Sebagai seorang konselor, kita bukanlah pribadi yang
sempurna. Ada beberapa hal yang perlu kita waspadai agar kita terhindar dari
segala macam hal yang akan membuat kita sendiri jatuh. Sebagai seorang konselor
pun, kita tak luput dari kesalahan masa lalu dan memiliki doktrin yang telah diterapkan oleh orangtua kita. Itu sebabnya kita harus sedapat mungkin tidak mentransferkan apa yang ada dalam diri kita pada klien dan harus mengenali diri kita sendiri sebagai konselor dan menganggap bahwa diri kita sudah OKE dan dunia sekeliling kita juga OKE. di bawah ini akan diuraikan beberapa kebutuhan konselor yang harus diwaspadai, ciri-ciri konselor yang terapeutik, masalah yang sering dihadapi konselor pemula dan beberapa ketrampilan dasar seorang konselor.
Kebutuhan konselor yang perlu diwaspadai :
1. konselor memiliki nilai-nilai dan filsafat hidup sendiri. nilai-nilai yang kadang kita anggap penting, belum tentu penting untuk klien. jadi jangan pernah mentransfer nilai-nilai yang kita miliki pada klien.
2. konselor terkadang memiliki titik buta/distorsi/ prasangka terhadap realita yang ada. kadang secara sengaja atau tidak, sebagai konselor kita telah memberi cap/label pada klien dan itu tidak diperbolehkan.
3. kebutuhan konselor akan kontrol dan kuasa. jangan buat klien tergantung pada kita. karena seharusnya kita adalah seorang pembebas dan bukan membuat klien jadi ketergantungan pada kita. kita harus siap melepas klien ketika kita rasa klien telah dapat menjadi lebih baik dan dapat keluar dari masa depresinya. seharusnya sebagai seorang konselor yang baik, kita harus bahagia ketika klien tidak datang kembali pada kita. karena itu tandanya bahwa klien telah sembuh.
4. kebutuhan konselor untuk membantu, menasihati dan mengasuh. jangan sekali-kali memberi nasihat karena kita harus membiarkan klien menjadi dirinya sendiri, membuat keputusan sendiri. kita sebagai konselor hanya mengarahkan agar klien dapat mengambil keputusan yang melegakan diri mereka sendiri.
5. kebutuhan untuk mengubah orang lain. sebagai seorang konselor terkadang kita dapat melihat sisi yang baik dimana seharusnya jalan inilah yang seharusnya dilalui oleh klien dan terkadang itu membuat konselor ingin agar klien berubah seperti apa yang konselor inginkan. kita tidak dapat mengubah klien seperti yang kita mau karena kebutuhan tiap individu klien berbeda-beda.
6. kebutuhan untuk dihargai. sebagai seorang konselor tak jarang kita memiliki perasaan ingin dihargai. dan ketika klien kita telah sehat dan tidak datang pada kita lagi, membuat kita kehilangan dan merasa kita tidak dihargai. kebutuhan ini yang harus kita sadari dan tidak boleh terjadi.
7. kebutuhan untuk merasa mampu/berhasil. sebagai seorang konselor, kita tidak boleh menetapkan sebuah target yang akan membuat kita merasa gagal. karena sekali lagi, setiap individu klien memiliki keputusan mereka sendiri dan kita tidak berhak ikut campur. kita hanya bertugas mengarahkan saja.
kita mengenal ada jendela Jauhari. ada 4 jendela yang perlu kita ketahui, jendela itu adalah :
1. "aku tau dan orang lain tau". pada jendela ini, masyarakat mengetahui secara umum bagaimana kita. contohnya, aku sifatnya periang, orang lain tau kalau aku periang.
2. "aku tau dan orang lain tidak tau" pada jendela ini, adalah seberapa banyak hal pribadi dan rahasia yang kita simpan. jika jendela ini terlalu besar, maka kita adalah seorang yang introvert.
3. "aku tidak tau dan orang lain tau" pada jendela ini kita berada di area buta. dimana kita membiarkan semua orang tau semua tentang hidup kita tapi bahkan kita sendiri tidak mengetahui diri kita ini seperti apa menurut pandangan orang lain. dan bila jendela ini terlalu besar maka kita membiarkan semua hal dalam hidup kita menjadi konsumsi publik. maka bila area dalam jendela ini lebih besar, kita adalah seorang yang extrovert.
4. "aku tidak tau dan orang lain tidak tau" pada jendela ini kita berada di area gelap. dimana kita tidak tau seperti apa kita menurut pandangan orang lain dan kita tidak mengenal seperti apakah diri kita sendiri. dan bila ini yang terjadi, maka menjurus pada sebuah kegilaan. dan psikopat, pembunuh berdarah dingin, orang gila ada di area ini.
oleh sebab itu, dengan melihat jendela Jauhari, kita dapat mengenali seperti apa diri kita sendiri. dan kita harus memperlebar area yang pertama yaitu "orang lain tau dan aku tau". orang lain mengenal siapa dan seperti apa kita dan kita pun mengenal diri kita sendiri. bila kita memperlebar area ini, bukan berarti bahwa kita akan membuka aib sendiri pada orang lain. tapi memang seorang konselor harus berani membuka diri dan sharing hidup kita pada klien agar hidup kita dapat menjadi berkat bagi orang lain.
