Showing posts with label peduli trauma. Show all posts
Showing posts with label peduli trauma. Show all posts

Wednesday, October 31, 2012

mitos dan fakta

MITOS : TRAUMA / PTSD HANYA TERJADI PADA VETERAN PERANG
FAKTA : Walaupun Trauma / PTSD mempengaruhi veteran perang, PTSD dapat mengeai siapa saja. Kira-kira 70% orang mengalami kejadian traumatis dalam hidupnya. Dan 20% dari mereka akan berkembang menjadi PTSD.
PTSD berkembang pada seseorang yang mengalami, menyaksikan atau belajar dari pengalaman traumatis yang mengerikan atau yang menyebabkan derita fisik atau yang merubah pengalaman hidup. Mereka yang juga beresiko mengembangkan PTSD termasuk korban interpersonal seperti pemerkosaan, pemukulan, pelecehan seksual. Penganiayaan dalam rumah tangga dan anak-anak juga mereka yang masuk kategori beresiko mengembangkan PTSD.

MITOS : SESEORANG SEHARUSNYA DAPAT MELANJUTKAN KEHIDUPANNYA SETELAH MENGALAMI KEJADIAN TRAUMATIS. DAN MEREKA YANG TIDAK DAPAT MENANGANINYA ADALAH LEMAH.
FAKTA : Mengembangkan PTSD bukanlah tanda bahwa kesalahan karakter. Setiap orang yang mengalami kejadian traumatis akan masuk dalam periode penyesuaian. Ada yang dapat menyesuaikan diri dan kembali pada kehidupan normal. Tetapi stress yang disebabkan trauma dapat mempengaruhi semua aspek seseorang, termasuk mental, emosional dan fisik. Penelitian membuktikan bahwa trauma yang berlangsung lama akan mengganggu dan mempengaruhi kimia otak. Pada beberapa orang, kejadian traumatis merubah cara pandang mereka tentang diri dan dunia di sekitar mereka. Hal ini dapat menuju pada pengembangan PTSD.

MITOS : SESEORANG MENDERITA PTSD SESAAT SETELAH MEREKA MENGALAMI KEJADIAN TRAUMATIS
FAKTA : Symptom PTSD biasanya berkembang dalam beberapa minggu trauma, tetapi bias tidak muncul dalam beberapa bulan atau bahkan tahunan. Symptom bisa berlangsung bertahun-tahun, atau dalam beberapa kasus, symptom akan hilang dan kemudian muncul kembali dalam kehidupan, yang banyak terjadi pada kasus penganiayaan atau pelecehan pada anak. Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki PTSD karena mungkin symptomnya tidak berhubungan langsung dengan trauma. Pada situasi kekerasan dalam rumah tangga, korban mungkin tidak menyadari bahwa lamanya dan ekspose terus menerus pada kekerasan menempatkan mereka dalam bahaya.
<

rasa bersalah

Memang cukup buruk untuk sebuah keluarga yang dibebani oleh rasa bersalah karena semua kesalahan dan luka-luka yang telah lama terjadi - bahkan melintasi generasi.Tetapi efek psikologisnya lebih menyakitkan daripada rasa bersalah itu sendiri. Merupakan sebuah cerita yang klasik di mana penyembuhannya lebih menyakitkan daripada gejala-gejalanya. itulah mengapa alkoholik dan pecandu, sebagai contoh, tetap terperangkap dalam kecanduan mereka. Penyembuhannya begitu menyakitkan dibandingkan dengan kemudahan untuk penyangkalan dan perusakan diri. Untuk penyembuhan tidak ada yang lain selain memaafkan (forgiveness).

Untuk membantu pemahaman tentang hal ini, Anda perlu memahami bahwa setiap kerusakan yang diarahkan pada diri Anda pada gilirannya Anda cenderung untuk merusak orang lain. Mereka yang dibenci belajar untuk membenci; mereka yang mengalami kekerasan, jika tidak melakukan kekerasan pada orang lain, paling tidak akan menyimpan ke
marahan, sulit untuk percaya, dan mempunyai keinginan bawah sadar untuk membalas dendam.

Tetapi jika Anda mengijinkan diri untuk melangkah keluar dari identitas Anda dan merasakan penderitaan yang akan dialami orang lain karena kerusakan yang Anda lakukan pada orang lain, maka pada dasarnya Anda akan siap untuk mendapatkan penyembuhan dari kerusakan yang terjadi pada diri Anda. Dengan kata lain, penderitaan kepada orang lainlah yang membuat kemungkinan untuk menerima "penyembuhan" yang menyakitkan untuk rasa bersalah diri Anda.

Mungkin Anda akan mudah untuk lupa pada kejadiannya, tapi Anda tidak akan lepas dari beban rasa bersalah yang terus akan Anda bawa dalam kehidupan, sampai Anda melepaskan rasa bersalah tersebut. Mencintai diri Anda adalah langkah awal untuk sebuah perjalanan penyembuhan.

Supriyatno
Founder PTSG

silent treatment

Berapa banyak Anda dulu di masa kecil mengalami hukuman "diam" untuk penolakan atau ketidaksetujuan Anda pada orang tua? Mungkin Anda ingat satu peristiwa kecil di masa lalu, tetapi sampai saat ini tetap mampu Anda ingat karena dampaknya begitu besar bagi diri Anda. Dan hal itu seperti sebuah kesalahan yang tidak termaafkan. 

Seberapa seringkah Anda mendapatkan "diam" dari orang tua? Dan sadarkan akan dampak buruk dari "diam" pada diri Anda? Jika Anda tidak menyadarinya, maka Anda punya satu masalah besar. Dan masalah itu mungkin yang menyebabkan Anda tidak tegas untuk meninggalkan orang yang sering menyakiti hati Anda. 

Supriyatno
Founder PTSG

TANDA-TANDA KETIDAKMAMPUAN MELIBATKAN DIRI SECARA EMOSIONAL

TANDA-TANDA KETIDAKMAMPUAN MELIBATKAN DIRI SECARA EMOSIONAL

Walaupun pasangan yang tidak mampu hadir secara emosional menunjukkan beberapa emosi negatif, seperti kemarahan, kedua pasangan mempunyai kesulitan menunjukkan emosi-emosi yang sehat dan tidak mampu menyediakan dorongan atau dukungan bila kedua pasangan mengekpresikan emosi. Seseorang dengan ketidakmampuan melibatkan diri secara emosional mempunyai karakteristik berikut sebagaimana ditulis di buku When Feelings Don't Come Easy:

- Mempunyai orang tua yang tertutup
- Mengalami penolakan emosi-emosi
- Keras kepala dan melihat kehidupan secara ekstrem - hitam dan putih.
- Lebih banyak berhubungan dengan fakta dan logika dari pada dengan perasaan.
- Tidak mampu merespons secara emosional dan memvalidasi perasaan orang lain.
- Jarang menunjukkan emosi (menangis) atau kehangatan secara fisik (pelukan atau ciuman).
- Tidak mengerti mengapa orang lain menunjukkan perasaan-perasaannya dan percaya hal itu tanda sebuah kelemahan.
- Berjuang untuk dapat dekat secara emosional dengan seseorang, termasuk kepada Tuhan.
- Sulit membangun pembicaraan termasuk perasaan tentang dirinya atau orang lain.
- Mengungkapkan cinta dengan perbuatan atau pemberian material dari pada menunjukkan tanda-tanda cinta dan kelembutan.
- Mengharapkan kasih sayang fisik setelah menunjukkan kasih sayang fisik.
- Percaya bahwa hanya seks yang dapat membuat lebih dekat secara emosional.

konseling pacaran

yang saya tahu, pasangan yang sudah mencapai kesepakatan untuk menikah baru melakukan konseling sebelum pernikahan. Itu pun mungkin tidak semua yang melakukan itu. Saya termasuk yang tidak melakukannya. Bukan karena tahu tapi tidak melakukannya, tetapi saya tidak tahu sama sekali ada konseling sebelum menikah. Melangsungkan pernikahan ya seperti apa yang saya pernah lihat. Ada pemberian ceramah dari ahli agama yang berbicara tentang pernikahan. 

Setelah beberapa tahun menggeluti persoalan trauma dan membuat hubungan antara masalah-masalah yang terjadi di dalam pernikahan dengan trauma, saya berkesimpulan seharusnya sebelum seseorang memutuskan untuk menjalin hubungan ke tingkat yang lebih serius (pernikahan), ia melakukan "konseling pacaran."

"Konseling pacaran" ditujukan bagi mereka yang belum punya pacar atau yang sedang menjalani masa pacaran. Konseling ini punya tujuan berbeda yang ingin dicapai seperti di dalam konseling sebelum menikah. Tujuan utama "konseling pacaran" adalah memperkecil kemungkinan Anda menikah dengan orang yang salah.

Supriyatno
Founder PTSG

loe-gue.- end!!

Loe..Gue..End! dalam acara Mario Teguh Golden Ways dengan judul Loe..Gue..End! dimaksudkan agar kita men-segerakan bersikap tegas untuk memutuskan sesuatu yang tidak mendamaikan dan membesarkan kehidupan kita. Kepada pacar Anda yang sukanya memaksakan kehendak padahal menikah saja belum, katakan, "Loe..Gue..End!." Kepada pasangan hidup yang perilakunya tidak memuliakan keluarga, katakan, Loe..Gue..End! Kepada teman yang sukanya mengajak "fly" katakan, "Loe..Gue..End!."

Tidak hanya itu, Loe..Gue..End! Technique dapat Anda adaptasi dan digunakan untuk mengakhiri hubungan Anda dengan salah satu bagian di dalam diri Anda (ego) yang selalu melancarkan kritikan yang tidak membangun (negatif) kepada diri Anda. Contoh, ketika Anda menginginkan menjadi kaya, ada bagian di dalam diri Anda yang mengatakan "eh, orang kaya itu kan' serakah" atau "mana bisa kaya kalau 'gak korupsi." Contoh lain, Anda ingin sekali menjadi orang yang b
erguna dan bermanfaat bagi orang banyak tapi Anda ragu untuk melakukannya karena ada bagian di dalam diri Anda yang mengatakan "Loe bisa apa sih?", "Loe kan' bukan seorang psikolog", atau "aku takut tidak dianggap."

Jika Anda mengenali suara-suara negatif di dalam diri Anda yang kerjanya hanya mengecilkan pendapat Anda, yang hanya merendahkan nilai diri Anda, yang terus menerus menakuti-nakuti Anda, atau yang membuat Anda tidak percaya diri, katakan pada mereka, "Loe..Gue..End!"

Hal pertama yang penting sekali untuk mulai mencintai diri Anda sendiri adalah menghentikan kritik negatif kepada diri Anda sendiri.

Semoga bermanfaat.

Supriyatno
Founder PTSG

jangan beri label dirimu sendiri

Kesulitan kita memaafkan diri sendiri bisa sangat berkaitan dengan rasa malu pada diri sendiri. Kita melihat diri kita sebagai "not good enough." Mengetahui bahwa kita melakukan kesalahan, kita perlu memperkecil rasa sakitnya atau rasa malunya dengan menghukum diri kita sendiri. Jika Anda punya pola menghukum diri sendiri - tandanya sulit melepaskan rasa bersalah - mungkin Anda perlu melakukan penggalian apakah di dalam diri Anda tertanam keyakinan seperti "Saya pantas dihukum" atau "saya tidak pantas dimaafkan" atau "I am a bad person." 

Dari manakah label yang Anda buat untuk diri Anda sendiri itu? 

Supriyatno 
Founder PTSG

jodoh

Para pendukung Freud berpendapat bahwa wanita cenderung jatuh cinta kepada pria seperti ayah mereka, sedangkan pria tertarik kepada wanita yang sangat menyerupai ibu mereka. Mereka percaya kita berusaha bersatu kembali dengan cinta sejati pertama kita: orang tua dari jenis kelamin yang berlawanan.

Yang lain percaya kita memilih jodoh yang mirip dengan orang tua yang memendam masalah yang belum selesai dengan kita, pasangan yang mengalami trauma yang mirip dengan trauma kita sendiri di masa kecil, pasangan yang akan memberikan tipe kelekatan infantil yang kita bentuk dengan ibu kita sendiri, entah kelekatan itu aman, ambivalent, atau mengelak, atau pasangan yang akan mencerminkan nilai dan minat teman-teman masa kecil kita.

Supriyatno 
Founder PTSG <

harga diri seorang anak

HARGA DIRI SEORANG ANAK

Jika seorang anak dicintai dan dibuat merasa aman dan nyaman oleh orang-orang di dalam lingkungan keluarga dan orang-orang luar yang dekat dengan lingkungan keluarga, maka dia akan memandang dirinya sebagai baik dan akan mengembangkan harga diri yang sehat. 

Self reflection: Tahukah Anda perlakuan orang tua yang bagaimana yang membuat anak merasa dicintai? Tahukah Anda apakah perlakuan Anda sangat kurang atau terlalu berlebihan dalam memberikan cinta? Apakah dampaknya?

Jika seorang anak merasa tidak dicintai, disingkirkan, dinomorduakan, dan diabaikan atau diperlakukan kasar secara seksual dan atau fisik oleh salah satu anggota keluarga, teman dari keluarga atau orang asing, maka dia besar kemungkinan akan mengembangkan harga diri yang rendah.

Self reflection: Tahukah Anda perlakuan orang tua yang bagaimana yang membuat anak merasa tidak dicintai? Tahukah Anda apa itu harga diri yang rendah dan tanda-tandanya? Apa dampak jangka panjang pada diri seorang anak yang memiliki harga diri yang rendah?

Jika orang tua dari seorang anak berpisah atau bercerai dan di sana ada orang tua yang absen, yang jarang sekali menengoknya, seperti kasus "missing father," dia akan berkembang menjadi pribadi dengan harga diri yang rendah.

Self reflection: Apakah Anda tahu mengapa anak mengalami kehilangan sosok ayah atau ibu (missing father/mother)? Apakah Anda tahu apa kebutuhan seorang anak dari ayah dan ibunya? Apakah orang tua Anda sendiri telah cukup memberikan kebutuhan Anda sendiri sebagai seorang anak?

Seorang anak dengan penghargaan diri yang rendah sering mencari pemenuhan untuk "kehilangan cinta!" Mereka mencari seseorang yang akan membuat mereka merasa baik (feel good); Untuk membuat mereka merasa diterima, dibutuhkan dan diinginkan.

Seorang anak yang mendapatkan kekerasan seksual atau diperkosa, akan jatuh ke dalam pola pikir yang sama bahwa diri mereka tidak berharga dan mencari seseorang untuk membuat mereka merasa pantas untuk dicintai dari pada disiksa secara batin atau fisik.

Sayangnya, apa yang terjadi pada mereka adalah mereka mulai membentuk hubungan seksual di awal usia remaja. Mereka berakhir dengan kesalahan cara pandang bahwa melakukan hubungan seksual untuk mendapatkan cinta (sex for love). Mereka salah berpikir bahwa seks itu untuk mendapatkan persahabatan, perhatian, dan rasa aman. 

Self reflection untuk orang tua: Apakah Anda cukup peduli dengan masa depan anak-anak Anda? Apakah Anda bersedia berubah untuk kebaikan kehidupan masa depan mereka? Sering masalahnya bukan ada pada anak Anda, tetapi pada bagaimana Anda memperlakukan anak Anda sehingga mereka menjadi bermasalah. Masalah anak adalah reaksi anak terhadap perlakuan orang tua pada anak.

Jika Anda tidak peduli dan tetap mengabaikan untuk tahu apa kebutuhan emosional anak-anak Anda karena Anda terbebani dengan masalah pribadi, dan tidak melakukan perubahan pada diri Anda dengan menyelesaikan masalah-masalah pribadi Anda, Anda sebenarnya sedang mewariskan masalah dari generasi sebelumnya ke generasi yang akan datang. Tetapi Anda dapat melakukan perubahan. Memutus mata rantai kekerasan dan pengabaian di keluarga Anda. 

Omong-omong, kita berbicara tentang harga diri anak, apakah kita sendiri sebagai orang tua punya masalah harga diri yang rendah (low self esteem)? Bagaimana kita tahu kita sebagai orang tua punya harga diri yang rendah? Jangan-jangan karena harga diri yang rendah di orang tua, orang tua mewariskan harga diri rendah kepada anaknya. 

Peduli Trauma, sekolahnya orang tua untuk menjadi orang tua bagi dirinya sendiri.

Supriyatno 
Founder PTSG

anda butuh orang lain


Franklyn Sills, guru dan penulis buku "Craniosacral Biodynamics" mengatakan," Kita diciptakan oleh lingkungan. Kita terluka karena lingkungan. Dan penyembuhan terbesar diri kita juga terjadi karena lingkungan." Apakah itu dari kekerasan di masa kecil, pengkhianatan cinta di masa remaja, atau kehilangan orang yang dicintai sampai kematian, luka batin tersebut meruntuhkan koneksi alamiah kita dengan orang lain. Untuk menyembuhkan luka-luka batin tersebut tidak dapat dilakukan seluruhnya seorang diri. Pada satu titik dalam proses penyembuhan, hubungan dengan orang lain harus dibangun kembali.

Kita butuh merasa diperhatikan, didengar, dan didukung. Kita butuh bantuan dari orang lain. Jika pola hubungan Anda dengan orang lain sulit dipertahankan, hubungan yang saling mempercayai, atau jika teman Anda dan keluarga tidak tahu bagaimana menolong Anda, Anda dapat mempertimbangkan untuk mencari bantuan tenaga terlatih.

Supriyatno
Founder PTSG
<

WHAT'S ON A MAN MIND #3

Seandainya seorang suami tahu bila membawakan bunga, membantu menjemurkan pakaian, atau sekali-kali sekedar mencucikan piring kotor dapat membuat bahagia hati seorang istri, tentu akan ia lakukan. Yang untung siapa? Ya suami juga. Istri tambah sayang sama suami :-D.

Membantu menjemurkan pakaian atau mencucikan piring kotor, akan menjadi sebuah pekerjaan yang sulit dilakukan oleh tipe pria "saya kan laki-laki." Pekerjaan-pekerjaan rumah wanita memang menuntut seorang suami untuk menurunkan ego kelaki-lakiannya demi terbentuk persahabatan yang panjang dan sehat.

Supriyatno
Founder PTSG
<

WHAT'S ON MAN MIND #1



Anda hanya perlu melihat majalah, harian, koran, dan catatan sejarah yang dipenuhi jutaan cerita familiar tentang sifat asli pria dari minggu ke minggu, abad ke abad, dan milenium ke milenium untuk melihat bahwa yang dikatakan pria dan yang mereka lakukan tidak selalu sama.

Masih belum yakin? Lihatlah angka perceraian, industri pornografi bernilai milyaran dolar, ratusan iklan berbau seks di halaman belakang koran, perang, politik, perebutan kekuasaan, ajang kencan - semua kesaksian merujuk pada sisi gelap jiwa pria. Ada sesuatu yang bergejolak di bawah permukaan yang kaum pria lebih senang jika tidak banyak diketahui.

WHAT'S ON A MAN MIND #2

Anda diharapkan berhati-hati dengan tipe pria yang satu ini: SPONS PARASIT. Karena, tidak mau kan Anda mengalami hal seperti di bawah ini.

Ia membuat Anda melakukan dua pekerjaan sekaligus, sementara ia hanya tidur sepanjang hari, bermalas-malasan di rumah sambil main playstation, dan hidup dari gaji Anda. 

Ia mengikat Anda dengan membuat Anda merasa dibutuhkan atau setidaknya membuat Anda merasa bertanggung jawab. Setiap hari mungkin dia mengoceh bahwa proyek besar yang sedang ia kerjakan akan berhasil, dan karena cintanya pada Anda, ia akan memanjakan Anda dengan perjalanan wisata dan belanja hadiah-hadiah. Namun, hingga sampai saatnya tiba, bisakah ia meminjam sejumlah uang lagi? Anda adalah kupon makan yang menarik. Ia tahu kupon itu bisa siapa saja, tetapi kebetulan hanya Andalah yang cukup mau untuk memercayai semua omong kosongnya.

Supriyatno 

menjadi orang tua bagi dirinya sendiri

Sebagian besar dari kita tidak mendapatkan model peran yang baik dari orang tua kita. Apa itu integritas. Apa itu passion. Apa itu dedikasi. Apa itu kesetiaan. Lalu kita harus mencarinya sendiri untuk diri kita. Tetapi pertama kali yang kita lakukan adalah menumbuhkan motivasi di dalam diri kita. Kemudian kita mencari sosok yang dapat memotivasi kita dari luar untuk menguatkan motivasi diri kita. 

Saya belajar tentang integritas, passion, ketahanan, dan kesetiaan pada profesi saya dari group band terkenal Pat Matheny Group. Setiap kali saya mendengarkan musiknya, saat itu pula saya melihat sosok Pat sebagai orang yang punya integritas, passion, ketahanan, kesetiaan, keunikan, kepercayaan diri, penghargaan diri, dan totalitas pada profesi yang dijalaninya. 

Anda pun harus mencari sosok pribadi yang mampu memberikan motivasi untuk diri Anda menjadi sosok pribadi yang bertambah baik dan bernilai tinggi di masa depan.

Kita, sebagian besar harus belajar menjadi orang tua bagi diri kita sendiri karena, sekali lagi, karena kita tidak pernah diajarkan bagaimana menjadi seorang laki-laki atau menjadi seorang perempuan.

Supriyatno
Founder PTSG

jadilah diri sendiri


"Iya pak." kita mengatakan yang berlawanan dengan hati kita. Hati kita ingin mengatakan YA, tetapi yang keluar dari mulut TIDAK.
"Tidak apa-apa bu." Kita membohongi diri kita. Padahal kita tidak ingin melakukannya.
"Bisa bos." Kita mengiyakan permintaan bos untuk kerja lembur dengan mengorbankan kebutuhan anak-anak untuk jalan-jalan.
"Enak ga' yah?." Kita merasa bersalah ketika ingin minta bantuan, padahal kita butuh.
"Iya pah." Kita tidak berani menolak calon pasangan hidup yang dipilihkan orang tua untuk kita, padahal kita tidak suka atau kita sudah punya pacar.
"Ok, saya maafkan kamu. Tapi janji gak akan mengulanginya lagi." Kita memaafkan - berkali-kali - pasangan kita untuk pelanggaran janji yang dibuatnya sendiri. Sementara kita berkali-kali dibuatnya sakit hati.

PURA-PURA MEMBUAT KITA TERUS MENJADI KORBAN

Supriyatno
Founder PTSG
<

menolong bisa jadi tidak baik untuk diri anda

Segala hal yang terlalu kurang atau terlalu berlebihan itu tidak baik. Yang baik adalah yang mampu menempatkan diri berada di antara keduanya. Demikian pula dengan sifat penolong. Jika kita sangat kurang dari sifat penolong, kita tidak memiliki sensitifitas. Tidak memiliki empati pada orang lain. Kita mementingkan diri kita sendiri. Kita hanya hidup untuk diri kita sendiri. Kita menjadi tamak. Dan pandangan orang lain akan mengatakan kita sombong. 

Lalu bagaimana jika kita terlalu berlebihan dengan sifat penolong? Banyak orang yang mendapatkan masalah justru dari kebiasaannya menolong. Seorang istri yang berusaha menolong suami, karyawan yang bersedia menolong rekan kerjanya, atau di dalam hubungan lain, menolong malahan membuat mereka memendam kemarahan dan ketidakberdayaan. Mereka merasa diri mereka sebagai korban. Selalu dikorbankan. Selalu merasa tidak ada orang lain yang peduli. 

Maka, jika kebiasaan menolong justru mendatangkan masalah bagi diri Anda, di dalam pernikahan atau hubungan yang lain, berhentilah sejenak untuk menyalahkan orang lain atau keadaan dan mulailah mencari pola-pola mental di dalam diri Anda yang menciptakan masalah pada diri Anda. Syaratnya, tidak melakukan penyangkalan pada diri sendiri. Penyangkalan pada diri sendiri adalah gerbang pertama yang menghalangi perubahan.

Supriyatno
Founder PTSG, sekolahnya orang tua untuk menjadi orang tua bagi diri mereka sendiri.

terima saya apa adanya

Apakah maksud tersembunyi dari pernyataan itu? 
1. Dia mengatakan kepada kita," Hai, saya ini pribadi yang lemah/banyak masalah."
2. Dia berharap kita akan menjadi pasangan yang bertanggung jawab untuk kebahagiaannya.
3. Kalau dia sedang ada masalah - mungkin dengan melampiaskan masalahnya pada kita - dia akan punya alasan: "Kan kamu sudah aku minta menerima apa adanya aku?"
4. Kalau kita protes pada dia, dia akan mengeluarkan jurus saktinya: "Kan kamu sudah menerima apa adanya aku?"
5. Kalau Anda menuntut tanggung jawabnya, dia menolak dengan memberikan pesan: saya lemah.
6. Dia ingin kita selalu mengerti dia, tetapi tidak sebaliknya.
7. Secara tersirat, permintaan "menerima saya apa adanya" bisa berarti saya tidak akan berubah.

Mungkin kalimat bijak dari MT ini perlu kita gunakan saat kita mencari pasangan hidup:

"Sebelum menikah, inginkan yang TERBAIK dari pasangan. Setelah menikah terima dia ada adanya."

Jangan dibalik!

Supriyatno
Founder PTSG

rumah masa lalu

Sedikit - kemungkinan - gambaran sebuah keluarga. Dulu ayah wanita ini termasuk seorang muda yang sukses dalam karirnya. Di usia yang belum 40 tahun mendapatkan serangan jantung pertamanya. Dan kita bisa tebak apa kita-kira masalah emosionalnya dari serangan jantungnya. Keinginan untuk membuat anaknya sukses seperti dirinya membuatnya memutuskan untuk menetap di Amerika dan menyekolahkan anak-anaknya di sana. Saya bisa merasakan bahwa ayahnya banyak memberikan doktrin-doktrin "kamu harus" atau "kamu jangan" kepada anaknya demi kesuksesan hidup mereka. Nasehat orang tua terkadang tidak selalu dipandang positif oleh seorang anak dan nasehat orang tua dipandangnya sebagai sesuatu yang mempermalukannya, lalu hal tersebut membuat mereka merasa rendah diri (ini salah satu bentuk dari rasa malu yang beracun). Sedangkan ibunya, adalah wanita yang tampil baik di depan orang tapi di belakang berlaku sebaliknya. 

Rasa malu yang beracun y
ang tercipta dari situasi hubungan di dalam keluarganya memaksanya untuk membuat perlindungan bagi egonya yang merasa rendah. Budaya dan lingkungan kerja di tempatnya bekerja semakin memperkuat usahanya untuk melindungi egonya. Ia harus tampil seolah-olah percaya diri, mampu, sempurna, dan berhasil (sebagaimana keinginan ayahnya). Maka 2 situasi di dalam hidupnya (lingkungan keluarga dan lingkungan kerja) menjadikan ia seorang perfeksionis.

Sesuatu yang sama, menarik hal yang sama pula. Wanita ini kemudian menikah dengan seorang pria yang mirip dengan dirinya. Ia seorang yang membawa rasa malu yang beracun dan perfeksionis. Dua karakter/masa lalu yang bersatu. Dapatkah Anda bayangkan dua orang yang rendah diri dan melindungi dirinya dengan perfeksionis bersama-sama menjalani hidup bersama?

Mereka cukup sukses dalam karir mereka masing-masing. Dalam kehidupan sehari-hari, usaha-usaha mereka selalu bertumpu pada "saya yang terbaik." Mereka menciptakan gambaran diri yang salah (false self). Maka, agar mereka dipandang sebagai yang terbaik, mereka menggunakan berbagai cara, termasuk menyalahkan orang lain untuk menutupi kelemahan dirinya. Satu hal yang mereka hindari adalah jangan sampai mereka kelihatan lemah, tidak mampu atau dipandang rendah. Mereka memenuhi hidup mereka dengan membuat tembok-tembok pelindung yang menutupi kelemahan diri mereka yang dihasilkan dari rumah masa lalu.

Love Yourself!

Supriyatno
Founder PTSG

mental block

Penyembuhan dapat dilakukan seorang diri. Tetapi untuk menyempurnakan penyembuhan Anda, Anda harus bertemu dengan orang-orang di dalam sebuah kelompok. Dengan bertemu orang-orang, Anda lebih mudah mengenali rasa malu beracun yang ada di dalam diri yang harus Anda tangani.

Supriyatno
Founder PTSG

manakah pasangan yang anda minati??

Jika Anda seorang extrovert, apakah Anda lebih suka dengan pasangan yang juga extrovert ataukah pasangan yang introvert?
JIka Anda seorang introvert, apakah Anda lebih suka dengan pasangan yang juga introvert ataukah pasangan yang extrovert?

Untuk memudahkan apakah Anda extrovert atau introvert, jawablah pertanyaan di bawah ini:

1. Saya akan mendapatkan inspirasi menarik jika....
- a. Diskusi atau dialog
- b. Refleksi atau merenungkannya

2. Saya lebih tertarik...
- a. Berbicara daripada mendengar
- b. Mendengar daripada bicara

3. Saya hanya akan mendapatkan energi dan bersemangat jika...
- a. Berinteraksi dengan teman-teman
- b. Merenung yang jauh dari keramaian

4. Ketika saya bertemu dengan teman di jalan...
- a. Lebih dulu menyapa teman
- b. Menunggu sapaan teman

5. Apa yang ada di dalam pikiran saya, saya akan...
- a. Langsung mengungkapkannya pada orang lain
- b. Menimbang kembali dan memikirkannya sebelum bicara

6. Jika bekerja saya lebih suka...
- a. Berkelompok dengan situasi yang ramai
- b. Dalam kondisi hening dan menyendiri supaya dapat konsentrasi

7. Berkenalan dengan orang-orang yang belum saya kenal biasanya...
- a. Merasa gembira
- b. Terbebani dan segan

8. Saya lebih senang...
- a. Mengungkapkan perasaan saya dengan bebas
- b. Menyimpan perasaan saya untuk diri saya sendiri

9. Bekerja seorang diri biasanya membuat saya...
- a. Tertekan
- b. Bersemangat

Kunci jawaban:
Jika Anda lebih banyak menjawab A, Anda punya kecenderungan karakter extrovert. Jika Anda lebih banyak menjawab B, Anda punya kecenderungan karakter introvert.