Showing posts with label kesaksian hidup. Show all posts
Showing posts with label kesaksian hidup. Show all posts

Sunday, October 12, 2014

With the Blessing from the Lord God Almighty I go to Philippines

"Hatiku tenang berada dekatMu
Kaulah jawaban hidupku
Hatiku tenang berada dekatMu
Kau yang plihara hidupku

PertolonganMu begitu ajaib
Kau t'lah memikat hatiku
Disaat aku tak sanggup lagi
Disitu tanganMu bekerja
PertolonganMu begitu ajaib
Kini mataku tertuju padaMu
Kurasakan kasihMu Tuhan"
 
"bapak ki lho.. aku wis kerepotan beli bahan masak malah bapak milih makan karo abon!!" jeder... *suara pintu kubanting*
demikian kira-kira apa yang kulakukan saat liburan lebaran akan tiba.. jelas sekali kemarahanku krn aku sudah belanja untuk perlengkapan liburan krn ga mungkin ada orang jualan di bulan itu.. aku menangis sejadinya.. kubilang "Tuhan, aku ga kuat kalau harus menanggung smua ini. aku bukan ibuku dan aku ga akan bisa gantikan posisi ibuku.. aku ga bisa masak yg enak dan aku ga akan mungkin bisa jadi seorang yg bisa diandalkan.."terkadang aku merasa ketidak adilan yang terjadi. kakakku meninggalkan bpk dan seolah ga memperdulikan bpk ibuk (yg sudah meninggal skrng)  krn dia sdh punya kehidupannya sendiri... di jogja.. menelpon pun ga.. apalagi pulang.. dan aku pun ga memaksa untuk dia menelpon bpk. perih sebenarnya.. tiap kali harus berbohong pada bpk dan bilang "pak... entuk salam seko mbak tatik... anake sing bayi wis iso... bla..bla..bla.. " begitu terus... entah apakah bapak bisa mendeteksi kebohonganku atau ga... i dont knw. ..  dan kulihat wajah Tuhanku tersenyum... lalu adegan selanjutnya yang terjadi adalah... selang beberapa menit tak ada 5 menit bahkan.. adik sepupuku datang dan ia memberi aku ayam goreng utuh... dan kupeluk bapakku sambil menangis.. kukatakan aku ga bisa jadi pengganti ibuk... bla.. bla..bla.. dan hari itu bpk ku pun turut menangis..alhasil saling menangislah kami... ia hanya tak ingin merepotkan aku.. ya walaupun aku tau sbnrnya dia ga suka masakannku karena rasanya .. bisa kukatakan... cenderung aga "miring di rasa" xixi...

perjalanan pulang ke kintelan, dengan motor kumbangku... aku menangis.. dan moment besar selalu terjadi justru di atas motor kumbangku itu... Tuhan menawarkan sebuah liburan yg indah untukku.. "kris.. tak ajak jalan-jalan ya.. mau ga.." aku menolak dengan keras.. "jalan-jalan.. moh.... kalau bpk kutinggal piye... mesti repot.. ga mungkin dia kutinggal.. ga usah jalan jalan.. ga perlu.. bla..bla..bla.." dan sekali lagi Tuhanku hanya tersenyum...

sore pun tiba dan Argo bbm... dan bilang.. "mbak... bilang mamah kalian musti ke pilipin, aku kaul kekal.." gubrag!!! jujur kaget.. aku bilang ga ada duit, ya ga akan mungkin temenin mamah. argo bingung dan terus mengharap kedatanganku untuk menemani mamah. kubilang lagi.. aku ga bisa ijin, skolahku ga mungkin mengizinkan. apalagi untuk pergi selama 1 minggu. gila apa!! dulu aku ijin dpt beasiswa selama 3 minggu di tailan aja ditolak.. ini jg ga mungkin diijinkan.. apalagi aku habis pindah unit kerja.. ga mungkin ar.. udahlah mamah biar pergi sama tmnku aja lah.. dia jg bisa inggris...

Argo, adik iparku akhirnya memutuskan untuk menerima kaul kekal. setelah 7 tahun bersekolah di pilipin, keputusannya untuk melepas masa lajangnya untuk menerima Kristus sebagai pasangan hidupnya atau melajang seumur hidup sebelum dia jadi romo diterimakan tanggal 10 September 2014 di Cebu Filipina dilangsungkan.

Dari sekolah, sangat tidak mungkin aku mendapat ijin cuti untuk pergi tanggal 8-14 September 2014. berulang kali aku menolak.. tapi... bila Tuhan yang mengajak... maka dengan begitu mulusnya.. aku bisa lolos dan brangkat ke filipina.







aku bertemu dengan sahabatku di sana, namanya Eden.. baik banget.. dia temennya argo. dan selalu nemenin aku waktu aku di sana. smua berjalan lancar dan aku bahagia sekali. walaupun ada banyak hal tentang Katolik dan aku melihat sisi lain dari katolik. perjalananku begitu mengesankan... dan aku bahagia.

Eden-me-mamah-bulik is-argo



perjalanan pulang dari cebu ke semarang, kami mampir ke singapur. perjalanan ga semulus yang kubayangkan. sebelum pulang, radio mengabarkan cebu akan kena badai. jantungku langsung sesak. dan kulihat Tuhan hanya tersenyum... dan benar, saat pulang... pesawat berulang kali "horeg" kalo orang jawa bilang.. goncang hampir setiap menitnya.. padahal itu selama 4 jam perjalanan cebu-singapur... dari jam 8-12mlm.. gila lampu pesawat padam total dlm bbrp menit. bunyi tingtung kencangin sabuk pengaman berulang kali dengung.. aku bilang "Tuhan, kalau Tuhan ijinin aku pergi, Tuhan ijinin aku balik dengan selamat.. " dan Tuhan senyummm... bulik is udah doa terus.... tp anehnya mamah bisa tidur pules banget... dan kami sampai di singapur selamattt....

di singapur, waktu pulang... aneh... tiket pesawatku yg jakarta-semarang yg kubawa bareng sama boarding pas singapur-jkt ... ilang... gila... aku panik... kringet dingin.. musti cari printer bla..bla..bla.. dan tiba-tiba.. inget kl aku punya e-tiket yg kuprin 2 copian di tas... ampun.... akhirnya... lega... balik lah kami ke jkt... di jkt... tiketku yg isi bagasi 30kg ilang lagi... ampunnn.... tp sampe semarang, smua aman aja tuh... puji Tuhan aku aman aja dan balik semarang smua aman damai sentosa..
















Tuesday, December 31, 2013

Menghitung Berkat Tuhan

satu jam jelang akhir tahun 2013 menuju awal 2014... 
aku menghitung setiap berkat yang Tuhan sudah beri di hidupku selama setahun ini. 

tahun 20-12-2012 ibuk meninggal. dan sejak sakit (sepanjang tahun 2012) dan meninggalnya ibuk, aku merasa sepertinya kesedihan selalu ada di hidupku. tapi ternyata Tuhan gantikan semua dukacita ku di tahun 2012 menjadi sukacita yang tak berkesudahan. 

ketika kucoba menghitung dan melihat kembali.. wow, semua mimpiku dan cita-citaku tercapai tahun 2013 ini. 
1. sejak dulu berjuang untuk dapet sertifikasi, tahun 2013 sertifikasiku cair, walaupun sekarang tersendat, karena memang seharusnya aku tidak mendapatkan sertifikasi itu.. tapi satu pelajaran yang kupetik adalah Tuhan membuat mujizat agar mataku tercelik bahwa kalau Tuhan mau... Ia sanggup membuat sertifikasiku cair. tapi bukan apa yang aku mau.. tapi apa yang berkenan untuk Tuhan.. 
2. aku babtis katolik bulan oktober. menyerahkan segala hidupku pada Tuhan sendiri dan membiarkan Tuhan sendiri yang menjadi Tudung dalam hidupku. dan ketika aku menyerahkan smuanya pada Tuhan maka semakin banyak mujizat yang Tuhan buat. 
3. bertemu dan didoakan secara langsung oleh sidney mohede, sari simorangkir dan ruth sahanaya. dan ruth sahanaya adalah artis yang dari dulu kuidamkan. diva yang low profile yang bahkan dia tidak berani mendoakan aku akhirnya sari simorangkir yang doain aku dan ruth sahanaya yang mendukung doa. 
4. pelayanan jadi pembicara youth  ke tuban- luar jawa tengah untuk pertama kalinya. 
5. pergi ke luar negeri. walaupun sebenernya aku pengen banget pergi ke australia tapi Tuhan belokkan dan ijinkan aku pergi ke singapura. dengan anugerahNya aku bisa berangkat dengan biaya sendiri, untuk jalan-jalan ... bahkan walaupun jalan-jalan tapi terselib juga Tuhan ijinkan aku untuk membagi berkat buat warga kristen Indonesia di singapura. 

akhir tahun 2013 ini Tuhan memintaku berdiri menjadi pilarNya untuk tetap mengucapsyukur dalam segala hal.. karena kunci pilar berdiri kokoh adalah dengan tinggal diam dan mengucap syukur. tapi entah kenapa kuat sekali bahwa seharusnya mengawali 2014 aku masuk ke bu iin untuk berperang... dan aku tau pasti inilah waktunya untuk aku berperang dan tidak bersantai lagi. karena Tuhan sudah mengingatkan bahwa tahun 2014 adalah masa yang sulit bagiku tapi Tuhan berkata dalam kesulitan yang kuhadapi Tuhan akan memberikan kesanggupan untuk melewati masa masa sukar di hidupku. 

selamat tahun baru Tuhan memberkati. 

dan Tuhan,... Engkau tahu apa yang aku inginkan di tahun 2014 ini... aku tahu..semua jadi.. dalam nama Tuhan Yesus.. amin..

Saturday, May 25, 2013

kalung Generasi Penuntas


inilah kalung generasi penuntas milikku. dengan nomor GP 07463 Alpha Omega.
mengapa dibagikan kalung ini pada saat acara generasi penuntas? kalung menandakan bahwa setiap kita adalah prajurit bagi Kristus. setiap pejuang dalam peperangan harus selalu siaga dan selalu memakai kalungnya. bahkan ketika dalam peperangan itu, ada seorang yang gugur di medan perang, maka kalung tersebut beserta barang berharga milik prajurit itu akan dikirimkan kepada keluarganya sebagai bukti bahwa prajurit tersebut telah meninggal. setiap kita memiliki nomor masing-masing yang menjadi tanda di hadapan Tuhan. bukan sebagai benda keramat, tapi nomor ini harus dihidupi. karena kita hidup dalam iman. apa yang kita percaya adalah apa yang tidak tampak dan apa yang tidak terlihat. tapi iman kepada Kristus membawa kemenangan besar dalam peperangan.. karena peperangan yang sebenarnya bukanlah melawan darah dan daging tapi melawan penguasa kegelapan.

arti dari nomor dalam kalung Generasi Penuntas milikku adalah :
0 = hati hamba
7 = kesempurnaan
4 = tanggung jawab
6 = manusiawi
3 = trinitas

tepat seperti aku. :) menghidupi dalam iman setiap arti dari angka ini akan membawa pengenalanku lebih lagi kepada Bapaku.


Tongkat Otoritas



di samping ini adalah gambar tongkat otoritas. Tongkat dengan tiap warna dasar yang berbeda-beda. tongkat ini aku dapatkan saat acara Unity di Cirebon bersama 6 hamba Tuhan tanggal 17 Mei 2011. sebenarnya aku sudah tidak kebagian tongkat ini, tapi karena kasih dan anugerah Tuhan, maka aku bisa dapat ini dari seorang teman. sekali lagi, ini bukanlah sebuah tongkat yang dikeramatkan. tapi ini adalah tongkat yang menjadi lambang yang mengingatkan setiap kita bahwa kita memiliki panggilan dalam hidup kita dan penyerahan diri kita kepada TUhan. kita harus mengangkat tongkat otoritas kita di hadapan Tuhan sama seperti Musa yang mengangkat tongkatnya dengan ditopang oleh Harun dan Hur sehingga bangsa israel yang dipimpin oleh Yosua bisa memenangkan peperangan.  seperti dalam Keluaran 17 : 8 - 15. Mungkin anda tidak memperoleh tongkat ini tapi kita hidup oleh iman. Iman yang tidak kelihatan. jadi milikilah iman itu dan mintalah dalam doa kepada Tuhan Allah kita, dan pasti Ia akan memberikan kepada kita tongkat ini. sebenarnya panggilan saya adalah imam, tapi saya mendapatkan tongkat merah, tongkat prajurit. ketika saya tanya TUhan, apakah saya harus tukarkan tongkat ini dengan yang warna putih? karena semua harus sesuai dengan panggilan. tetapi jawaban Tuhan buat saya, memang panggilan saya adalah seorang imam di hadapan Tuhan, tapi ketika saya berperang, Tuhan ingin saya memakai tongkat otoritas saya sebagai seorang prajurit. sama seperti Musa yang menaikkan doanya kepada Tuhan dan mengangkat tongkat otoritasnya, tapi saya juga harus menjadi Yosua yang harus membawa tongkat saya untuk berperang. karena peperangan yang sebenarnya bukanlah melawan darah dan daging tapi melawan kuasa kegelapan.

ada 6 macam warna dalam tongkat yang dibagikan di acara di Cirebon :
1. putih = imam
2. biru = mempelai
3. ungu = raja
4. emas = pilar
6. merah = prajurit
7. coklat = pekerja

sebatang lilin



reshare dari sahabat FB
[ dengan harapan berbagi terangnya lilin sehingga takkan... pernah padam...GBU All]

:: Sebatang Lilin ::

Sebatang lilin, tak peduli panjang atau pendek punya batas usia. Tetapi, dalam keterbatasannya itu tadi, tidak mengurangi niatannya untuk tetap menjadi terang. Selagi dia ‘hidup’ dengan api yang menyala, dia menerangi sekitarnya. Mungkin sekitarnya itu hanya sebuah kamar yang sempit dan butuh cahaya ketika mati lampu. Atau dia adalah bagian dari banyak lilin yang dinyalakan di sebuah kamar yang lebih luas, tetapi tak henti dia tetap bersinar.



Filosofi lilin apabila diterapkan dalam kehidupan kita yang singkat ini, saya kira amat cocok juga. Hidup kita punya batasan waktu. Entah 10,20,30, atau 80 tahun. Mungkin juga sampai 100 tahun-beberapa manusia yang hidupnya berumur panjang bahkan melewati angka ini. Tidaklah terlalu masalah, yang penting selama hidup, mampukah kita memberi arti? Bak sebatang lilin yang terus menerangi sekitarnya. Mungkin angin berhembus dan membuat lilin itu berhenti bersinar, tetapi apabila dia dinyalakan, dia akan berseri dan berpijar lagi.



Kemarin, saya baru menemukan lilin yang menurut saya amat terang dalam diri seorang Rheza Christian.

Blognya http://gayot.posterous.com/ yang berisi hanya lima tulisan, telah membuahkan efek yang sangat dahsyat bagi diri saya pribadi. Memang kuantitas tulisan tidak selalu menjamin bahwa tulisan itu akan jadi baik, tetapi tulisan yang ditulis dengan hati, iman, ketabahan, dan ketegaran, memiliki cikal-bakal yang kuat untuk menyentuh para pembacanya. Rheza, yang meninggal 13 September 2011 lalu adalah seorang pemuda usia 28 tahun yang dalam masa-masa terakhir hidupnya berjuang dengan kanker yang menggerogoti tubuhnya.



Tulisannya dibuka dengan bersahaja:



About Me

Hi! Nama saya Rheza Christian. Umur saya 28 tahun. Masih muda tp udah hrs married, kl kata orang sih. #alah

Saya penderita kanker yang sangat langka yang disebut ASPS (Alveolar Soft Part Sarcoma). ASPS adalah Sarcoma yg bisa tumbuh dimana saja. ASPS juga bersifat memakan tulang.

ASPS sudah menghancurkan tulang lutut kaki kanan, tulang humerus tangan kiri, tulang humerus tangan kanan, dan tulang kerangka kepala. Hancurnya tulang tersebut membuat saya ngga bisa berjalan, dan ngga bisa angkat tangan.

Kondisi saya sekarang sih sangat baik semenjak amputasi kaki kanan (28 Maret 2011). Badan lebih segar, dan ga pucet. Kalo dulu saya harus selalu pakai jaket karena selalu kedinginan, sekarang udah normal ga kedinginan lg. Udah bisa nyanyi juga loh.. (terakhir nyanyi di Glosis pas ada live band, sangking semangatnya gigi sampe nabrak mic.. :p).



Di blog-nya, Rheza bercerita tentang pergumulannya dalam menghadapi kanker ASPS tersebut. Dan betapa dia tetap mensyukuri hidupnya, bahkan tidak berhenti menyebarkan rasa syukur itu sampai akhir hidupnya. Suatu perjuangan yang luar biasa bagi saya dan membuat saya tak tahan untuk meneteskan air mata. Dari Rheza, saya kembali belajar bersyukur dan merasa malu karena saya sering kali mengeluh atau ‘complain’ mengenai banyak hal. Padahal, betapa anugerah kesehatan itu saja sudah begitu berharga. Saya malu, Rheza! Dan Tuhan, maafkan saya untuk itu…



Bak sebatang lilin yang memberi arti, Rheza sudah memberikan arti bagi kehidupan sekitarnya. Saya tidak pernah kenal Rheza, blog-nya pun saya dapatkan dari fanpage di Facebook yang berisi kisah-kisah inspiratif yaitu Setitik Embun Inspirasi, tetapi Rheza sudah menyentuh banyak hati dengan kesaksian hidupnya, termasuk menyentuh relung hati terdalam saya.



Sesekali menulis dengan Bahasa Inggris yang prima, karena rasanya Rheza mengenyam pendidikan di luar negeri juga. Ada bagian yang betul-betul membuat saya merasa harus mensyukuri keluarga, orang-orang terkasih yang terkadang menyebalkan, tetapi memang adalah bagian dari hidup kita. Mereka ada, bukan kita yang memilih, tetapi Tuhan sendiri sudah menempatkan mereka dalam hidup kita. Catatannya yang berjudul ‘What Cancer Has Taught Me’, membuat saya kembali meneteskan air mata. Saya copy paste di sini juga buat mengingatkan kita semua, betapa kita harus menghargai kehidupan itu sendiri.



Lesson 1 : Cancer taught me to RESPECT my family

When I need to go for check up, radiotherapy, or ANYTHING else, my dad would drive me. When I was unable to use my hand to eat, my sister helps me eat, drink, and consume medicine. When I was going to face my big surgery, my brother flew thousands kilos to support me, we spent hours talking about our favorite games and it helped me to pass those painful days. What about my mom? she practically does everything! Helps me bath, helps me wear my clothes, massage my arms when it's in pain, pray for me, and the list goes on.

So.. please, don't ever hate your family member because of stupid things like "my dad won't buy me car", "my sister is so noisy", "my brother is selfish", or "my mom is so strict". RESPECT them, because they do so much in your life. How do I know that? Well Cancer taught me.



Lesson 2 : Cancer taught me to TREASURE my friends and relatives

They pray for me, they cry for me, they visit me, they treat me food that I like, they pick me up, they take me into the movie, they send me home, they scream "Yot, get well soon!", they find me best medicine alternatives, they make me strong, they helps their best financially, they walk beside me afraid I might collapse, they make me laugh, they make me forget that I'm in pain, THEY ARE MY TREASURE. How do I know that? Well Cancer taught me.



Lesson 3 : Cancer taught me to VALUE my life

How I miss dancing, how I miss partying, how I miss having casual drink, how I miss breathing easily, how I miss hanging at the games centre, how I miss driving, how I miss working, how I miss lifting my hands, how I miss walking around the mall, how I miss running around, how I miss to eat anything I like, how I miss playing guitar...



I'm saying this not because that I'm upset of my current condition. I'm saying this to let you know... HOW VALUABLE you current life is. So STOP frowning, STOP complaining, STOP sighing. Give thanks you can dance, you can breath, you can party, you can walk around the mall, you can study or work and so and so. Value your life! How do I know that? Well Cancer taught me.



Lesson 4 : Cancer taught me to be STRONG and NEVER GIVE UP

When I was first diagnosed as an ASPS patient, the world seems to collapse, it was so rare that so far no Indonesian doctor knows the disease, I couldn't help wondering about my future. Can I have a family? How long will I live? Am i going to suffer this pain endlessly? It seems that I can't make it, it seems that I'm not strong enough.. Well I had experience PAIN, being HOPELESS, and being WEAK.. I've been through them, it make me STRONGER. Now I'm not afraid of my disease, I will not give up, I've been through hell and I keep walking. Now that my condition is getting better, being strong and never give up had really paid off! How do I know that? Well Cancer taught me.



Lesson 5 : Cancer taught me to STRENGTHEN others

If you ask me, what helps me cope with this disease? My answer would be people surrounds me. My family, my friends, my relatives. They never stop strengthen me, they are the reason I keep smiling, they are the reason I keep fighting, they are the reason I keep enjoying this live. I'm so thankful having them to strengthen me. Those are the reason why I'm writing this note.. to share and strengthen You guys.



Enjoy life, don't frown, don't complain, living life to the fullest, living life as large as you can, BECAUSE LIFE IS BEAUTIFUL. How do I know that? Well Cancer taught me..



Selamat jalan, Rheza. Terima kasih buat catatan yang sungguh berarti bagi kami. Saya bahagia karena kamu telah memenangkan pertandingan kehidupanmu bersama'NYA. Dan kini kamu bahagia di sisi'NYA. Catatan penuh arti ini, semoga bisa kami manfaatkan dengan maksimal. Agar kami menghargai apa yang selalu kami anggap ‘biasa’. Nafas kehidupan, jalan-jalan ke mal, anak-anak yang memusingkan kepala, orangtua yang cerewet dan keras kepala, kakak atau adik yang menyebalkan, hanya untuk menemukan bahwa tidak ada yang kebetulan ketika TUHAN menempatkan mereka di sekitar kami sebagai keluarga kami.



GOD bless you, bro! Perjuangan yang luar biasa yang dihadapi dengan iman, menjadikan engkau layak jadi pemenang. Terima kasih sudah menjadi contoh sebatang lilin yang tegar menghadapi kehidupan bersama'NYA.



HCMC, 21 September 2011

-fonnyjodikin-
See More


Sunday, March 3, 2013

berbahagialah karena namamu tercatat di Surga

pagi ini,
ketika aku mulai lelah dan penat dengan segala beban yang ada, kembali aku dengarkan dan gabung dengan sebuah forum perbincangan OL. forum rohani yang tak lazim ada di tempat yang bisa dibilang "nakal". dengan misi menjangkau jiwa melalui media internet, banyak anak Tuhan luar biasa di sana. Mereka mengabarkan kabar baik dengan caranya yang unik.

Sebuah pertanyaan kulontarkan, karena jiwa dan rohku yang penat, sering kali aku bertanya mengapa Tuhan begitu mencintai aku, setelah semua perngkhianatan yang aku lakukan, dan mengapa IA tetap ingin menjangkau aku,.. Ya, aku tau ini adalah tahun anugerah tahun dimana Tuhan curahkan anugerah dimana tahun mendatang tidak akan terjadi kemurahan seperti yang terjadi di tahun tahun ini. tapi berkali-kali aku bertanya.

sejak aku kenal Tuhan dan lahir baru, aku selalu berjuang mati-matian menjadi seorang "pahlawan kesiangan" yang menolong Tuhan membersihkan smua nama  baik Nya dan membela DIA dari segala cemoohan. dan akhir-akhir ini, aku bertanya dan marah kesal juga pada Tuhan, mengapa seolah IA tidak memberi pembelaan padaku, .. mengapa seolah IA tidak mempertimbangkan jerih lelahku membela namaNYA.. seperti seolah aku menjaring angin. aku marah kesal dan melampiaskan kemarahanku dengan sengaja bermain api denganNYA. dan aku tau kemanapun aku pergi, IA mengejar dan menangkap aku.. Ia ingin aku kembali ke pelukanNya dengan cara-caraNya yang unik. tapi tetap aku tidak ingin... karena kemarahanku dan kekesalanku kepadaNYa..

tapi hari ini, pagi ini, seorang teman berkata... "ketika tak ada sebuah alasan pun untuk mengucap syukur, berterimakasihlah karena namamu tercatat di surga".. wow.. tertempelak aku.. benar, bukan karena jerih lelahku dan apapun yang telah kulakukan, tapi karena anugerah dan kasih karunia Tuhan...

ketika aku bertanya mengapa terus Ia mengejar aku... jawabnya simple, karena Tuhan tak pernah merancangkan sebuah rancangan kecelakaan pun dalam hidup kita anak-anakNya. IA ingin kita semua masuk surga dan hidup kekal bersama DIA.... wew... Tuhan...

tiap kali aku selalu diadu domba oleh iblis, ia membuat aku bertengkar dan adu mulut dengan Tuhan, dan selalu mengungkit masa lalu dan kebaikan yang udah kubuat, dan betapa Tuhan tidak membela ku. sehingga aku tak dapat melihat dan dibutakan olehnya... dan aku tak dapat melihat betapa Tuhan baik dalam hidupku sekarang...

Oh, TUhan... buatku tetap bersandar kepadaMU.. meskipun Engkau tau aku sering jatuh bangun.. kuatkan aku ya TUhan.. dan jamin aku sampai pada kesudahannya dan tetap berdiri teguh sampai hari penghakiman itu tiba dan didapati aku setia....

amin.

Thursday, February 7, 2013

Penambahan Tuhan

pagi ini, setelah smua hal berlalu, hidupku mulai berjalan sebagaimana adanya. Kehidupan mulai tertata ulang.  Hidupku adalah menghidupi setiap hembusan nafasNya dan berjalan di jalanNya.

setelah ibuk meninggal, hidupku tak sama lagi. ada banyak hal yang kufikirkan dan Tuhan mulai tambah-tambahkan hikmat dan kedewasaan dalam hidupku. meskipun terseok-seok dan tak sempurna. selalu ada salah dan kurang di sana-sini dan tak maksimal, tapi Tuhan tutup segala kekuranganku dengan darahNya dan kembali menutup hidupku yg berlubang dngn lubang paku yg penuh darah itu.

dengan latar belakang seorang ayah dari GKJ (tradisional) dan ibu dari GIA (karismatik) aku tumbuh menjadi seorang anak yang mencari Tuhan dan ditangkap Tuhan dengan cara Tuhan sendiri. ayah dan ibuku menikah secara kristen di GIA dan diberkati dengan double blessings dari 2 orang pendeta yaitu dari GIA dan GKJ. seiring berjalannya waktu ibuku mengikuti kemana ayahku pergi dan mengabdi kepadanya dngn beribadah di GKJ meskipun ia adalah pengerja GIA. waktu berjalan dan aku bertumbuh dalam lingkungan kristen tradisional tanpa pernah mengerti bahwa ada greja lain yang saat beribadah boleh bertepuk tangan, sorak sorai dngn sukacita.

beranjak dewasa, aku kuliah di sekolah negeri dimana mayoritas beragama muslim. semula tak ingin kuliah di sana, tapi memang itulah yg diijinkan Tuhan agar aku berkuliah di tempat itu. dan aku digiring Tuhan untuk kost di sekitar kampus yang ternyata mayoritas anak kos di situ adalah kristiani dan hampir smua aktivis kristen. mulai diajak ikut KKR waktu itu KKR Gilbert Lumoindong, aku menangis, dan pertamakalinya aku menangis di KKR matahari lantai 6. aku melihat begitu banyak orang yg sorak sorai dan menyembah Tuhan. aku hanya terdiam dan melihat ke kanan ke kiri. yang ada di otakku hanya sebuah kekaguman, bahwa ternyata di luar greja kecilku ada sebuah dunia yg besar dngn kegerakan yg luar biasa. anak Tuhan yg cinta Tuhan haus dan mengejar Tuhan. dan saat itulah pertama kalinya aku berdoa meminta Tuhan tambahkan dalam hidupku kehausan dan kerinduan akan pencarian Tuhan.

mulai mengenal teman dan kakak kelas kristen yg mengenalkan arti lahir baru, babtis roh kudus, bahasa roh, pelepasan. kegerakan bersar terjadi di kampus sekitar tahun 1999. pulang dari kampus mendapat spirit baru dan merasa penuh dengan hikmat dan pengetahuan yang baru dan begitu meluap-luap, semua orang kuinjili termasuk bpk, ibuk, pendeta GKJ, orang di halte, teman kampus, smua kukabarkan bahwa Yesuslah Mesias, bahwa akulah dan doktrinku lah yang benar, dan kamu salah. mulai merasa di awan-awan dan merasa bahwa Tuhan mengangkat derajatku sangat tinggi. seorang yg berdosa dan semula memakai baju rohani compang-samping diambil Tuhan dan diberi pakaian rohani yang baru jubah yg maha indah, tapi karakter rohani jalanan yang belum terbentuk dan terasah. serang kanan dan kiri. tabrak kanan kiri yang penting menyampaikan misi dan visi Tuhan tanpa tau sebenarnya makna apa yg sedang kulakukan.

banyak benturan, dibilang sesat orang tuaku dan hampir diusir dari rumah, dan muncul kesombongan rohani dan merasa bahwa aliranku lah yang benar dan kamu smua salah... akulah yang benar...

day by day Tuhan membuatku tersungkur dan bertelut, bahwa iman tanpa pengetahuan dan penundukan diri/perubahan karakter maka hasilnya adalah nothing.

menikah dengan seorang katolik dan selalu mempertentangkan semua tentang tata cara peribadatan dan hal-hal pernik kecil tentang "agama" tentang tradisional dan karismatik. tentang tata cara yang dibuat manusia dan melupakan esensi utama yang diajarkan kristus "di atas segalanya adalah KASIH". bahasa roh bisa hilang dan smua hal bisa berlalu tapi KASIH itu tinggal tetap dalam hidup kita dan tak ada yg dapat memisahkan kasih kita dngn Yesus tanpa seijinNya.

kini aku mengerti, ujungnya adalah Kristus sendiri. sampai kapanpun agama tidak pernah menyelamatkan. tata cara peribadatan tidak pernah membuat kita bisa masuk surga. tapi iman kita terhadap Kristus, itu yang menyelamatkan, tak ada yg lain.

ketika aku berdoa dan memohon tuntunan Tuhan, apakah aku harus pindah katolik mengikuti suami sebagai pemimpin dalam hidupku. jawaban Tuhan sungguh membuat hatiku damai sejahtera, "nak, pergilah kemana engkau pergi karena kemanapun engkau pergi, AKU MENYERTAI ENGKAU dan MEMBERKATIMU". semula aku khawatir bila aku keluar dari jalur Tuhan, maka aku akan kehilangan smua berkatNya. aku takut aku kehilangan smua blessings dan anugerahNya akan dicopot dari hidupku. tapi Tuhan tau hatiku Ia mengerti kedalaman hatiku. biji harus mati dulu agar ketika ditanam ia akan tumbuh, subur dan berbuah lebat. itulah aku, ditanam dalam Tuhan itu adalah tertanam ke dalam tanah tersembunyi dalam lindungan Tuhan sendiri dan Tuhan akan memunculkan kebenaran itu sendiri seperti siang menerangi bumi. untuk memenangkan jiwa-jiwa dalam keluarga katolik, aku harus menjadi bagian di dalamnya.tidak mungkin ketika garam dicelupkan dalam sebuah masakan di kuali ia akan menggarami seluruh masakan itu bila garam itu tetap di dalam sebuah plastik tertutup. plastik itu harus dibuka dan garam itu harus hancur dan menjadi satu dngn masakan itu dan baru terasa seperti apa garam itu membuat rasa semakin sempurna.

kami berdua mulai ibadah kecil dengan berdoa tiap malam, tak ada 5 menit,tanpa memperdebatkan aku kristen dan kamu katolik, siapa Tuhanmu dan siapa Tuhanku, bagaimana cara ibadahmu dan ibadahku, tapi hanya ada 2 lutut yg bertelut bersekutu sehati meminta bersama, dan sebuah kesederhanaan hati, kami percaya di situ Tuhan hadir. dimana kesepakatan terjadi dan TUhan sebagai center kekuatan pusat dan utama maka mujizat  dan anugerah terjadi. bukan karena cara kita beribadah bukan dimana kita beribadah dan bukan dengan sebutan agama apapun, tapi jadikan Kristus sumber dan pokok utama dari segalanya, maka smua dalam kendali Tuhan, dan percayalah selalu ada hal baik dalam hidup.

Saturday, January 5, 2013

Mandat Hidup - Mencoba Berdiri Teguh (2minggu setelah kepulangan ibuk tercinta)

Manusia diciptakan Tuhan dengan sebuah visi dan misi yang ditetapkan sejak awal ia dijadikan. demikian pula dengan hidupku. Semula aku tak pernah mengerti apa yg menjadi tujuan hidupku. apa mandat agung yang Ia beri dalam hidupku. tak ada rhema yang pasti. hanya ada sebuah petunjuk yang diwariskan sejak dari jaman ke jaman dan masa ke masa. apa yang tertulis dalam Alkitab pergi, kabarkan dan wartakan kabar baik ke seluruh negeri dan jadikan semua bangsa muridKu. hampir semua tokoh dalam Alkitab diperhadapkan pada situasi dan kondisi dimana mereka harus pergi dari tempat dimana ia berada dan keluar dari tempat yang biasa disebut dengan zona nyaman.sering kali itu membuatku dilema dan bertanya-tanya, mengapa tak pernah Tuhan ijinkan aku keluar dari kota semarang dan berkarya di tempat lain. tidak seperti kebanyakan tokoh besar di Alkitab yang selalu harus terpaksa keluar dari tempatnya yg nyaman dan menyebar ke kanan dan ke kiri.

hari-hari ini setelah 2 minggu sejak ditinggal ibuk pulang ke surga, hatiku menjadi sangat tidak tenang. begitu sedih, begitu kehilangan, begitu marah, dan sangat kecewa dengan smua yang terjadi. jujur, aku sendiri yang mengantarkan kepulangan ibuk ke surga. aku tau ada sebuah jaminan akan hidup yang kekal. tapi jujur dalam relung hati yang terdalam, aku sangat kehilangan. aku tidak pernah siap akan kehilangan seorang yang sangat aku kasihi.Dalam "kesempurnaanku" yang aku inginkan adalah membawanya pulang ke rumah dan merawatnya sendiri dan aku berfikir bahwa aku tau yang terbaik baginya.aku begitu marah pada Tuhan yang mengambil apa yang menjadi hak ku. aku menahan dan menawan ibuk selama mungkin ditengah deritanya demi egoku sendiri. aku berfikir ini wujud cintaku... menahannya lebih lama bersamaku...karena cintaku kepadanya..aku tak perduli dia menderita...tapi yang penting ia bersamakuuu karena aku "mencintainya"... kata "cinta" membutakan aku dan membuat seolah aku mencintainya dengan menginginkan dia ada bersamaku dalam "deritanya."

ibuk bukan sosok yang sempurna. aku sering bertengkar dengannya. dia pernah menganggap aku sesat, dan hampir setuju dngn bapak untuk mengusir aku keluar dari rumah saat awal aku mengenal dan tergila-gila dengan apa yang namanya "gereja karismatik". saat aku kecil, aku pernah dikejar malem-malem dan dibawakan sapu lidi mau dipukul ke tubuhku dan aku lari sampai semua orang keluar rumah dan melihat aku menangis dijewer, dan aku sudah lupa apa kesalahan yang aku perbuat. dia pernah tidak setuju aku berpacaran dengan seorang yang menjadi cinta pertamaku. dia memaksaku menikah di gereja yang menjadi sebuah kebanggaannya. dia pernah bertengkar hebat denganku bahkan jelang akhir hidupnya aku menuduhkan begitu banyak hal kepadanya karena aku mencoba menganalisa berbagai hal yg terjadi dlm hidupnya seolah aku mengerti semua kejadian dlm hidupnya padahal bahkan aku sendiri tak pernah tau kebenarannya. ibuk seorang yang terluka di masa lalunya, dan itu membuatnya takut kehilangan bpk dan menjadi sangat posesif. smua dia pegang dan ingin dikendalikan. ia benar-benar bukan seorang ibuk yang sempurna, tapi tiap kali aku marah dan kesal dengannya, aku selalu ingat betapa ia setia menemaniku. waktu aku kecil, gigiku tonggos dan tiap malam ia pijit gigiku sambil didoakan agar rapi. bahkan waktu gigiku dikawat pun ia tetap pijit gigiku. aku ingat betapa ia menceritakan semua luka hatinya setelah mbah putri meninggal dan mencoba tetap tegar dan memutuskan untuk menjadi seorang anak yang berbakti sampai akhir hayat mbah.dia selalu berusaha dekat dngn smua temanku bahkan kadang kupikir ia ingin memata-mataiku dan cocok sekali jadi agen spionase yg handal. ia selalu bangun pagi dan berusaha menyiapkan semua masakan dan matang saat suami dan anaknya bangun. ibuk selalu berusaha mencium memeluk dan memandangiku bahkan sampai aku umur 31tahun, tiap kali aku bobo disampingnya dan aku selalu berusaha membalikkan tubuhku karena tidak ingin dia melihatku dan ingin tau semua hal yang ada di otakku karena aku takut ia akan menyetir dan menghipnotisku. dia selalu ingin bercerita dan mendengar curhatku tapi beranjak dewasa aku selalu berulah dan seolah berkata dan menunjukkan bahwa aku sudah dewasa dan jangan pernah ikut campur dalam hidupku dan keputusan yang kuambil. yang ada diotakku saat itu hanya sebuah harapan yang ingin sekali terkabul secepatnya "kapan ia akan pergi dan meninggalkan aku!!!"

dan sekarang, harapanku benar-benar terjadi.. Ia meninggalkan aku selamanya. dan yang terjadi sekarang adalah aku selalu menangis saat sendirian dan tidak percaya aku tak bisa lagi menciumnya dan memeluknya. aku tidak tau apakah aku membencinya atau mencintainya. tapi yang jelas luka itu begitu menganga. aku tidak tau apakah aku begitu marah pada Tuhan yang mengambil apa yang menjadi milikku.

aku tau di sudut ruangan ini, Bapa diam dan menantiku agar aku berdiam dan mendengarkan penjelasanNya. tapi aku selalu berjuang dan berusaha menyibukkan diri dan berkata "jangan dekati aku karena Kau tak tau apa yang aku rasakan!"

dan siang ini di atas motor bututku, Ia berkata "AKU tau bagaimana rasanya kris... AKU pernah kehilangan seorang ANAK yang sangat AKU kasihi dan merelakanNYA remuk redam penuh luka dan disalibkan. AKU tau bagaimana rasanya kris... AKU tau... IBLIS menyiksa ANAKKU dengan sangat sebelum IA meninggal. AKU harus menyaksikan smua itu kris... dan AKU tidak dapat berbuat apa-apa saat melihatNYA sekarattt dan mati di kayu salib... AKU tidak dapat berbuat apa-apa kriss.. karena IA telah mengambil sebuah keputusan dan melepaskan smua hak kesulunganNYA untuk menurunkan derajatNYA agar smua manusia diselamatkan. AKU sama sepertimu saat melepas PUTRAKU yg KUkasihi.. AKU tak dapat berbuat apapun bagiNYA sama seperti saat kamu melihat ibumu sekarat dan meninggal... IA yang tak bersalah.. menanggung begitu besar derita yang dilakukan dunia karena kesalahan mereka dan AKU harus melihat smua itu.melihatNYA disakiti sedikit demi sedikit dan terbunuh perlahan. IBLIS begitu ingin melihat AKU bersedih dan berduka. IBLIS begitu ingin AKU terluka dan berharap AKU menghancurkan dunia dalam kemarahanKU. IBLIS ingin melihat kemarahanKU.. dan ingin AKU hilang sabar dan segera menghukum dunia agar ia mendapat banyak teman dalam gelap dan panasnya neraka. benar AKU terluka kris.. benar... dan AKU tidak bisa membohonginya.. dan kamu tau yang terjadi ketika ANAK yang KUkasihi meninggal, kegoncangan terjadi dan kegelapan menyelimuti bumi. AKU berduka kris.. AKU berduka.. jadi jangan pernah bentak AKU dan katakan AKU tak tau apa yang kamu rasakan. tapi ingatlah dalam kesabaranKU dan kesedihanKU, aku menahan amarahKU karena aku tau IA akan AKU bangkitkan kembali dari dunia orang mati agar semua manusia diselamatkan dan iblis tak lagi dapat tertawa karena smua tawanan hidup telah ditebus. AKU membawa pulang ibumu karena AKU sangat mengasihinya dan ia sudah menyelesaikan smuanya dngn baik. AKU melihat penderitaannya sama seperti penderitaan PUTRAKU. ia menanggung salibnya. dan ia menyelesaikan semua dengan baik. kamu telah melakukan semua tugasmu dengan baik dan menyelesaikan satu tugasmu di bumi yang sebenarnya adalah amanat agung yang KUberikan kepadamu sejak kamu dilahirkan. yaitu mengantarnya kembali pulang kepadaKU dalam hidup kekal yang berkemenangan. dan kamu tau apa yang selanjutnya harus kamu lakukan dan ada satu tugas yang kamu tau apa itu karena Roh Kudus telah memberitahumu dan itu juga harus dituntaskan. keputusan ada di tanganmu. pilihan ada di tanganmu. tetap dalam kemarahanmu kepadaKU atau melanjutkan apa yg menjadi tugasmu mendatang. semua ada di hadapanmu dan AKU tidak akan memaksamu mengambil sebuah keputusan."

Benar, apa yang IA katakan. mencoba bangkit, tidak lah mudah. berkata semua baik-baik saja tidak menyelesaikan masalah. benar aku terluka. benar aku tersakiti. benar aku kehilangan, bahkan sangat.. tapi ketika seseorang benar-benar mencintai dan mengasihi seseorang, maka ia rela melakukan apapun demi "kebahagiaan" orang yg dikasihinya.bila ibuk pulang dan tidak menderita lagi dan itu adalah yang terbaik baginya, aku yang "mencintainya" merelakannya pergi. tapi sampai kapanpun, sebuah kenangan tak akan pernah hilang selama Tuhan mengijinkan aku mengenangnya.



Wednesday, December 26, 2012

20.12.2012 - pulang ke rumah Bapa

 tak kan pernah ku lupa setiap saat bersamamu mom.. love you so much..
17 Desember 2012
08.00 : telp dari wanamukti, bahwa ibu sudah tidak merespon dan tidak mau makan
09.30 : sampai di wanamukti dan seperti biasa, aku teriak keras dan bikin heboh "bukkkk!!!" dan dia senyum peluk aku "yann... aku kangen... " dngn suara dan respon yg lemah dan aku bertanya 3x apakah ibu mau dibawa ke rumah sakit, dia bilang "moh"
10.30 : sampai di UGD  dan tetap menolak dipasang infus "moh..." dan teriak "mohh." waktu dipasang sonde (selang makan melalui hidung) tapi sekali dipasang langsung masuk. dia cuma bisa teriak tapi tubuhnya tidak cukup kuat untuk meronta.dipasang oksigen.
13.30 : masuk ke ruang (kelas 3) yg berisi 5 orang.
sepanjang malam itu tubuhnya tidak bereaksi apapun bahkan matanya tidak terpejam sedikitpun (bahkan tidak berkedip), tubuhnya dingin sedingin es.
jam besuk bbrp ibu dari lansia pringgading menjenguk ibuk
20.00 : suster memintaku tanda tangan kesediaan untuk transfusi darah B dan baru ditransfusi dini hari.
aku tidur di rumah sakit dngn pembantu dan kakakku dan bpk tidur di wanamukti, karena aku takut kakakku kecapean baru dtng dari jogja.
beberapa teman datang menghibur dan memberi kekuatan. (mbk maya, dian, mian, seorang pendoa JKI yg juga mendoakan sejak ibu sakit)
23.00 : dokter "Y" (khusus bagian ginjal) datang check dan ketemu cuma blng kalo musti transfusi dan kemungkinan cuci darah.
18 desember 2012
03.00 : darah golongan B datang dan dipanaskan.
07.00 : mulai ditransfusi. (setiap tetes darah yg masuk selalu aku doakan dan perkatakan di telinga ibuk bahwa darah Yesus membasuh setiap organ2 yg tidak berfungsi mengganti dngn organ yg baru, semua yg rusak diganti)
08.00 : dokter "H" berkata kalau hasil sample biopsi dari polip usus yg diambil adalah sel yg jinak ternyata ada bbrp yang adalah sel ganas. dan itu membuat ibuk selalu merasa mual dan selalu muntah setelah makan dan minum. dan itu mengakibatkan komplikasi sekarang ginjalnya dinyatakan tak berfungsi dngn baik dan harus cuci darah.
09.00 : mengantar kakakku mengurus E-ktp
disela-sela itu bbrp ibu-ibu dari kintelan datang jenguk ibuk.
12.00 : kakakku dan bpk berencana untuk mencari tmpt pemakaman. dan sudah ada kesepakatan tgl 19 aku dan bpk akan survey tmpatnya. jadi mbk tatik yg berjaga di RS dngn rewangku.
pada jam tersebut beberapa orang dari GKJ datang mendoakan ibuku. dan aku menyuruh pembantuku untuk pulang bersama mereka dan bersih2 rumah dan sore jam 4 kujemput lagi dan dia jaga di RS dngn mbak ku dan aku nginep di wanamukti krn rencana besok pagi aku akan survey tempat pemakaman.
13.00 : mamah mertuaku datang ngajak makan dan ia memberiku bbrp ratus ribu untuk tambahan biaya.
ngobrol dan berbincang banyak hal
16.00 : aku sampai di wanamukti dan jemput rewangku untuk ikut jaga di RS. tapi sebelumnya aku ke rumah tetanggaku untuk bertanya tentang survey makam dll. dan mereka siap mengantar.
18.00 : aku sampai di RS, bpk pulang ke wanamukti dari RS. suamiku langsung pulang kerja ke RS. mbk ku jg di RS.
jam yang sama temen telp dan berkata bahwa mereka tidak ingin kami mendahului Tuhan, dan berharap aku mendoakan  ibuku untuk kesembuhannya. karena mereka merasa bahwa aku tidak mendapat firasat apapun tentang ibuku. dan malam itu sekitar jam 7mlm aku berdoa dngn ibuku dan aku bimbing dia. dan tiba-tiba kesadaran ibuku mulai pulih dan bisa sedikit merespon. dia bilang "yan...." trus  bilang "yan... sikil ku..." "yan... sikil ku... " ... lalu aku mulai urapi semua bagian tubuhnya "aku mengurapi setiap apa yg difikirkan biarlah itu fikiran Kristus, aku mengurapi telinga ibuk biar ibuk bisa mendengar ketika Sang Tuan memanggil. aku mengurapi mulut ibuk agar ibuk bisa menjawab "ya" ketika Tuan memanggil, aku mengurapi matanya agar ia melihat ketika Tuannya datang, aku mengurapi hatinya agar mengalir hati yg penuh cinta kepada sang Tuan, dan aku mengurapi tangannya agar ketika Tuan menggandengnya ia mau, dan aku mengurapi kakinya agar dia mampu berjalan mendekati Tuannya ketika sang Tuan datang,  aku mengurapi semua organ tubuhnya ginjalnya, hatinya, jantungnya.. smuanya Tuhan ganti yg baru, ususnya, anusnya.. smuanya dipulihkan Tuhan". aku bilang "ibuk mau sembuh?" dia bilang "gelem..." dan aku bilang "kalau ibuk mau terima kesembuhan total, ibuk mau ya trima perjamuan kudus? aku bimbing ibu biar ibuk bisa pulih seperti yg Tuhan mau,  dan ibuk bilang "ya..." dan aku mulai membuka sebuah anggur perjamuan yg kubawa di rumah, dan kuambil dalam kapas dan kusuapkan 2 tetes dalam mulutnya dan dia menelannya. dia bisa mengangkat kaki kirinya dan bisa merespon. dia bisa mendengar tapi terkadang susah merespon. tapi aku selalu membisikkan setiap apa yg akan aku lakukan seperti biasanya aku menganggap dia manusia hidup dan bernyawa dan tetap dapat mendengar melihat dan merasakan setiap apa yg aku lakukan. 
21.00 : bbrp teman datang mendoakan dan ibuk tetap merespon walaupun tipis tidak seperti tadi waktu aku doakan. 
22.00 : kata mbk ku dokter "Y" datang tapi tidak memeriksa ibuk. aku tidak ada di situ jadi aku tidak kejar dokter dan tidak bertanya apapun tentang penyakit ibuk. anehnya keesokan harinya waktu aku check, beliau tidak memeriksa tapi memberi catatan. aneh bener. sampai di kintelan, dan merubah semua rencana, bahwa aku dan bpk tidak akan survey tempat untuk pemakaman. tapi kami tetap tidur di wanamukti dan sementara kakakku dan rewangku yg berjaga di RS. 

19 Desember 2012
07.00 : sebelum sampai RS aku batalkan rencana survey tempat pemakaman. aku sampai di RS karena musti anter drop suami ku krn dia ada acara dari pagi sampai mlm.  transfusi darah sudah jalan 1,5 kantung. 
09.00 : bpk dateng dan aku balik ke wanamukti untuk nganter rewangku. biar dia bisa bersih2 rmh. siang itu sebenarnya kuat di hatiku untuk survey pemakaman sendiri tapi aku tidak taat. aku memilih untuk stay di rumah dan tidur krn capek dan badanku sakit smua. 
12.00  : aku balik ke RS sendirian. rewangku stay di wanamukti. entah kenapa aku langsung mengisi pulsaku fren 50rb dan im3 ku 10rb. yg ada diotakku seakan aku akan banyak menghubungi banyak orang dan ga mungkin kalau aku cuma isi pulsa sedikit. 
13.00 : sampai di RS dan ada ibu mertuaku, ngobrol bentar trus dia pulang. 
14.00 : kakak sepupuku (arif) datang dan kami ngobrol tentang pemakaman dll. tiba2 ada teriakan tetangga kamar, yg bilang kalau ibuku muntah. aku panik dan aku langsung teriak suster. dan suster datang dngn omelannya seharusnya aku pencet bel ga usah teriak. dan ia anggap sepele, trus ternyata waktu dimiringkan ibuku juga sudah diare dan kasurnya penuh dengan diarenya. dan harus menunggu 45menit untuk diganti bajunya krn sekalian nunggu jam mandi. waktu itu aku sangat geram. dan aku nangis sampe ga ada suaranya. aku liat suster2 itu dari jendela dan aku siap2 mengutuki mereka. dan aku tau mata Bapa di Surga melihat suster2 kejam itu. dan tanganku sudah mengepal dan sprei ibuku udah aku remas2. tiba-tiba punggung kiriku 
seperti ada yg memegang. dan aku tau itu Tuhan Yesus sendiri. aku aku dalam isak tangisku aku bilang "Bapaak... Engkau melihat... Engkau melihat...apa yg mereka lakukan terhadap ibuku... Engkau melihat setiap hal menyakitkan selama di RS apa yg mereka lakukan terhadap ibuku..terhadap ku dan keluargaku... Tuhannn.... (jujur saat itu aku akan mengutuki mereka satu per satu dan aku tau kutuk ku akan sampai pada mereka dan jadi... karena Bapa sendiri melihat nya dan Bapa pun pasti mengijinkan itu terjadi.. tapi aku bersyukur Roh Kudus yg lembut mengingatkan aku) dan aku berkata... Tuhan, jagai hatiku... murnikan hatiku.... aku tau setiap kutuk akan jadi karena aku tau mulutku penuh kuasa, dan Engkau melegalkannya... tapi hari Ini ya Tuhan, Engkau melihat apa yg mereka perbuat, yang aku minta, jangan timpakan semua kepada mereka karena mereka tdk tau apa yg mereka perbuat dan aku mengampuni mereka. biarlah jadi apa yg Kau kehendaki dan bukan apa yg kukehendaki" aku menangis sejadi-jadinya kupeluk bpk ku dan aku bilang "pak... bawa pulang aja... aku jaga tak rawat dewe pak... tak rawat dewe...." 
21.00 : suamiku datang bawa nasi goreng kami ngobrol di dpn kamar dan ada seorang tetangga kamar yg bercerita panjang lebar eh.. ternyata dia adalah murid ibuku waktu SMP. dan dia langsung ke kamar ibuku pengen liat ibuku. 
22.00 : aku tidur di RS sendirian. tidak terjadi apapun. dan ibuku masih antara sadar dan tidak.

20 Desember 2012
07.00 : aku sms wakasek ku dan bilang kalau ibuk di RS dan dia janji mau datang untuk membawakan makan pagi ku.
09.30 : bpk dateng di RS dan bu han yg pagi itu kusms kalo ibuku di RS dtng bawain makanan buatku sarapan.
11.00 : saudara sepupuku yg lain yg kerja di RS tsb datang dan membicarakan tentang rencana kepulangan ibuk besok (tgl 21 Desember 2012) untuk kurawat sendiri di wanamukti. kami berunding tentang ambulan, cara sonde dan cara sibin, tabung oksigen dll.dan rencana tanggal 21 pagi aku akan belajar nyibin, nyonde dll.
12.00 : saudara sepupuku (ari) dateng dan tiba-tiba jam 13.00 ari teriak liat ibuk nangis dan sesak nafas. aku lari masuk kamar dan bpk. tidak terjadi apa2. memang ibuk sesak nafas. trus bbrp suster dateng dikira ada apa2. trus dada ibuk dicubit suster dan tidak bereaksi apapun trus dicubit lebih keras akhirnya ibuk meronta kaki kanan dan tangan kanannya diangkat teriak "aww.." dan aku nangis liat ibuku digituin.
13.00 : ari dan bpk pulang. sebelum bpk pulang, bpk nyaris ga pamit sma ibuk. tapi aku bilang, hayo bpk ga pamit ibuk. ayo pamit sik.. terus dia peluk ibuk dibisikin dan dicium.dan kembali aku sendirian.
17.00 : tetangga banyak yg dateng. dan entah kenapa aku nangis. begitu hebatnya.
setelah mereka pulang,
18.30 : tetangga sebelah rumah dateng.
19.00 : tetangga pulang. dan aku tlp mbk tatik. intinya kuminta dia percepat pulangnya krn hari itu ibuk sudah sesak nafas. aku blng smua udah siap untuk kepulangannya. dan entah kenapa aku nangis sejadi-jadinya dan itu aku dibawah kasur ibuk. ponakanku pingin banget denger suara eyang nya tapi sayangnya loudspeaker HP ku rusak. dan dalam sesak nafasnya ibuku nangis terus. dan aku berulang kali bisikin, "buk, besok kita pulang, ibuk jangan takut. nanti ibuk tak rawat. ya buk... tanggal 25 reni (ponakanku) dateng, ibuk ojo sedih, ibuk isa ketemu mereka ya bukk..tapi kalo ibuk udah ga kuat, kalo ibuk mau pulang gpp.. " dan aku nangis sejadi-jadinya.semua gorden kututup dan aku mulai doakan ibuku. entah kenapa rasanya ibuku akan pulang malam iitu. aku urapi lagi tubuhnya seperti bbrp hari yang lalu, lalu tiba-tiba Tuhan singkapkan agar aku meminta pengampunan dari Tuhan, atas smua tuduhan yang aku lontarkan yg bahkan aku sendiri tidak pernah tau kebenaran dari tuduhan dan nubuatan nubuatan yg tidak jelas kebenarannya. dan Roh Kudus ingatkan aku, bahwa tuduhan palsu itu dilontarkan bahkan oleh orangtuanya sendiri yg menuduhnya macam-macam dan semua tuduhan itu palsu belaka. seperti Tuhan ingatkan bahwa semua tuduhan yg aku lontarkan semuanya palsu dan tidak berdasar, bahkan aku sendiri tidak tau kebenarannya. dan Roh Kudus menyuruhku meminta ampun atas semua tuduhan yang aku lontarkan padanya. aku juga minta ampun krn tidak bisa memberi keturunan pd nya saat ini. Tuhan berkata bahwa ibuku adalah seorang hamba yg setia yang melewati berbagai tuduhan cacian makian, hinaan smua dia terima dan dia tetap setia... sampai akhir hayatnya...setelah itu Tuhan mengutus aku untuk meminta berkat seperti Israel meminta berkat pada Ishak ayahnya. dan aku menumpangkan tangan ibuku ke kepalaku dan aku nangis sejadi-jadinya, aku bilang "buk..berkati aku buk... berkati aku bukkk... berkati buah kandunganku..berkati hidupku... aku mau hidup seperti engkau hidup... ibuk.. aku bangga punya ibuk sepertimu... ibuk yg tangguh, kuat, ibuk yg paling sempurna... yang tidak ada cacat cela.."
tiba-tiba ada sms dari perkumpulan ibu-ibu yg saat itu sedang berdoa untuk ibuku dan di hp ku berbunyi "mbak yanti harus mencuci kaki ibuk, dan menyerahkan ibuk pada Tuhan Yesus". aku langsung telpon balik beliau, dan aku bilang, "bu, sepertinya ibuk pulang malam ini tapi aku ga tau jam berapa, tapi sepertinya malam ini." dan ibu itu berpesan agar aku melakukan seperti apa yg Tuhan perintahkan. dan aku pun melakukannya. setelah sms kubaca, aku bisiki telinga ibuk dan bilang "ibuk, bu edi bilang ibuk pulang malam ini, dan aku harus mencuci kaki ibuk. ibuk tau knp aku harus mencuci kaki ibuk? krn adat orang yahudi, saat bertamu, ia harus mencuci kakinya dan kaki harus bersih. sama seperti malam ini aku mengantar ibuk pulang ke rumah Bapa.. ibuk harus bersih. aku mencuci kaki ibuk sama seperti waktu Tuhan Yessus mencuci kaki murid-muridNya sebelum Ia disalib. buk.. siap-siap ya buk.minta ampun segala dosa dankesalahan ibuk sama TUhan.." setelah itu aku ambil washlap dan aku basahi. aku bisiki lagi.. "buk..siap siap ya buk.. aku serahkan ibuk dalam tangan Tuhan Yesus.. siap ya buk.. aku cuci kaki ibuk dan masuklah dalam kerajaan Surga, makan semeja dan sehidangan dengan Raja.." setelah itu, ibuk sempat sesak nafas dan ada dahak yg tidak bisa keluar dan aku sempat bertengkar dngn susternya..lagi lagi bertengkar..dan aku liat ibuk nangis dan akhirnya tempat tidur ibuk ga jadi dipindah krn aku sudah sangat marah dngn suster itu. dan setelah itu, aku sempat keluar sebentar ngobrol dngn murid ibuk yg jg dirawat. beliau penghiburku. om Yap namanya. lucu meskipun sakit tp bnyk omong, crewet umurnya udah 53. stlh itu aku masuk lagi ke bawah kasur ibuk trus ibuk kubisiki, "buk, kalau ibuk pulang bilang aku ya.." aku tau ibuk dengar aku. walaupun dia tidak bisa komunikasi dngnku tapi aku tau pasti dia bisa dengar aku dan dia nangis. aku bilang"buk, kalau ibuk pulang jangan takut, Tuhan Yesus sayang ibuk. Tuhan yg akan jagai ibuk" trus aku tidur. setelah itu. jam 23.15 aku bangunn dan aku langsung lihat jam di HP. dan aku liat ibuk nafasnya tipis, ga sesak nafas.tapi waktu kupegang nadinya tipis banget. aku sedikit bingung, tapi aku tau apa yg terjadi, jadi aku berjuang keras menenangkan diri. trus bpk tetangga kamar dia kupanggil, pak tolong check nadi ibuku, dan dia bilang tipis, trus aku panggil suster, suster yg tadi bertengkar dngnku datang dngn alat dan aku tau masih ada detaknya tapi sudah tidak bereaksi. lalu suster memanggil dokter jaga dan bawa peralatan lengkap. kudekati ibuk kubisiki.. "buk..kalau ibuk mau pulang, pulanglah dengan damai sejahtera, jangan takut ya buk, kalau Tuhan Ysus jemput, ibuk jangan takut... kita ketemu lagi di surga ya buk... selamat jalan buk.. bpk, mbk tatik dan aku sayang ibuk..slamat jalan buk... " tepat di jam 23.27 aku tau pasti karena aku liat HP dan aku merasakan kehadiran Sosok Agung itu menjemput ibuku dan bbrp saat setelah itu dokter berkata "mbk, ibu sdh tdk ada, bla...bla..blaa..." dan sblm dokter mengatakannya, aku sudah hubungi smua keluarga. dan aku tau persis, bukan pukul 23.45 tapi pukul 23.27.

arti setiap angka adalah hal yg luar biasa.. ibuku pulang ke rumah Bapa di Surga pada hari  ke 5 yaitu hari kamis, dimana angka 4 adalah tanggung jawab... dan pada hari kamis ibuk menyelesaikan smua tanggung jawab nya di bumi dan telah mewariskan smua nya kepadaku dan melewatinya dalam sebuah anugerah yg besar.....
tanggal 20 bulan 12 tahun 2012 artinya adalah keintiman dengan Tuhan, mengutamakan Tuhan dan memiliki hati hamba adalah sesuatu yg mutlak.
pukul 23.27 artinya keintiman dengan Allah Tritunggal sendiri adalah sesuatu yg sempurna...

Tuhan, adalah Allah yg menghitung dan menimbang segala sesuatunya.. Ia tau dan melihat apa yg manusia tak dapat lihat. Ia menakar dan menimbang semuanya setimbang dan benar-benar adil adanya.

Buk,... aku sangat mencintaimu... engkau ibuk yg paling sempurna yg aku punya. terima kasih untuk smua yg ibuk beri untukku. aku tak akan melupakan setiap detail yg ibuk ajar dalam hidupku.. benar aku kehilangan seorang yg selalu kuajak berduel. seorang yg selalu kuajak adu mulut. benar aku kehilangan seorang yg siap membelai ku dan menerima ku apa adanya saat aku susah dan tak ada teman. Engkau ibuk yg amat sempurna yg sampai jelang akhir hidupmu, aku berusaha mati-matian mencari sisi burukmu agar smua egoku untuk dapat menyakitimu terpenuhi.. tapi bahkan sampai akhir hayatmu BUK... Tuhan adalah pembelamu.... dan aku tau engkau tidak bersalah atas semua tuduhan apapun itu. bagiku, buk.... engkau ibuku yg paling sempurna... i love you mom. aku tau engkau ada bersama Bapa di tempat dimana tidak ada tangis, airmata, dan derita, tidak ada sakit lagi disana. yg ada hanya sukacita.. buk... skrng engkau jadi awan para saksi yang menyaksikan apakah aku akan melawati segala sesuatunya dan menyelesaikan smua dengan kuat, sama sepertimu.. buk.... tetap jagai aku di surga.. tetap semangati aku ya buk... aku ingin menyelesaikan smuanya tuntas seperti engkau menyelesaikan tugasmu di bumi... dan mewariskan warisan surgawi kepadaku... selamat jalan buk... aku tidak menyesali semuanya. aku tau aku menangis tiap kali bertemu orang2 yg mengenalmu dan aku berjuang keras biar aku tetap semangat... dan aku tau betapa bpk sangat kehilanganmu.. aku tau roh kematian berjuang keras menghimpit dan mengintimidasi.. tapi dalam nama Yesus Tuhan... smua dalam perlindungan Tuhan... jangan khawatir tentang bpk ya buk... bpk akan baik-baik saja, aku akan menjaganya seperti aku menjagamu... selamat jalan buk..selamat melayani Tuhan, aku tau rumah barumu penuh dengan mawar warna pink. aku sudah melihatnya. rumah tingkat itu.. aku tau kamu sangat menyukainya buk... aku tau ibuk akan menyanyi di sana... bersama paduan suara para malaikat..buk... aku kangen ibuk................ tunggu aku ya buk.... sampai ketemu lagi buk.... i love u.... ibu Hanna Rusminingsih. Pejuang Allah yang sejati...
see you in heaven mom.. 

Saturday, July 14, 2012

Perjuangan Terhadap Tumor Usus - Part II

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya adalah Taurat Tuhan , dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon yang ditanam di tepian aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang dibuatnya berhasil. Mazmur 1:1-3
demikianlah Firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab kesayanganku.

Hari-hari ini terasa begitu cepat berlalu dan terasa tak ada waktu yang tersisa untukku hanya untuk berleha-leha. seolah aku harus selalu berlari dan tidak boleh merasa lelah sedetikpun. bagaikan mempelai yang selalu harus siap siaga baik atau tidak baik waktunya.. begitulah aku harus bersikap dan bertindak.

hari-hari ini terasa Tuhan sedang menguji seluruh keluargaku. ibuku yang terkena tumor di rectumnya, kakak iparku yang terkena PHK, aku yang harus pisah dengan suamiku karena aku harus menjaga ibuku yang sakit, dan dana fungsional guru yang sangat kuharapkan yang tidak turun padahal temanku sudah dapat semua, aku harus menyelesaikan diklat sertivikasi setiap hari sabtu dan minggu sedangkan ibuku sedang sakit. dan tiap 3jam sekali aku harus menelfon hanya untuk mengecheck bagaimana kondisinya. jujur lelah, letih, capek. liburan 1 bulan yang seharusnya menjadi hal yang sangat menyenangkan dan hal yang kunantikan di akhir tahun ajaran telah melayang. tidak ada satu haripun yang tersisa hanya untuk bersenang-senang dan memanjakan diri sendiri.

jujur rasanya ingin mengeluh, ingin marah, kesal, sedih, ingin melarikan diri. tapi tiap kali hatiku merasa lelah, aku teringat oleh perkataan pembimbingku di akhir tahun lalu saat KKR Finish Strong. Beliau mengingatkan kepadaku : " kris, tahun ini (2011) kamu harus mengakhiri dengan kuat, kamu harus berdamai dengan Tuhan dan jangan simpan kemarahanmu kepada Tuhan, kamu harus berdamai dengan Tuhan dan jangan mau diadu domba oleh iblis agar kamu tetap kesal dan marah sama Tuhan. karena kalau tahun ini kamu tetap menjauh dari Tuhan maka tahun depan (2012) kamu tidak akan sanggup melewati dan tidak dapat terbang dengan kuat."

rasanya, hari ini pun aku kesal karena melihat teman sejawatku di Diklat sertifikasi tidak memberi penilaian yang fair terhadapku. padahal jelas-jelas dosen telah sangat terkesan denganku dan memberi nilai sangat tinggi. walaupun penilaian rekan sejawat tidaklah menjadi acuan para dosen memberi penilaian. jujur, rasanya ingin meledak. tapi tiap kali aku ingin marah, Roh Kudus, Roh yang Manis, Roh yang Lemah Lembut itu mengingatkan aku seperti layaknya seorang ibu membelai kepalaku dan mendinginkan kepalaku yang membara. Ia berkata, "Kris, mengapa panas hatimu? mengapa kesal hatimu? bukankah engkau adalah tanggung jawab Bapamu? hidupmu adalah tanggungan Bapamu? Biarlah Bapa yang mengurusi semuanya. dan kamu,... anakku sayang... lakukan saja apa yang menjadi tugasmu dan bagianmu, tanggung jawabmu, selesaikan itu,.. selanjutnya biar Bapa yang urus.. mereka yang menyakitimu adalah orang yang menyakiti Bapamu,.. jadi biarlah Bapa yang bertanggungjawab.. uang, uang.. dan uang.. mengapa selalu kau memikirkan dengan keras,.. bukankah selama ini kau hidup cukup dan limpah.. jangan khawatir nak.. semua ada dalam kendali Bapa.. tugasmu hanya melakukan dan menyelesaikan bagianmu.. selanjutnya percaya kepada Bapa.."

besok aku harus test akhir sertifikasi. tak yakin apakah akan lolos karena malam ini pun aku tidak bisa menyentuh buku besar ini. karena harus rapat penutupan panitia pernikahan saudara sepupu suamiku. lelah?kesal? hm... entahlah.. yang aku tau, aku belajar mengucap syukur dalam segala hal. karena sebagai hineni-Nya, hidupku bukan milikku lagi..

Ayahku telah menjadi renta. dengan katarak 2x operasi yang gagal terus dan kian memburuk. Ibuku masih tetap diare tiap 1jam sekali dan tidak berhenti. tiap malam apa yang menjadi pertanyaanku adalah "apakah aku akan ke RS hari ini? ataukah besok? atau Tuhan masih memberi waktu hingga 2 bulan lagi??" 1 minggu sekali harus periksa yang menghabiskan 800rb tanpa askes.. anugerah.. anugerah.. bila sampai saat ini Tuhan masih mencukupkan segala sesuatunya.. ibuku dan ayahku masih tetap bersi keras mengandalkan kukuatan dirinya.. itu sebabnya Tuhan berkata.. " Kris, Aku sedang berurusan dengan orangtuamu. Jangan susah hatimu, jangan sedih hatimu, jangan menjadi lelah, karena Akulah Penghiburanmu dan Akulah Sandaran Hidupmu. Aku tetap menunggu sampai mereka menyerah total kepadaKU dan meletakkan semua kesombongannya dan keangkuhannya dan kearoganannya.. dan membiarkan Aku yang mengambil alih semuanya.. sampai benar benar mereka sampai pada titik lowest level, dan mau menggunakan kartu jamkesmas-sebagai lebel warga miskin, agar benar-benar Aku mengubah yang miskin di hadapan manusia menjadi kaya di hadapanKu"

"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga." Matius 5:3

Tuha, satu hal yang selalu kutakutkan adalah, melihat orang yang sangat aku kasihi menderita. Itu sebabnya setiap kali aku berdoa, aku selalu bertanya sembuh total, sembuh proses atau pulang.. aku siap, aku rela, aku berserah total. bukan karena aku tidak mengasihi kedua orang tuaku, tapi justru karena aku tidak akan pernah sanggup melihat orang yang aku kasihi kesakitan..

Tuhan, bila salib ini adalah sebuah proses yang harus kami lalui, jangan pernah potong salib ini, dan jangan pernah membuatnya menjadi proses yang instant. karena kami tau selalu ada hal baik dalam hidup,.. karena salib ini adalah jembatan aku sampai kepada SurgaMu..

-Abba, beri aku kekuatan untuk terbang melampaui segala badai hidup.. karena aku adalah anakMu anak Rajawali-

Sunday, July 8, 2012

perjuangan terhadap tumor usus - part 1

lidahku mulai kelu, air mataku mulai menitik, dan tanganku mulai bergetar ketika aku menulis kembali di blog ini. tak tau apa yang ingin kutuliskan. tidak ada draft yang berisi ringkasan kata yang ingin kuungkap. cuma ada sesak di dada. entah bagaimana aku mulai cerita ini,...

aku mencintai ibuku dan bapakku teramat sangat. entah apa yang membuatku begitu mencintai mereka. yang aku tau mereka selalu berjuang memberikan yang terbaik bagiku dan kakakku.

colon in loop, biopsy, colonoscopy, biopsy ulang,.. dan besok, selasa 10.07.2012 penentuan kembali apakah polip di sekeliling rectum yang semula didiagnosa tumor jinak berubah menjadi tumor ganas/ kanker.

pengistirahatan usus untuk sementara adalah istilah yang paling halus dari sebuah kenyataan pahit yang harus dihadapi. pemotongan polip di rectum dan membuat anus buatan di lambung kiri yang menelan puluhan juta, hanya untuk bertahan hidup.

Tuhan senantiasa menolong dan memberi jalan untuk setiap orang yang takut akan Dia. jamkesmas akan diurus. dokter yang kenal dekat dengan suster bedah (yang adalah buliknya suamiku). operasi dan pengobatan free. adalah hal yang sebenarnya tak mungkin terjadi tapi mungkin bagi anak Tuhan.. semua dipermudah karena kebaikan Tuhan..

sembuh total,
sembuh dengan proses,
atau pulang ke rumah Bapa..
pertanyaan itu yang selalu kutanyakan..
setiap hari..
sampai kapan..
hidup berpisah dari suamiku sendiri dalam jarak yang tidak terlalu jauh..
bahkan untuk menyentuh pipinya, tak bisa kulakukan..

seorang yang dari kecil tak pernah dididik untuk dapat dengan tegas mengambil sebuah keputusan, cenderung salah menetapkan pilihan dan hampir selalu tidak tepat, mudah panik,.... tiba-tiba harus mengambil alih semuanya..

"Hai Israel, percayalah kepada Tuhan!-Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. Hai kaum Harun, percayalah kepada Tuhan!- Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. Hai orang-orang yang takut akan Tuhan, percayalah kepada Tuhan!-Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.Tuhan akan mengingat kita; Ia akan memberkati, memberkati kaum Israel, memberkati kaum Harun, memberkati orang-orang yang takut akan Tuhan baik yang kecil maupun yang besar. Kiranya TUhan memberikan pertambahan kepada kamu, kepada kamu dan anak-anakmu. Diberkatilah kamu oleh Tuhan yang menjadikan langit dan bumi." Mazmur 115

benar, Engkaulah kekuatanku dan perisaiku ya Tuhanku..

"kata Yesus kepadanya : "gembalakanlah domba-dombaKu. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan kemana saja engkau kehendaki. tapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kau kehendaki." dan hal ini dikatakanNya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memulyakan Allah. sesudah mengatakan demikian, Ia berkata kepada Petrus : "ikutlah Aku" Yohanes 21


Monday, February 6, 2012

KESAKSIAN "Iman-Percaya"

Saat teduhku hari ini
Sabtu, 18.06.2011
05.33wib

Siapa bilang sakit gigi tidak bisa sembuh? siapa bilang tumor ga bisa sembuh? siapa bilang tiroid ga bisa sembuh?? siapa bilang lumpuh ga bisa sembuh? siapa bilang tuli ga bisa sembuh? siapa bilang buta ga bisa sembuh?siapa bilang sesak nafas ga bisa sembuh?? siapa bilang orang berkerudung tidak bisa terima kesembuhan dari Yesus??  Di dalam ISA, di dalam YESUS, di dalam darah ANAK DOMBA ada kesembuhan.. Buat Tuhan kemustahilan adalah suatu tanda bahwa Allah akan mengadakan suatu mujizat. seberapa anda taruh iman percaya anda, sebesar itu pula lah anda akan memperoleh mujizat anda.

siapapun orang yang mendoakan anda sehingga mujizat terjadi, tidaklah penting. taruh iman dan percaya anda pada ISA sang MESIAS dan percayalah mujizat menjadi milik anda dan sudah bisa dipastikan mujizat jadi milik anda.

Syarat terima kesembuhan Ilahi sangat mudah, tinggal akui bahwa Yesus adalah TUhan sang juru selamat dan penyembuh anda, dan bersiaplah terima kesembuhan... simple.. tidak ribet... GRATIS...

Dulu saya sering ikut KKR dan melihat ada mujizat kesembuhan dari kejauhan.. tapi tadi malam saya mengalami sendiri jamahan TUhan terjadi.

saya bertugas menjemput 15 orang tua di daerah Bergota (area pemakaman di semarang). dan ada 25 orang yang lain yang dijemput teman saya. dari sekian banyak orang yang didata, dari jumlah 15 orang itu saya hanya bisa membawa 2 orang.hanya 2 orang... :) saya tidak terlalu kaget... ada beberapa yang sudah ganti baju siap berangkat, tapi imannya membuat dia menarik dirinya kembali.... saya sudah terlalu terbiasa dengan hal itu. saya sudah terlalu sering ditolak oleh mereka. sudah terlalu sering. dan itu bukan hal yang mengagetkan. yang membuat saya sedih adalah kenapa disia-siakan sebuah kesembuhan gratis yang syaratnya mudah sekali. tinggal percaya dan anda sembuh... gratis... ga susah.... tinggal PERCAYA. gampang toh??? tapi bagi banyak orang "percaya" bukanlah hal yang mudah. karena dunia telah terlalu melukai mereka sehingga mereka tidak punya rasa percaya lagi. tidak ada pengharapan lagi karena hidup mereka sudah sangat pahit.

ibu SUDARMAN hm... sekilas nama yang biasa saja.. tapi IMANnya luar biasa. setelah berkeliling ke rumah-rumah mencari 15 orang yang kami cari, ibu SUDARMAN akhirnya kami temukan. dia sedang berjalan ke dokter mencari obat untuk sakit giginya. dia sekaligus penderita tumor dan tiroid. wow.. ngeri ya... macam-macam. saat berjalan 30x ia harus berhenti karena sesak nafas. ibu itu gemuk. kuajak dia brangkat, agak mengeluh," tapi aku sakit.. gimana...." aku bilang aja, justru itu ibu datang, nanti sembuh... trus dia berdalih, ya udah tak ganti baju dulu. kupikir dia ga akan datang. maklum lah 15x penawaranku ditolak..hahahaha.. dan siapa sangka yang terakhir ini justru yang paling besar imannya. aku mulai putus asa. tapi tiba2 kutemukan seorang ibu yang ada di daftar. ibu sutinah, seorang ibu tuli total sejak lahir. dan dia mau datang. ibu 75 tahun berkerudung yang mau datang. wow... hahahahha.... luar biasa.. dan setelah menaikkan ibu sutinah ke angkot, aku berniat meninggalkan ibu sudarman, tapi chandra teman pengajar rumah singgah yang menemaniku, ia mengajakku untuk jemput lagi bu Sudarman, aku bilang, okelah, kalau dia ga mau ya udah.. toh yang rugi bukan aku. yang rugi juga mereka sendiri... setelah tanya beberapa orang karena jujur aku lupa jalannya, kami temukan bu sudarman dengan nafas sesaknya berjalan terengah2.... "maaf ya mbak.... lama nunggunya... " wow.................. saat aku melihat iman besar sedang berjalan... ia mengeluh dan mengeluh dan mengeluh, dari jauh aku langsung teriak bukan karena lebay.... tapi karena aku lihat IMAN!!!... "HARI INI IBU SEMBUHHHH!!!!" Ibu itu bilang AMIN..... sambil terengah2 dia jalan... sambil cerita smua sakitnya sampai pingin matii.... hmm... pikirku... ini dia orang yang dicari Tuhan.... orang yang terparah sakitnya PASTI yang terima mujizat.....

1 daihatsu (angkot) yang bisa diisi 15 orang, malah diisi 2 orang aja.. pikirku, Tuhan tidak butuh KUANTITAS.. Tuhan butuh KUALITAS...

lalu saat sampai di gereja, tergerak hati saya untuk duduk di sampingnya ibu Sudarman. saat pujian dinaikkan dia nyannyi dengan sedikit muram karena nahan sakit gigi.. tapi pujiannya begitu rancak dan luar biasa..... dan ku ajak dia joget.........tanda dia bersuka cita... bahwa ia terima kesembuhan...harus dirayakan...itu namanya iman... belum lihat tanda apapun...belum rasakan kesembuhannn apapunnn...tapi bersorak soraiii bergembiraaaaa dan mulaiii berkata sembuuuuhhhh... dan sampai di satu titik tiba-tiba dia memelukku sangat erat, aku peluk dia aku mulai doakan dia. aku pegang daerah yang sakit aku sebut semua yang sakit aku tumpang tangan dan dia menangis. dan tibalah pak Petrus Agung datang dan menantang semua orang untuk menerima kabar suka cita itu.. bahwa barang siapa percaya Yesus, ia akan sembuh... dan saat itu Yesus sendiri hadir. saat Pak Agung selesai mendoakan kami aminkan bersama-sama. Pak agung tidak jamah satu orangpun.... hanya konselor yang mulai PRAKTEK IMAN... bukan "kultus pribadi" tapi biar nama Tuhan sendiri yang dimulyakan... pak Agung ingin mengajarkan pada jemaat bahwa kuasa itu bisa diterima siapapuuunnnn asal percayaaa.... ada kuasaaa... aku jamah bagian tubuh ibu yang sakit dan terasa sekali aliran hangat itu mengalir justru setelah pak Agung selesai doa.... selang agak lama, dannn....ia mulai praktek iman, mulai gerakkan bagian badan yang sakittt...ibu itu terima kesembuhan yang dari Tuhan... semula kupikir si ibu ini masih merasa sakit.. tapi ternyata.... agak lama berselang, dia bilang punggungku ga nyeri lagiii, leherku ga sakit lagiii,,,, sakit gigiku ilangggg........ kuraba benjolannya, mulai kempes... dan saat pulang kulihat cara jalannya sudah beda.. dia semakin kuat berjalan dan benjolannya mengecil....IMAN telah menyelamatkan.. siapakah aku?? hanya seorang yanti yang tidak memiliki kuasa apapun, tapi ketika sebuah saklar itu dinyalakan dan melekat pada sumber tenaga maka ia akan berdampak....

aku harus semakin kecil dan IA harus semakin ditinggikan... baru kali ini saya menjadi konselor, dan baru kali ini ada di ibadah untuk mendoakan seorang dengan sakit yang parah dan berdampak betul..... bukan karena saya adalah seorang yanti... tapi karena YESUS dan IMAN ibu yang mau disembuhkan... itu yang membuat mujizat terjadi.. saya hanya berdoa saja, toh kalaupun sembuh atau tidak, itu bukan urusan saya.. yang berurusan kan Tuhan, saya ga akan dapat malu, karena saya hanya lakukan bagian saya... dan TUhan yang lakukan bagianNya. simple.... sangat simple ternyata... menjadi konselor tidak terlalu memusingkan... karena mereka berurusan langsung pribadi dengan Tuhan.. bukan dengan saya sebagai seorang pendoa.. hahaha.. ini kunci yang aku cari selama ini... kunci kesembuhan adalah Terima Yesus, beriman bahwa Yesus sembuhkan, dan terima kesembuhan... simple.... sangat simple....


"Dulu aku percaya dari apa kata orang. Dulu aku percaya dari mendengar kabar baik itu dari atas bukit yang jauh. hari ini aku percaya karena aku mengalaminya sendiri. iman seorang ibu akan kesembuhannya dari tumor, sakit gigi dan tiroid telah menyelamatkannya. IMANnya telah menyembuhkannya. bukan lagi apa kata orang.. tapi karena aku telah mengalaminya sendiri dan MAKIN BERTAMBAHlah iman dan percayaku kepadaNYA." -KRIS

AMEN

Tuesday, January 17, 2012

Perempuan, Mengapa Engkau Begitu Perasa?


Saya adalah seorang perempuan yang memiliki karakter perfeksionis, dinamis dan mudah bosan, kadang saya bingung dengan diri saya sendiri. Saya berjuang mendapatkan jawaban demi jawaban yang bisa memuaskan hati saya. Ikut seminar ini dan itu, smua berhubungan dengan otak, pikiran dan terapi diri sendiri. Tapi ternyata, tidak saya temukan jawabannya juga. Saya tidak juga merasa puas dan terus saja bertanya-tanya. Saya sulit menganalisa diri saya sendiri. Itu sebabnya saya terus menerus mengobservasi diri saya sendiri. Saya selalu ingin tau, mengapa saya dengan mudah bersikap dingin dan berbalik 180 derajat menjadi sangat hangat dan menyukai pertemanan, mengapa saya begitu moody, mengapa di lingkungan yang saya anggap tidak terlalu aman bagi saya, saya memilih berdiam diri, mengapa saya mudah meledak, mengapa saya cengeng, mengapa saya berperilaku begini dan begitu. Mengapa hal kecil tiba-tiba bisa menjadi besar. Mengapa saya tiba-tiba bertingkah berlebihan. Mengapa saya selalu berfikir negatif. Berbagai buku temparamen, karakter dan kejiwaan saya baca. Dan saya menemukan beberapa hal dari pengalaman pribadi saya  yang kemudian saya gabungkan dengan semua buku yang saya baca, dan saya sarikan yang mungkin bisa membantu bagi saudara yang mengalami persoalan yang sama dengan saya.

1.  ingatlah bahwa seorang wanita memiliki ketidakstabilan hormon. Dan mau tidak mau itu mempengaruhi aksi reaksi wanita terhadap suatu hal. Disadari atau tidak, pengaruh tamu bulanan itu menyebabkan ketidakstabilan emosi wanita. Jadi tiap kali anda akan bereaksi terhadap suatu hal, bila itu dirasa anda mulai lebay, check diri anda sendiri. apakah anda benar-benar merasa bahwa kasus itu memang kasus yang besar yang perlu ditindak-lanjuti dengan porsi hati yang lebih besar, atau itu adalah kasus sederhana yang tidak perlu diperpanjang. Dan bila anda sudah mengetahui jawabannya, segera cut dan berhenti memperpanjang. Solusi untuk mencegah terjadinya emosi yang terlalu besar, biasakanlah mencatat dalam kalender bulanan anda, kapan waktu anda datang bulan. Sehingga anda bisa lebih mengenali, peduli dan menyayangi diri anda sendiri. Karena Tuhan pun ingin agar anak-anakNya juga perduli lebih mengerti dan mengasihi (mengasihi tidak sama dengan mengasihani) dirinya sendiri.

2. setiap orang memiliki masa lalu yang disadari atau tidak, itu berdampak dalam kehidupan dan perilaku seseorang. Selalu ada aksi reaksi yang “menyangatkan” atau justru sebaliknya. Contoh : Bila anda orang yang sejak kecil tumbuh dalam lingkungan yang suka mencemooh anda, maka ada 3 reaksi yang mungkin terjadi :
--> reaksi pertama : bila jiwa anda mempunyai jiwa pemberontak, anda akan menjadi seorang yang akan memiliki kecenderungan untuk menjadi seorang yang dengan mudah merendahkan orang lain dan itu akan secara terang-terangan anda lakukan.dan ini akan berdampak jelas sekali saat anda melukai hati orang lain yang bersinggungan dengan anda. Dan saat kepahitan dan kemarahan itu memuncak, yang terparah anda akan dapat membunuh orang lain baik itu membunuh karakter mereka dengan kata-kata yang sangat melukai atau benar-benar membunuh secara fisik.
--> reaksi ke-dua : bila anda mempunyai jiwa yang lebih nrimo, anda akan menjadi seorang yang merasa minder dan mudah sekali menyerap apa yang ada di sekeliling anda. Bagaikan sebuah sponge yang akan menyerap semua dan mengendapkan di dalam hati sampai kepahitan itu akan memuncak dan saat anda meluapkan kemarahan itu bisa berdampak pada menyakiti diri sendiri, hingga yang terparah adalah bunuh diri. kemungkinan reaksi yang timbul adalah dengan tidak mengajak bicara orang yang telah menyakiti hatinya dan menganggapnya "seolah manusia itu tidak pernah ada di muka bumi." dan ini pun bisa membunuh karakter orang-orang di sekelilingnya dan orang yang dekat dengannya.
--> reaksi ke-tiga : seorang yang stabil jiwanya, ia bisa mengontrol sakit hatinya. Ia meredam segalanya dan memilih tetap bersikap baik saat dia disakiti. Reaksi yang ke-3 ini menunjukkan kedewasaan seseorang. Dia dianggap sangat dewasa ketika ia bisa mengelola emosinya dan bersikap bijak saat dia diperlakukan tidak adil. Dan bahkan banyak orang kristen yang belum bisa mencapai tahap mengelola dan mengontrol emosinya. Tapi ada kemungkinan orang ini akan balas dendam. Tapi reaksi saat dia tidak mampu menahan lagi, tidak bisa diprediksi. Mungkin ia akan berdiam diri dan menunggu batas waktu sabarnya habis dan ia akan membalas lebih kejam atau menyerahkan pembalasan kepada Tuhan (dalam hal ini bisa saja ia tidak tulus mengampuni dan berharap penghakiman Tuhan lebih kejam dari pembalasan yang ia buat, karena akar sakit hati dan kecewanya belum terselesaikan) . Tapi reaksi yang ke-3 ini belum sempurna, karena ia masih menyimpan sakit hati dan pahit hatinya itu, sampai benar-benar ia bisa melepaskan semua sakit hatinya di bawah kaki Yesus maka ia akan memperoleh kelegaan yang luar biasa dan kelepasan dari belenggu-belenggu yang mengikat hidup kita.

Contoh di atas hanya terjadi pada satu kasus, yaitu karena anda tinggal dalam lingkungan pencemooh. Bagaimana bila anda tinggal dan tumbuh di lingkungan yang lebih buruk dari itu. Padahal tiap orang mempunyai latar belakang kehidupan yang berbeda-beda padahal kita dituntut untuk menjadi seorang yang bisa fleksibel dan mengasihi semua orang dan ada ekspektasi/harapan dari orang lain atas diri anda. Anda diharapkan bisa menjadi seorang yang sempurna di mata orang yang ‘mengharapkan’ anda, seperti boss anda, sahabat anda, orang tua anda. Bahkan Tuhan pun memiliki standart khusus bagi orang yang mau mengikut Dia sebagai “murid”. seperti apa yang Paulus tuliskan dalam 1 korintus 10:33 "sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat. " Keselamatan diperoleh secara gratis dengan darah Yesus di Calvary tapi selanjutnya untuk menjadi seorang murid, diperlukan kriteria-kriteria khusus yang Tuhan tetapkan sendiri. Dan ketika satu kali anda tidak memenuhi harapan/espektasi mereka terhadap anda, mereka akan kecewa dan mungkin bila itu tidak segera dibereskan, maka itu akan berdampak lebih besar lagi dalam kehidupan anda. 
Berikut ini saya akan memberikan beberapa contoh lain agar anda memperoleh gambaran-gambaran nyata.

Bila anda tumbuh dalam lingkungan keluarga yang terbiasa memanjakan dan memenuhi semua kebutuhan anda, anda kemungkinan besar akan bertumbuh menjadi seorang yang tidak memiliki mental baja dan cenderung mudah mengasihani diri sendiri dan cenderung memilih terpuruk dan menyalahkan diri sendiri atau justru sebaliknya memperlakukan orang lain seenak sendiri dan tidak mau koreksi diri dan tidak mau terima didikan. Dan bila suatu ketika anda berada di posisi anda kehilangan segalanya, anda akan berjuang melakukan apapun juga agar anda mendapat pengakuan dari orang lain bahwa ianda benar-benar memiliki sesuatu atau sebuah talenta yang bisa dibanggakan atau lebih tepatnya disombongkan.

Bila anda tumbuh dalam lingkungan yang penuh iri dengki dan tipu muslihat, kemungkinan besar anda akan menjadi seorang yang licik. Seorang yang penuh dengan kepahitan dan kecewa di hatinya,, bahkan terparah kecewa dengan Tuhan, ia akan bertumbuh menjadi seorang yang kejam dan tidak kenal ampun bahkan tak segan untuk menghabisi nyawa orang lain (contoh Hitler).  Atau mungkin anda adalah seorang dengan latar belakang tertolak, pernah digugurkan waktu dalam kandungan, mungkin anda punya penyakit yang diturunkan oleh orangtua anda, atau anda pernah dipersembahkan kepada dukun-dukun atau dewa-dewa sejak anda masih bayi. Atau justru mungkin anda tinggal di lingkungan yang sangat bebas dan melegalkan segala hal yang menganggap bahwa hidup tidak kudus, miras, candu narkoba, kumpul kebo, lesbian dan homoseksual adalah hal yang wajar dan normal. Kenali diri anda sendiri dengan kembali mengingat masa lalu anda. Dan segera cari apa akar persoalannya dan setelah ketemu, doakanlah itu bila perlu dengan puasa. Bila anda tidak sanggup mengatasi semua trauma-trauma hidup seorang diri, ajaklah seorang yang memiliki keintiman dengan Tuhan yang haus akan Tuhan yang bersedia untuk membantu anda agar anda bisa lepas dari jerat masa lalu anda.

3. temperamen anda dipengaruhi juga oleh jenis dan tipe karakter anda. Apakah anda melankolis, koleris, sanguin, atau plekmatis.  Setelah anda doa kelepasan dan dilepaskan dari semua dosa masa lalu anda yang mengikat dan merintangi anda, belajarlah untuk lebih memahami diri sendiri dan tipe-tipe karakter. Tipe karakter atau watak atau apapun lah bahasa kerennya, menurut saya ini adalah sifat bawaan yang berasal dari gen-gen perpaduan yang diturunkan oleh nenek moyang dan orang tua anda. Jenis karakter/sifat ini bisa dipelajari dengan membaca buku-buku tentang karakter dan bisa diubahkan dengan bantuan Roh Kudus dan Tuhan Yesus. Sifat-sifat anda ini bisa diubahkan setelah anda tau apa sebenarnya akar permasalahan dalam diri anda. Setelah anda mengetahui semua tipe dan kelemahan dalam diri anda, perbaikilah itu dan belajarlah memahami karakter-karakter manusia lain dan mengerti apa kelemahan-kelemahan mereka. Itu perlu dilakukan bukan untuk menjatuhkan orang lain, tapi untuk hidup berdampingan dan menyesuaikan diri dengan orang lain karena Tuhan tidak hanya menciptakan manusia sebagai mahkluk individual tapi juga mahkluk sosial yang butuh orang lain untuk sosialisasi dan bergaul.

Nah, bila sekarang kita telah lebih memahami diri kita sendiri, kini waktunya untuk kita bersikap dan bereaksi dengan tepat seperti apa yang Tuhan mau. Karena Tuhan ingin setiap anaknya berjalan dalam ketepatanNya. Jangan pendam sakit hati, kecewa dan membiarkannya membatu dan mengakar. Dan ingatlah selalu bahwa reaksi kita menentukan hidup kita selanjutnya. Tuhan memberkati.

-Amin-

Wednesday, January 11, 2012

Macam-Macam Ujian


Oleh Hadassah, disarikan dari pengalaman hidupnya berjalan bersama Tuhan.
Semua manusia pasti melalui sebuah fase pertumbuhan dalam hidup.  Dan tidak semuanya berjalan mulus seperti apa yang diinginkan. Di akhir setiap kejadian, selalu ada “persimpangan keputusan” dan itulah “ujian akhir” yang harus dilewati.  Reaksi atas setiap kejadian  dalam hidup kita menentukan  hidup kita selanjutnya. Macam-macam ujian itu adalah :
  1. Ujian kesetiaan
Di akhir sebuah kejadian, akan ada ujian dimana kita diperhadapkan pada suatu persimpangan dimana kita harus memutuskan apakah kita akan tetap berada di situ ataukah kita akan pergi meninggalkan tempat itu.  Yang harus dipastikan adalah :
a.        jangan pernah meninggalkan begitu saja ‘apa yang belum dituntaskan’. Seorang pejuang sejati tidak pernah meninggalkan pekerjaan/tugas yang belum diselesaikan dan meninggalkannya terbengkalai. Tuhan tidak ingin anak-anakNya menjadi seorang pengecut. Tuhan ingin setiap anak-anakNya menuntaskan dengan kuat apa yang menjadi bagian yang harus dituntaskannya dalam hidup. Jangan sampai tergoda oleh tawaran manis apapun juga.  Kadang kelelahan dan kejenuhan akan memaksa kita untuk berhenti dan meninggalkan tanggung jawab yang harus kita selesaikan.  Istirahat sejenak boleh, agar jiwa kita disegarkan. Tapi jangan sekali-kali berhenti. Tuhan mencari anak-anakNya yang setia pada perkara yang kecil dan menyelesaikan tanggung jawabnya, sampai masanya tiba, Ia sendiri akan menuntun anda keluar menuju tanah perjanjian yang Ia janjikan.
b.      Jangan sekali-kali anda pergi tanpa mendengar langsung dari Tuhan agar anda pergi, karena bila anda tidak mendengar dengan jelas dan hanya dengan nafsu, mengambil keputusan untuk pergi,  maka suatu saat ketika anda mengalami masa sukar, anda akan mengalami kekecewaan dan kepahitan kepada Tuhan, karena anda merasa janjiNya tidak tergenapi. Hidup anda adalah keputusan anda bersama dengan Tuhan, dan tidak dipengaruhi oleh orang lain. Seorang nabi dengan kuasa nubuat terbesar pun tidak dapat berbuat apa-apa, karena ini adalah hidup anda dan andalah yang mengambil keputusan. Jadi putuskanlah sendiri bersama dengan Tuhan. Sekalipun seorang nabi memberi nubuatan, bila anda tidak mendengar sendiri dari Tuhan, maka jangan ambil keputusan apapun, karena bila suatu saat anda mengalami kegoncangan, anda akan dengan mudah menyalahkan Tuhan dan nabiNya, bila anda sendiri tidak mendapat rhema dari Tuhan.
c.       Pastikan bahwa ketika Tuhan yang berjanji, maka Ia yang akan menggenapi. Jangan memaksakan diri anda untuk menggenapi rencana yang Tuhan buat untuk anda, tapi Tuhan lah yang akan menggenapinya untuk anda. Jadi berhentilah khawatir bila rencanaNya tidak tergenapi, karena bila  itu yang Ia mau, tidak ada satu pun yang dapat  menggagalkan rancanganNya dan Ia pasti menggenapinya. Satu yang perlu anda doakan adalah ‘berjalan dalam ketepatanNya’ dan ‘menyelesaikan sampai garis akhir’. Nikmatilah hidup dan jangan ngoyo.  Ketika Tuhan diam, anda tidak perlu memaksaNya menjawab pertanyaan anda. Nikmati saja keintiman denganNya. Berdiam di bawah kakiNya dan nikmati kedekatan anda denganNya sehingga Tuhan sendiri turun tangan dan meredakan semua gemuruh dan badai di hati anda. Ketika Tuhan suruh berjalan, maka berjalanlah, ketika Tuhan suruh anda berhenti, berhentilah. Ketika Tuhan suruh anda meratap, merataplah. Ketika Tuhan suruh anda bersukacita, bersukacitalah. Tuhan tau kapasitas hidup kita. Dan berjalanlah dalam pimpinan Tuhan dan jangan biarkan diri anda dan ego anda dan semua sifat perfeksionis anda memimpin anda, tapi biarlah Tuhan mengambil alih semuanya. Hidup maksimal buat Tuhan bukan berarti kita harus ngoyo. Hidup maksimal buat Tuhan adalah hidup ‘tepat’ seperti yang Tuhan mau. Susah payah tidak akan menambah apapun bahkan tidak menambah kekayaan anda di bumi. Ngengat dan karat akan menghancurkannya. Tapi hidup ‘tepat’ seperti yang Tuhan mau adalah ‘tepat’ dalam segala hal dan tidak ada yang meleset sehingga setiap hal yang kita perbuat tepat seperti yang Tuhan inginkan. “Tepat seperti yang Tuhan inginkan” bukan berarti kita harus mati-matian  babat habis hajar iblis bahkan rela mati konyol. Lakukan dengan ketepatan dan otoritas maka hasil yang dicapai akan maksimal seperti apa yang Tuhan mau.
  1. Ujian kasih
Ujian kasih adalah ujian yang berat. Mengapa? Karena saat ini dunia mengalami krisis kasih. Kasih di dunia telah menjadi dingin dan tawar. Sehingga ketika ada seorang yang benar-benar tulus ingin memberikan kasih kepada anda, maka terkadang otak kita memblokir dengan berkata ‘apa tujuannya?’.  Ujian kasih adalah ujian ketulusan. Bisakah kita mengasihi Tuhan dan orang lain dengan tulus tanpa sebuah embel-embel “kalau aku berbuat ini, maka aku akan mendapat ... “. Ujian ini menguji warna hati kita yang sesungguhnya di hadapan Tuhan. Bagi seorang yang perfeksionis dan sempurna, ujian ini akan terasa sangat sulit. Karena di sini ia akan dituntut untuk bisa mengasihi tanpa memperoleh imbalan apapun. Mungkin dalam hal memberi orang dengan tipe perfeksionis tidak akan kesulitan. Tapi dalam hal memperoleh “sebuah pemberian” maka  tingkat ujian kasih ini semakin meningkat, ia akan merasa ketakutan dan merasa khawatir karena itu berkaitan dengan ego dan gengsinya. Karena apa yang ada di dalam otaknya adalah berbagai macam pertanyaan : mengapa mereka berbuat baik kepadaku? Apa tujuannya memberi hadiah yang bertubi-tubi untukku? seharusnya aku yang memberi itu untuk mereka tapi mengapa justru mereka yang memberi untukku??   konflik di dalam otak akan semakin meningkat ketika seorang yang jauh dari standart ukuran “sempurna” mencoba untuk berbagi dengan tulus untuknya. Ia akan segera menolaknya dan menganalisis dengan otaknya bahwa ada tendensi tertentu yang sedang diciptakan untuk menghancurkan hidupnya. Berbagai tipuan ,iblis ciptakan untuk membuat seorang perfeksionis merasa bahwa dirinya jauh lebih baik dari siapapun dan tidak berhak menerima kasih yang tulus, dan hanya dialah yang berhak memberi bukan diberi. Jangan biarkan iblis menghancurkan anda dengan mereka-rekakan pikiran-pikiran ruwet dan kacau agar badai di hati anda tidak reda.
Ujian kasih ini berlaku juga antara kita dengan Tuhan. Sebuah contoh simple, ketika kita memberikan sebuah persembahan kepada Tuhan. Apa yang ada di otak kita?? Apakah kita memberikannya dengan Tulus?? Hm.. butuh 31 tahun bagi saya untuk mengerti arti memberi persembahan dengan tulus kepada Tuhan. Semula memberi persembahan kepada Tuhan adalah mengembalikan apa yang menjadi haknya Tuhan. Dan memberi jumlah maksimal yg saya mampu beri akan membahagiakan Tuhan. Tapi baru saya sadari bahwa semua adalah kepunyaan Tuhan. Dan memberi maksimal dan habis-habisan buat Tuhan belum tentu membuatNya bahagia. Buat apa Ia memintaNya toh semua adalah milikNya. Suatu ketika saya membaca sebuah novel karangan Tommy Tenny yang berjudul Hadassah (Ester). Ia memiliki waktu 1 tahun mempersiapkan diri untuk 1 malam bersama Raja. Satu malam itu menentukan apakah ia akan menjadi ratu atau akan menjadi seorang gundik yang dilupakan oleh Raja. Semua calon ratu sampai pada masa ia boleh mengambil semua perhiasaan kerajaan dan boleh mengenakannya untuk malam pertama bersama raja. Semua mengambil perhiasan mewah itu dan mengenakannya di malam pertama, tapi bagi Raja, itu sangat norak. Raja tahu bahwa perhiasan itu semua adalah miliknya. Dan raja tahu bahwa calon ratu itu mengenakan semua perhiasan itu agar setidaknya, kalaupun ia tidak menjadi ratu, ia bisa memiliki smua perhiasan yang menempel di tubuhnya. Tapi justru itu membuat raja marah dan menyuruh pegawainya untuk merampas kembali semua perhiasan yg dipakai calon ratu itu. Apa yang dilakukan hadassah adalah, ia hanya memakai sebuah kalung kecil berlambang bintang susan, dan memberikan kalung itu untuk raja hanya karena ia ingin agar raja tidak melupakannya. Dan kelak kalau raja ingin memanggilnya, ia tau siapa yang diinginkannya. Hadassah bertemu dengan raja dan ia ingin bisa mencintai raja itu karena ia telah mengorbankan 1tahun untuk mempersiapkan segalanya agar raja suka dan memilihnya menjadi ratunya. Tubuh, jiwa roh kita adalah milik Tuhan. Siapa sebenarnya yg jadi tuan atas hidup kita?? Raja diatas segala raja atau Berkat dari Raja di atas segala Raja?? Janda miskin yg memberi seluruh hartanya kepada Tuhan sangat memikat hati Yesus. sebenarnya Tuhan tidak pernah berbicara tentang berapa banyak jumlah persembahan yang kita beri. Bukan besarnya uang yang kita berikan pada Tuhan. Bukan pula karena janda itu memberi ‘semua’  uangnya kepada raja. Karena buat Tuhan itu tidaklah penting. Tapi seberapa CINTA anda pada Tuhan. Dan alasan serta motivasi hati anda memberikan semuanya.. itu lebih utama, karena Tuhan tidak suka orang yang berpolitik denganNya. Suatu ketika Tuhan ingin saya mempersembahkan sejumlah uang. Pikir saya, saya akan memberi jumlah yang jauh lebih besar dari yang Tuhan tetapkan. Tapi ternyata Tuhan hanya mau 20ribu rupiah saja. Tuhan berkata “bukan jumlah uang yang Aku mau, tapi memberi dalam ketapatan. Mengapa engkau ingin memberi banyak, nak? Agar engkau memperoleh berkat banyak?? Aku memberi berkat tidak tergantung kepada banyaknya pemberianmu kepadaKu. Aku menerbitkan matahari kepada semua orang. Aku hanya mau mengajarkan engkau untuk memberi dalam ketepatan. Angka 2 berarti keintiman dan angka 0 berarti hati hamba. Jadi pemberian tanpa keintiman kepadaKu dan hati hamba, semua sia-sia.”
  1. Ujian pengorbanan
Ini adalah ujian yang membutuhkan sebuah kerelaan hati. Tanpa kerelaan hati, tidak akan bisa lolos dalam ujian ini. Karena dalam ujian ini kita akan benar-benar ditampi, dibentuk, diremukkan, dihancurkan, dan dimatikan semua kedagingan dan semua yang tidak berkenan di hadapan Bapa. Di sini kita benar-benar mengalami sebuah pemurnian. Apa yang tidak berkenan benar-benar harus dibuang sehingga apa yang murni itu timbul. Seperti hadassah yang harus mengalami mandi rempah selama 1 tahun, seperti itulah ujian pengorbanan. Semua kepahitan yang mengakar di hati dicabuti, semua luka yang bernanah dibersihkan dan dioperasi, semua yang membusuk ditherapy. Dan tanpa kerelaan hati, maka tidak akan lolos dalam ujian ini. Mengapa?? Karena diobati itu tidak enak. Diobati melalui perkataan nubuatan yang menghujam ke dasar hati yang terdalam. Nubuatan yang menyerang semua ego kita dan semua gengsi kita dipertaruhkan. Relakah anda?? dihakimi?? Sepertinya oleh manusia, tapi ternyata itu betul adalah perkataan nubuatan dari hamba Tuhan. Dan bisakah anda menundukkan diri dan menaruh semua ego dan gengsi anda, ketika nubuatan itu datang dari orang yang ‘kelihatannya’ dalam kondisi jasmani yang tidak lebih baik dari anda?? dibutuhkan kerelaan hati untuk mau dibentuk dan dipoles. Mampukah kita melewati sebuh kondisi yang memaksa kita untuk menjadi domba yang kelu. Ijinkanlah Tuhan mengobati semua luka hati anda.
Pemurnian itu bisa terjadi melalui berbagai macam bentuk dan cara :
1.       Melalui pemimpin anda
2.       Melalui keluarga anda
3.       Melalui sahabat anda
4.       Melalui semua aspek kehidupan di sekeliling kita
Jadi ketika anda diremukkan oleh pemimpin anda, keluarga anda atau sahabat anda, jangan berfikir bahwa anda dihabisi Tuhan. Tapi ingatlah bahwa Tuhan ingin memurnikan hati kita. Semua bukan untuk Tuhan, tapi untuk kebaikan kita sendiri. Ingatlah saat kondisi kita sedang di bawah, jatuh dan terpuruk, sebenarnya kedagingan kitalah yang dihabisi agar apa yang murni dan wangi itu keluar dari tubuh kita dan menjadi dupa yang harum di hadapan Bapa. Iblis selalu memutar balik keadaan. Menganggap bahwa Tuhan ijinkan kondisi buruk menimpa kita untuk menghabisi kita karena Tuhan tidak sayang dan tidak mengasihi kita. Tapi sebenarnya kita sedang dikuliti dan dikelupas semua kenajisan kita sehingga keluar semua yang kotor dan yang tidak berkenan. Dan itulah saat kita dalam kondisi kritis dimana ujian yang sebenarnya sedang terjadi. Tuhan sedang menguji, apakah reaksi hati kita yang sebenarnya. Dan itu menentukan hidup kita di masa datang. Belajarlah bereaksi dengan benar. Bila anda tidak tau bagaimana harus bersikap, lebih baik diam. Tidak perlu menilai segala sesuatunya. Berdiam dirilah dan berdoa, itu jauh lebih baik.
  1. Ujian ketaatan
Ini adalah ujian tahap akhir. Ujian dimana kita sudah sampai pada ujian kenaikan kelas/ next level. Ini adalah ujian terberat. Dimana anda dituntut memiliki sebuah hati hamba. Mudah sekali menyanyikan lagu hineni/ hati hamba. Tapi pada kenyataannya, pada ujian kenaikan kelas ini, banyak anak Tuhan yang gagal. Ujian ketaatan akan muncul pada saat anda telah mendengar ‘suara Tuhan berkata A’, dan Ia ingin mengetahui apakah anda mengikuti untuk melakukan tindakan A yang dimaksudkan atau justru menentangNya.  Tidak semudah apa yang anda bayangkan. Mungkin anda berfikir, ah.. ini hanya dalam hal kecil ‘taat bangun, saat Tuhan membangunkan anda tengah malam’. Atau taat dalam hal memilih asesoris yang akan anda kenakan. Tapi ternyata jauh lebih kompleks dari yang anda bayangkan. Lebih menyangkut harga diri dan keakuan.Di manakah letak hati anda? Ketika Tuhan meminta sesuatu yang sangat anda sayangi/ senangi. Relakah anda meletakkan semua kesukaan anda dan meninggalkannya dan memilih mengikut Tuhan?  Relakah anda meletakkan hobby berchatting ria dengan semua kesenangannya? Relakah anda meletakkan semua keinginan anda untuk tinggal bersama selingkuhan anda yang lebih dalam segala hal dibanding suami/istri anda? Relakah anda meletakkan pekerjaan anda ketika Tuhan memintanya? Relakah anda mengakui segala kebodohan anda di hadapan semua orang yang pernah anda lukai dan memohon ampunan mereka ketika Tuhan meminta anda melakukannya? Relakah anda melepaskan semua atribut sempurna anda? Dan melakukan semua yang Tuhan minta dalam ‘ketepatan’. Tepat menurut waktu Tuhan. Tepat menurut kehendak Tuhan. Tepat menurut kesukaan Tuhan. Tepat menurut anugerah Tuhan. Bisakah?? Kenyataannya tidak semua orang dapat melakukannya. Saya pun bahkan nyaris gagal. Bila tanpa anugerahNya, saya pun tidak dapat lolos dalam ujian ini.
Oleh karena itu saudara-saudara, ingatlah bahwa begitu beratnya ujian yang akan kita lewati setiap kita selesai mengerjakan sebuah ‘tema’ yang Tuhan tetapkan. Mari kita berlari-lari kepadaNya dan mengejar Dia agar kita bisa menyelesaikan segalanya dengan tepat dan tuntas.  Dan ingatlah satu hal, reaksi hati kita menentukan hidup kita selanjutnya.
-Tuhan Memberkati-