Tuesday, October 16, 2012

macam-macam konflik batin manusia

ada 4 macam jenis konflik dalam batin manusia  :
1. ini adalah konflik yang dialami sejak manusia lahir ke dunia. bayi akan merasa bahwa  "aku tidak oke dan kamu oke". pada saat itu konflik batin yang terjadi adalah, bayi ini merasa bahwa mereka tidak berdaya hanya bisa menangis dan hanya bisa meminta bantuan saja. dan bayi ini merasa bahwa dunia lah yang lbh baik dari dirinya karena ia adalah sosok yang tak berdaya. manusia hidup telah menghidupi tema yang telah diwariskan oleh orangtua dan lingkungan mereka, atau kita lebih mengenalnya dengan sebutan dosa keturunan. konseling menolong orang agar mengerti tema hidupnya sendiri dan tidak lagi mewarisi tema orangtuanya atau lingkungan masa lalunya. bila manusia dewasa hidup dalam masa lalunya dan menganggap bahwa dia tidak oke tapi dunia ini oke, maka ia akan selalu merasa tidak pernah puas dengan apa yang dia dapatkan. karena ia akan selalu merasa perfeksionis dan berusaha keras agar dirinya sempurna seperti pandangannya sendiri. 

2. konflik yang dialami ketika bayi ini beranjak usia balita. ia akan mengalami kebingungan karena sikap tidak konsisten yg dilakukan oleh orangtuanya. ia merasa "aku tidak oke dan kamu juga ga oke" konflik ini terjadi ketika seorang anak merasa bahwa bahwa saya selalu melakukan kesalahan karena aturannya selalu berkata bahwa aku salah dan orang lain juga selalu berbuat salah. contohnya ketika seorang balita umur 3tahun dia ngompol, pertama kali orangtuanya akan diam saja. setelah ngompol 2x maka orang tuanya akan marah dan teriak agar jangan ngompol. dan ketika dia 3x ngompol, orangtuanya akan memukulnya. jadi dia merasa bahwa aku tidak oke dan selalu berbuat salah dan kamu juga ga oke karena kamu sudah mukul aku. bila manusia dewasa merasa "aku tidak oke dan kamu juga tidak oke" maka mereka adalah tipe orang-orang yang tau mereka punya kemampuan tapi mereka ga pernah puas akan hidup mereka dan selalu menganggap senasib sepenanggungan adalah hal yang baik. karena ia akan merasa bahwa kita sama-sama ga oke dan mereka juga ga oke. contohnya adalah segerombolan pegawai yang tak pernah puas pada pimpinan. 

3. konflik ketiga ini adalah konflik terberat karena dalam konflik ini berkata "saya oke, tapi kamu ga oke" orang dewasa yang mengalami konflik ini adalah orang-orang yang mengalami pengalaman-pengalaman traumatik dalam hidup. dan orang dewasa yang mengalami konflik yang ketiga ini adalah seorang psikopat, orang gila, pembunuh berantai. 

4. "saya oke dan kamu oke" ini adalah sikap dan perasaan yang seharusnya kita miliki. orang dewasa yang sampai pada tahap ini adalah seorang yang bisa mengerti dan memahami bahwa dirinya bukan seorang sempurna dan orang lain pun bukan manusia sempurna. sehingga wajar jika kita melakukan kesalahan. dan tidak tenggelam dalam masa lalu tapi hidup di masa kini untuk bisa melakukan yang terbaik dan maximal untuk masa depan.