatkan tapi selanjutnya Ia serahkan keputusan kepada murid-muridNya. Ia membiarkan murid-muridNya menjadi apa yang mereka mau. sebagai konselor kita pun harus melepaskan klien kita ketika mereka telah mengambil sebuah keputusan dan jangan memaksa kehendak kita pada para klien kita. Tuhan Yesus mengenal para murid selama 3 tahun mereka menjadi murid dan selama 3 tahun tersebut, Tuhan Yesus mendampingi mereka dan mengenal karakter para murid sehingga Tuhan Yesus akhirnya membiarkan mereka mengambil keputusan seperti apa yang mereka mau. meskipun keputusan itu buruk, tapi akhirnya para murid belajar bahwa dari keputusan mereka yang keliru, mereka jadi tau dimana letak kesalahan mereka dan mereka belajar dari kesalahan mereka dan kita sebagai konselor hanya berfungsi sebagai cermin tapi kita tidak bertanggung jawab atas hidup klien kita.
Yesus memiliki hati yang hidupNya digerakkan oleh belas kasihan terhadap penderitaan sesamaNya. (Matius 9:36, 20:34) tapi mengapa saat dengan Petrus dan Yudas, Ia terkesan membiarkan atas keputusan akhir dari yang mereka buat?? itu justru menunjukkan konsistensi Yesus dan Ia menjadi konselor sejati. Ia tidak memaksakan keTuhanan dan KeilahianNya untuk memaksa muridNya mengikuti apa mauNya, tapi membiarkan muridNya mempunyai free will atas hidup mereka. Ia hanya menuntun dan mendampingi mereka selama 3 tahun dan keputusan terakhir, Ia serahkan pada para murid.

2. Perumpamaan tentang tanah dan benih (Matius 13 : 1-23)
disebutkan bahwa ada 2 jenis yaitu : tanah dan benih.
tanah merupakan hati manusia dan benih adalah Firman Tuhan. Tugas seorang konselor adalah mengolah tanah (hati manusia) menggemburkan, mencabut dari onak duri, menyuburkan tanah sehingga ketika benih (Firman Tuhan) ditaburkan oleh para hamba Tuhan, maka akan berbuah lebat dan menghasilkan berkali-kali lipat.
 
jadi dapat disimpulkan bahwa konseling berbeda dengan pengajaran. konseling lebih pada menyiapkan tanah (hati) supaya baik; sedangkan pengajaran pada menabur benih.